BATAM — PLN Batam melakukan penjualan perdana Renewable Energy Certificate (REC) atau sertifikat energi hijau ke PT Volex Indonesia baru-baru ini. Sertifikat energi ramah lingkungan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tanjung Uma yang dikembangkan PLN Batam.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PLN Batam Raditya Surya Danu mengatakan REC memungkinkan industri untuk mencatat penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) dengan verifikasi internasional. “REC memudahkan industri yang ingin berkontribusi pada pengurangan emisi tanpa harus menanggung biaya investasi pembangunan pembangkit EBT,” kata Danu di Batam, Selasa (7/10/2025).
Menurut Danu, penggunaan EBT sangat penting untuk meningkatkan daya tawar produk industri di pasar global yang makin sensitif terhadap isu lingkungan. “Melalui pembelian REC, Volex dapat mengklaim penggunaan energi bersih di fasilitas produksinya di Batam,” tuturnya.
Transaksi REC ini dilakukan melalui Platform International REC Standard (I-REC), sistem sertifikasi energi terbarukan yang menguasai lebih dari 95% pasar global. Penggunaan platform tersebut memastikan kredibilitas, transparansi, dan verifikasi internasional atas klaim penggunaan energi hijau.
Dengan sistem ini, setiap unit REC mewakili produksi 1 megawatt hour (MWh) listrik dari sumber energi terbarukan. Perusahaan yang membeli REC dapat secara sah mencatat konsumsi energi hijau mereka, meskipun listrik yang dikonsumsi tetap berasal dari jaringan umum.
Kerja sama PLN Batam-Volex terjadi di tengah meningkatnya tekanan global untuk dekarbonisasi industri. Negara-negara tujuan ekspor makin ketat memberlakukan standar lingkungan, salah satunya adalah pajak karbon lintas batas Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa yang mewajibkan produk impor mencantumkan jejak karbon.
Dengan mengadopsi REC, perusahaan di Batam dapat menjaga daya saing produk mereka di pasar ekspor. Langkah ini juga sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Sektor energi sendiri merupakan pilar utama dalam pencapaian target penurunan emisi karbon tersebut.
PLN Batam tidak berhenti pada penjualan REC perdana ini, tetapi juga menyiapkan strategi baru dengan memperluas portofolio EBT, baik melalui pembangunan PLTS skala besar maupun diversifikasi sumber energi hijau lainnya.
PLTS Tanjung Uma saat ini menjadi proyek percontohan untuk pasokan energi terbarukan. Ke depan, PLN Batam menargetkan peningkatan kapasitas dan perluasan penawaran REC ke lebih banyak pelanggan industri di kawasan Batam dan Kepulauan Riau.
“Batam memiliki potensi besar sebagai pusat manufaktur sekaligus hub logistik internasional. Dengan energi hijau yang terverifikasi global, Batam bisa menarik lebih banyak investasi asing yang berorientasi pada keberlanjutan,” kata Danu.
Manfaat Penggunaan REC bagi Industri
Peningkatan Daya Saing
Penggunaan REC membantu perusahaan menunjukkan komitmen terhadap lingkungan, sehingga meningkatkan daya saing di pasar global. Produk yang menggunakan energi hijau cenderung lebih diminati oleh konsumen yang peduli akan isu lingkungan.Pemenuhan Standar Internasional
Melalui platform I-REC, perusahaan dapat memenuhi standar lingkungan yang diterapkan oleh negara-negara tujuan ekspor. Hal ini penting karena banyak pasar internasional kini mewajibkan produk impor untuk menunjukkan jejak karbon.Pengurangan Emisi Tanpa Investasi Besar
PERC memungkinkan perusahaan untuk mengurangi emisi tanpa harus membangun pembangkit EBT sendiri. Ini menghemat biaya dan waktu, terutama bagi perusahaan yang belum siap untuk investasi besar dalam energi terbarukan.
Strategi PLN Batam dalam Pengembangan EBT
Ekspansi PLTS
PLN Batam berencana untuk memperluas kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Tanjung Uma. Proyek ini akan menjadi contoh nyata bagaimana energi terbarukan dapat digunakan untuk mendukung industri dan ekonomi lokal.Diversifikasi Sumber Energi Hijau
Selain PLTS, PLN Batam juga akan mengeksplorasi sumber energi hijau lainnya seperti energi angin, hidro, dan bioenergi. Diversifikasi ini bertujuan untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.Pengembangan Pasar REC
PLN Batam berkomitmen untuk memperluas penawaran REC kepada lebih banyak pelanggan industri. Tujuannya adalah untuk meningkatkan adopsi energi hijau di wilayah Batam dan Kepulauan Riau.
Potensi Ekonomi dan Lingkungan di Batam
Pusat Manufaktur dan Logistik
Batam memiliki posisi strategis sebagai pusat manufaktur dan logistik internasional. Dengan energi hijau yang terverifikasi, kota ini bisa menarik lebih banyak investasi asing yang tertarik pada keberlanjutan.Pengurangan Jejak Karbon
Penggunaan energi terbarukan akan membantu mengurangi jejak karbon industri di Batam. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat
Penggunaan energi hijau juga berdampak positif terhadap kualitas hidup masyarakat. Pencemaran udara dan air dapat dikurangi, sehingga lingkungan menjadi lebih sehat dan nyaman.

















