Lokal

Kehabisan Bensin di Jakarta? Yolla Yuliana Buka Suara

×

Kehabisan Bensin di Jakarta? Yolla Yuliana Buka Suara

Sebarkan artikel ini

Perjalanan tim voli putri Jakarta Livin’ Mandiri menuju babak final four Proliga 2026 kini menghadapi tantangan yang semakin berat. Kekalahan kembali harus ditelan pada seri Gresik, memperkecil peluang mereka untuk melaju ke babak selanjutnya. Dalam pertandingan yang digelar di GOR Tri Dharma, Gresik, pada Sabtu (31 Januari 2026), tim asuhan Danai Sriwatcharamethakul harus mengakui keunggulan Popsivo Polwan dengan skor telak 0-3.

Tiga set yang dilakoni Jakarta Livin’ Mandiri berakhir dengan skor 14-25, 30-32, dan 18-25. Hasil ini semakin memperburuk catatan tim yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. Hingga kini, Jakarta Livin’ Mandiri telah menelan lima kekalahan dari total tujuh pertandingan yang telah mereka jalani sepanjang musim Proliga 2026 ini.

Menanggapi kekalahan tersebut, kapten tim Jakarta Livin’ Mandiri, Yolla Yuliana, menegaskan bahwa ia tidak ingin menyalahkan kondisi tim sebagai alasan utama di balik hasil minor ini. Pemain yang lahir pada 16 Mei 1994 ini juga berpesan kepada rekan-rekannya untuk tidak mengendurkan semangat juang. Hal ini penting mengingat kekalahan dramatis yang mereka alami sebelumnya dari Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia dengan skor 2-3 (15-25, 25-21, 21-25, 25-22, 8-15) pada Kamis (29 Januari).

Baca Juga :  Mikroplastik di Air Hujan Jakarta: Penjelasan Pakar IPB tentang Sumber dan Bahaya bagi Kesehatan

Dalam pertandingan melawan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia, pemain asing anyar asal Polandia, Weronika Szlagowska, menunjukkan performa gemilang dengan keluar sebagai pencetak poin terbanyak (top skor) bagi timnya, mengoleksi 32 poin. Namun, performa individu yang cemerlang tersebut belum mampu membawa tim meraih kemenangan.

Yolla Yuliana menambahkan bahwa alasan kekalahan bukanlah kelelahan semata. “Mau bilang capek, lawan juga kondisinya sama karena kemarin mereka baru main,” ujarnya. “Yang jelas, hari ini permainan kami tidak bagus, banyak tertekan,” tambahnya, merujuk pada pertandingan melawan Popsivo Polwan.

Peluang Menipis, Target Harus Sempurna

Dengan rentetan hasil yang kurang memuaskan ini, peluang Jakarta Livin’ Mandiri untuk menembus babak final four semakin menipis. Sisa pertandingan yang ada menjadi sangat krusial bagi tim ini. Jadwal pertandingan selanjutnya akan mempertemukan Syelomitha Avrilaviza Injilia Wongkar dan kawan-kawan dengan Medan Falcons pada tanggal 6 Februari. Setelah itu, mereka dijadwalkan kembali berhadapan dengan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada Minggu, 8 Februari, di seri Malang.

Untuk memastikan satu tempat di babak final four, Jakarta Livin’ Mandiri praktis harus memenangkan seluruh sisa pertandingan yang mereka miliki. Selain itu, tim ini juga harus bergantung pada hasil pertandingan tim pesaing terdekat mereka. Harapannya adalah para pesaing tersebut terpeleset atau kehilangan poin agar Jakarta Livin’ Mandiri dapat menyalip di klasemen.

Baca Juga :  350 Jiwa Mengungsi: Banjir Jakarta Utara Meluas

Sejarah dan Harapan di Proliga

Perjalanan Jakarta Livin’ Mandiri di Proliga selalu menarik untuk disimak, terutama setelah tim ini melakukan berbagai perubahan signifikan. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada komposisi pemain asing, tetapi juga pada pemain lokal yang mengisi skuad. Sejak pertama kali berpartisipasi dalam kompetisi Proliga pada tahun 2024, tim yang dimiliki oleh BUMN ini belum pernah sekalipun berhasil menembus babak final four.

Kini, dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit dan tekanan yang semakin besar, seluruh elemen tim Jakarta Livin’ Mandiri tentu bertekad untuk memberikan yang terbaik. Pertarungan sengit di sisa musim akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan strategi tim ini dalam meraih mimpi final four yang selama ini belum terwujud. Para penggemar voli tentu menantikan apakah Jakarta Livin’ Mandiri mampu bangkit dan menciptakan sejarah baru di Proliga 2026.