Internasional

Kronologi Jet Pribadi Jatuh di Jepang: 9 Selamat, 6 WNI

×

Kronologi Jet Pribadi Jatuh di Jepang: 9 Selamat, 6 WNI

Sebarkan artikel ini

Insiden Jet Pribadi dari Indonesia di Bandara Jepang: Penumpang WNI Selamat, Landasan Pacu Ditutup

Sebuah insiden yang melibatkan sebuah jet pribadi asal Indonesia terjadi di Bandara New Chitose, Sapporo, Hokkaido, Jepang, pada Jumat malam, 12 Desember 2025, sekitar pukul 18:30 waktu setempat. Pesawat tersebut dilaporkan keluar dari landasan pacu dan kemudian berhenti di area bersalju, memicu kekhawatiran dan respons cepat dari pihak bandara.

Beruntungnya, seluruh penumpang dan kru yang berjumlah sembilan orang dilaporkan selamat tanpa cedera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya adalah warga negara Indonesia (WNI). Pesawat tersebut diketahui sempat mengeluarkan asap setelah berhenti di ujung landasan pacu B, yang kemudian menyebabkan penutupan landasan pacu tersebut selama beberapa waktu.

Kronologi Kejadian yang Terjadi

Menurut laporan yang diterima, jet pribadi tersebut memasuki landasan pacu dan kemudian berhenti di bagian yang tertutup salju, menyimpang dari jalur landasan pacu. Kejadian ini segera memicu respons dari layanan darurat bandara. Sejumlah truk pemadam kebakaran dikirim ke lokasi untuk memeriksa kondisi pesawat dan mencegah potensi bahaya lebih lanjut.

Baca Juga :  Jaga Pasokan Susu, Qatar Terbangkan 4.000 Sapi dari Australia dan AS

Pesawat yang terlibat dalam insiden ini diidentifikasi memiliki registrasi VH-PFL, sebuah model Gulfstream G550 (GV-SP) yang tergolong sebagai jet pribadi. Pesawat ini dioperasikan oleh Pacific Flight Services Pty Ltd, sebuah perusahaan layanan penerbangan yang merupakan bagian dari ST Engineering (Singapore). ST Engineering sendiri memiliki struktur kepemilikan yang melibatkan Temasek Holdings sebagai pemegang saham terbesar, serta investor institusional global lainnya seperti BlackRock, Inc. dan The Vanguard Group, Inc., selain investor ritel dan publik.

Meskipun sempat mengeluarkan asap, para petugas pemadam kebakaran mengonfirmasi bahwa tidak ada kerusakan signifikan pada pesawat, seperti kebocoran bahan bakar. Hal ini tentu menjadi kabar baik mengingat potensi risiko yang bisa ditimbulkan.

Dampak Terhadap Operasional Bandara

Insiden ini berdampak langsung pada operasional Bandara New Chitose. Landasan pacu B terpaksa ditutup mulai pukul 19:30 waktu setempat, yang menyebabkan sejumlah besar penerbangan dibatalkan. Pada tanggal 12 Desember 2025, tercatat sebanyak 92 penerbangan di Bandara Chitose dibatalkan, sebagian besar diakibatkan oleh kondisi cuaca buruk berupa salju tebal yang turun di wilayah bandara, ditambah dengan penutupan landasan pacu akibat insiden pesawat tersebut.

Baca Juga :  Rayakan Tahun Baru Impian: Buru Tiket Murah ke Singapura & Jepang!

Manajemen Bandara Hokkaido dan pihak terkait lainnya segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap situasi di lapangan untuk memastikan keamanan dan mengevaluasi langkah-langkah selanjutnya. Upaya pemulihan dan penanganan pesawat yang mengalami insiden menjadi prioritas utama agar operasional bandara dapat segera kembali normal.

Keselamatan Penumpang Menjadi Prioritas Utama

Keberhasilan evakuasi seluruh penumpang dan kru tanpa cedera adalah aspek terpenting dari insiden ini. Hal ini menunjukkan efektivitas protokol keselamatan yang berlaku di bandara dan kesigapan tim tanggap darurat. Meskipun detail mengenai penyebab pasti keluarnya pesawat dari landasan pacu masih dalam investigasi, fokus utama saat ini adalah pada penanganan dampak insiden dan pemulihan layanan penerbangan.

Kejadian ini menjadi pengingat akan kompleksitas operasional penerbangan, terutama di kondisi cuaca yang menantang seperti salju tebal. Pihak berwenang terkait akan terus melakukan investigasi untuk memahami akar permasalahan dan mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.