Realisasi Dana Transfer ke Daerah Kabupaten Lampung Timur Capai 97,23 Persen
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mencatat realisasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang mengesankan hingga akhir Desember 2025. Total dana yang berhasil direalisasikan mencapai Rp 1.667,67 miliar, atau sekitar 1,6 triliun rupiah. Angka ini merepresentasikan 97,23 persen dari pagu anggaran TKD yang ditetapkan sebesar Rp 1.715,24 miliar.
Apa Itu Dana Transfer ke Daerah (TKD)?
Dana Transfer ke Daerah, yang selanjutnya disingkat TKD, merupakan komponen krusial dalam belanja negara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana ini dialokasikan dan disalurkan kepada pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) untuk dikelola. Tujuannya adalah untuk membiayai penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, sehingga pelayanan publik dan pembangunan di tingkat lokal dapat berjalan optimal.
Komponen Utama Dana Transfer ke Daerah
Secara umum, Dana Transfer ke Daerah terbagi menjadi beberapa kategori utama:
Transfer Dana Perimbangan: Kategori ini mencakup dana yang dialokasikan kepada daerah berdasarkan porsi penerimaan negara yang diperoleh dari daerah tersebut.
- Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak
- Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau
- Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (SDA)
- Dana Alokasi Umum (DAU)
- Dana Alokasi Khusus (DAK)
Transfer Dana Otonomi Khusus dan Penyesuaian: Kategori ini meliputi dana yang diberikan kepada daerah-daerah tertentu yang memiliki kekhususan, baik secara geografis, sosial, maupun budaya.
- Transfer Dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat
- Transfer Dana Otonomi Khusus Provinsi Aceh
Transfer Dana Penyesuaian: Dana ini disalurkan untuk mendukung program-program spesifik yang menjadi prioritas nasional atau untuk mengatasi ketimpangan antar daerah.
- Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD)
- Tambahan Penghasilan Guru PNSD
- Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
- Dana Insentif Daerah (DID)
- Dana Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (P2D2)
Rincian Alokasi TKD Kabupaten Lampung Timur per Desember 2025
Hingga akhir tahun 2025, Kabupaten Lampung Timur menerima berbagai jenis kucuran TKD dengan rincian sebagai berikut:
- Dana Bagi Hasil: Rp 69,39 Miliar
- Dana Alokasi Umum: Rp 1.224,21 Miliar
- Dana Alokasi Khusus Fisik: Rp 16,01 Miliar
- Dana Alokasi Khusus Nonfisik: Rp 358,07 Miliar
Analisis Rinci Realisasi TKD Lampung Timur 2025
Tabel berikut menyajikan rincian anggaran (pagu) dan realisasi TKD di Kabupaten Lampung Timur per Desember 2025, beserta persentase pencapaiannya:
| Akun | Anggaran/Pagu (M) | Realisasi (M) | Persen (%) |
|---|---|---|---|
| TRANSFER KE DAERAH | 1.715,24 | 1.667,67 | 97,23 |
| Dana Bagi Hasil | 72,69 | 69,39 | 95,45 |
| Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit | 2,00 | 2,00 | 100,00 |
| DBH Cukai Hasil Tembakau | 0,45 | 0,45 | 100,00 |
| DBH PBB Bagian Daerah untuk Kabupaten/Kota | 31,42 | 28,88 | 91,91 |
| DBH PPh Pasal 21 | 7,51 | 6,82 | 90,72 |
| DBH PPh Pasal 25/29 OP | 0,72 | 0,65 | 90,72 |
| DBH SDA Kehutanan – PSDH | 0,03 | 0,03 | 100,00 |
