Berita

Korlantas Siapkan Jalur Satu Arah untuk Arus Balik Mulai 23 Maret

×

Korlantas Siapkan Jalur Satu Arah untuk Arus Balik Mulai 23 Maret

Sebarkan artikel ini



.CO.ID, CIKAMPEK — Korlantas Polri sedang mempersiapkan skema one way lokal untuk mengelola arus balik Lebaran yang akan berlangsung mulai 23 Maret 2026. Ini merupakan tindak lanjut dari evaluasi terhadap arus mudik yang telah dilakukan sebelumnya. Pemerintah memprediksi bahwa puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yaitu pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode kepulangan. Perhitungan distribusi kendaraan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil di lapangan.

“Pengalaman selama arus mudik menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada puncaknya, dari 258 ribu menjadi 270 ribu kendaraan. Arus balik juga harus kita antisipasi,” ujar Agus saat berada di Command Center Korlantas Polri, Cikampek, Sabtu (21/3/2026).

Baca Juga :  Batu Hitam Bergerak, Warga Antusias Bentuk Koprasi Merah Putih

Korlantas mencatat bahwa distribusi kendaraan menuju wilayah Jawa Barat berada di kisaran 30 hingga 35 persen. Arus tersebut akan dikelola melalui penggunaan Jalan Tol Japek II Selatan dan jalur Bocimi agar beban di jalur utama dapat dikurangi.

Agus menjelaskan bahwa porsi arus dari Tol Trans Jawa menjadi perhatian utama karena kontribusinya yang dominan. Jalur ini menjadi titik krusial dalam pengaturan arus balik menjelang puncak pergerakan kendaraan.

“Untuk arus dari Trans Jawa kurang lebih mencapai 66 persen. Ini yang harus kita kelola,” katanya.

Agus menambahkan bahwa Korlantas menyiapkan skema bertahap dalam penerapan one way lokal yang dimulai dari Km 414 menuju Km 70. Skema ini bisa diperluas hingga Pejagan Km 263 jika volume kendaraan masih tinggi.

Baca Juga :  Teknologi Memanas, Tiongkok Blokir Konsultan Kanada yang Ungkap Komponen Huawei

Rekayasa lalu lintas disusun secara fleksibel sesuai dengan dinamika di lapangan. Jika terjadi peningkatan jumlah kendaraan, skema one way akan diperpanjang hingga titik penyempitan arus sebelum kembali melebar menuju Jakarta.

“Bila diperlukan, pada 23 Maret ini kami mulai menerapkan one way lokal tahap pertama dari Km 414 menuju Km 70. Kemungkinan akan dibagi dalam dua tahap,” jelas Agus.

Selain itu, Korlantas juga menyiapkan contraflow menuju Jakarta sebagai langkah lanjutan. Skema ini direncanakan berlaku dari Km 70 hingga Km 55 atau Km 36, tergantung pada kondisi arus.

Pemantauan dilakukan melalui traffic counting secara real time. Evaluasi berkelanjutan menjadi dasar dalam penyesuaian rekayasa lalu lintas di lapangan.