Alreinamedia.com – Bintan, Bubur Suro adalah hidangan khas yang lekat dengan tradisi masyarakat Jawa untuk menyambut Tahun Baru Islam atau 1 Muharam dan tanggal 10 Muharram.
Tradisi gotong royong memasak dan membagikan bubur ini terus dilestarikan di berbagai daerah, seperti di kawasan Kecamatan Bintan Timur.
Bubur ini biasanya dimasak secara tradisional menggunakan tungku kayu bakar dan disajikan dengan berbagai lauk pelengkap di daerah Kabupaten Bintan.
Ialah Mardiana (61) seorang perempuan yang secara tekun membuat bubur tersebut setiap tahunnya di lingkungan Ketua RW 006 Kampung (Kp) Kuala Lumpur. Dalam menjawab konfirmasi kemarin tepat pada pukul 16.18 Wib, Komposisinya dari beras juga umbi-umbian serta lain-lainnya.
” Kalau kami tak pernah jual ya hanya untuk 10 Muharram saja, Dibagikan ke masyarakat dan Masjid, ” Ujar Mardiana secara panjang lebar belum lama ini di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Masih sambungnya sembari mengakhiri pembicaraan, Dirinya bareng sejumlah ibu-ibu setempat membuat paket bubur Suro di kediamannya ada ratusan kotak segiempat besar. Kemudian, Pengerjaannya dimulai dari jam 9 pagi sampai sore hari.
Hal diatas mendapat tanggapan apresiasi dari Syafi’i selaku Ketua Forum RT/RW Kelurahan Kijang Kota baru-baru ini. Diakuinya, Selain porsinya banyak juga mempunyai cita rasa luar biasa dengan beraneka ragam pelengkap sajian makanan buburnya, (Alek Juve).
