| DBH SDA Minerba – Iuran Tetap | 0,00 | 0,00 | 100,00 |
| DBH SDA Minerba – Royalti | 0,00 | 0,00 | 100,00 |
| DBH SDA Minyak Bumi 15 % | 28,51 | 28,51 | 100,00 |
| DBH SDA Panas Bumi – Iuran Tetap | 0,03 | 0,03 | 100,00 |
| DBH SDA Panas Bumi – Setoran Bagian Pemerintah | 0,56 | 0,56 | 100,00 |
| DBH SDA Perikanan | 1,46 | 1,46 | 100,00 |
| Dana Alokasi Umum | 1.260,71 | 1.224,21 | 97,10 |
| Dana Alokasi Umum (Reguler) | 1.052,93 | 1.052,76 | 99,98 |
| Dana Alokasi Umum Bidang Kesehatan | 51,23 | 51,23 | 100,00 |
| Dana Alokasi Umum Bidang Pendidikan | 116,04 | 116,04 | 100,00 |
| Dana Alokasi Umum Penggajian Formasi PPPK | 6,97 | 4,18 | 60,02 |
| Transfer Dana Alokasi Umum Dukungan THR dan Gaji Ketiga Belas bagi Guru ASN Daerah | 33,55 | 0,00 | 0,00 |
| Dana Alokasi Khusus Fisik | 16,32 | 16,01 | 98,09 |
| Dana Alokasi Khusus Penugasan | 16,32 | 16,01 | 98,09 |
| Dana Alokasi Khusus Nonfisik | 365,51 | 358,07 | 97,96 |
| Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana | 11,37 | 11,37 | 100,00 |
| Dana Bantuan Operasional Kesehatan | 37,55 | 30,37 | 80,88 |
| Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Pendidikan Kesetaraan | 2,90 | 2,90 | 99,83 |
| Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan – Pendidikan Anak Usia Dini | 16,84 | 16,82 | 99,92 |
| Dana Bantuan Operasional Sekolah | 123,37 | 123,34 | 99,98 |
| Dana Ketahanan Pangan dan Pertanian | 0,43 | 0,21 | 50,00 |
| Dana Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak | 0,40 | 0,40 | 100,00 |
| Dana Tambahan Penghasilan Guru ASN Daerah | 0,53 | 0,52 | 99,62 |
| Dana Tunjangan Profesi Guru ASN Daerah | 172,13 | 172,13 | 100,00 |
| DANA DESA | 269,50 | 266,45 | 98,87 |
| Dana Desa | 269,50 | 266,45 | 98,87 |
| Dana Desa | 269,50 | 266,45 | 98,87 |
| TOTAL TKDD | 1.984,74 | 1.934,13 | 97,45 |
Evaluasi Kinerja Realisasi TKD
Secara keseluruhan, Kabupaten Lampung Timur menunjukkan kinerja yang baik dalam merealisasikan Dana Transfer ke Daerah. Mayoritas komponen TKD mencapai target realisasi yang tinggi, bahkan ada beberapa item yang mencapai 100 persen. Hal ini menunjukkan efektivitas pengelolaan anggaran dan penyaluran dana di tingkat daerah.
Beberapa poin yang patut dicatat dari rincian tersebut:
- Dana Alokasi Umum (DAU): Komponen terbesar dari TKD ini menunjukkan realisasi yang solid, kecuali pada bagian penggajian formasi PPPK dan dukungan THR/Gaji ke-13 bagi guru ASN. Hal ini mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut terkait efisiensi penggunaan anggaran untuk pos tersebut.
- Dana Alokasi Khusus (DAK): Baik DAK Fisik maupun Nonfisik juga menunjukkan tingkat realisasi yang tinggi, mengindikasikan bahwa program-program yang didanai melalui DAK berjalan lancar. Namun, Dana Bantuan Operasional Kesehatan dan Dana Ketahanan Pangan serta Pertanian memiliki persentase realisasi yang lebih rendah dibandingkan pos lainnya.
- Dana Desa: Dana yang dialokasikan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa juga terealisasi dengan baik.
Realisasi TKD yang tinggi ini menjadi indikator positif bagi kemampuan Kabupaten Lampung Timur dalam mengelola keuangan negara untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di wilayahnya.

















