Peran Kreator Konten dalam Penyebaran Informasi Gizi dan Kesehatan
Sebagai kreator konten yang fokus pada isu gizi dan kesehatan, penting untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Dokter Spesialis Gizi Metta Satyani menekankan bahwa setiap konten edukasi kesehatan harus didasarkan pada jurnal penelitian medis yang kredibel. “Kita perlu berhati-hati dalam membuat konten edukasi kesehatan. Jangan sampai kita memberikan informasi yang berlebihan atau bahkan menyebarkan hoaks,” ujarnya.
Metta juga mengingatkan para kreator untuk tidak menyampaikan informasi yang bisa dianggap sebagai nasihat medis. “Jangan sampai kita dianggap oleh audiens di media sosial sebagai medical advice. Jangan sampai kita malah memperluas penyebaran hoaks kesehatan apalagi sampai menimbulkan ketakutan di dunia digital,” tambahnya.
Media sosial telah menjadi ruang utama penyebaran informasi gaya hidup sehat. Namun, tantangan misinformasi dan hoaks masih menjadi ancaman nyata. Untuk menjawab tantangan ini, Danone Indonesia bekerja sama dengan Narasi Academy menghadirkan program pelatihan intensif bagi 35 kreator muda terpilih. Program ini bertujuan membekali mereka dengan pengetahuan gizi, keterampilan komunikasi, dan etika digital agar mampu menjadi trusted voice di bidang gizi dan kesehatan.
VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sujianto menjelaskan bahwa Danone Indonesia menyadari betapa pentingnya peran Gen Z sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat dan membangun kesadaran mengenai pentingnya peran aktif masyarakat untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia. “Melalui acara ini kami ingin mendukung para content creator untuk menjadi trusted voice yang dapat menyuarakan informasi gizi dan kesehatan di tengah maraknya misinformasi di media sosial,” katanya.
Setelah mengikuti kelas pelatihan, peserta diberikan tantangan untuk membuat konten gizi dan gaya hidup sehat yang kredibel dan kreatif, dibimbing langsung oleh Chief Creative Officer Narasi Jovial da Lopez. Dalam kelasnya, Jovial memaparkan perjalanan dirinya sebagai kreator dan sharing bagaimana para peserta dapat meningkatkan potensi mereka sebagai kreator. “Setiap konten adalah ekstensi dari diri para kreator, sebagai kreator kita perlu mengabaikan segala noises (kebisingan) dan demons (hasutan) yang menghalangi dan berfokus untuk mencari ‘YOU’ dari dalam diri kita,” ujarnya.
Ia mengungkapkan apresiasi dan rasa senangnya melihat berbagai konten berkualitas dari para peserta melalui acara ini. “Saya sangat senang melihat seluruh konten dari para peserta, terlihat bahwa setiap konten dari para kreator dibuat dengan arah dan tujuan yang jelas. Saya percaya ini menjadi langkah yang sangat bagus bagi para kreator untuk semakin sukses sebagai kreator,” tambahnya.
Pada akhir program, seluruh peserta akan dinilai berdasarkan hasil konten yang diproduksi. Kemudian 2 pemenang akan terpilih untuk kategori pemenang utama dan pemenang favorit. Citra Tanani terpilih menjadi pemenang utama. Ia membuat konten Lapar Asli vs Lapar Palsu yang ternyata begitu relate dengan banyak orang. “Awalnya hanya ingin berbagi sesuatu yang sederhana, tapi ternyata bisa memberi dampak dan bahkan memicu banyak pertanyaan dari penonton. Pengalaman ini bikin aku semakin semangat untuk terus membuat konten gizi yang bukan hanya informatif dan aplikatif, tapi juga membantu lebih banyak orang sadar pentingnya pola makan sehat yang berkelanjutan,” kata Citra.
Lalu ada pula Novi Karyanti yang menjadi pemenang konten terfavorit. “Jadi pemenang bikin aku makin termotivasi untuk membuat konten yang tidak hanya seru dilihat, tapi juga impactful dan bikin anak muda lebih peduli sama hidup sehat. Harapannya, setelah acara ini, aku bisa konsisten jadi kreator yang terus nyebarin informasi yang positif, inspiratif, dan bikin isu gizi terasa dekat sama kita semua,” kata Novi.

















