Pembatalan Mendadak Acara LE SSERAFIM di Shanghai, Ada Apa?
Penggemar grup idola K-Pop LE SSERAFIM di Shanghai harus menelan kekecewaan. Acara fansign yang sangat dinanti-nantikan oleh para penggemar grup besutan Source Music ini, yang sedianya digelar akhir pekan ini, mendadak dibatalkan hanya 48 jam sebelum jadwal pelaksanaan. Penyelenggara acara, MAKESTAR, telah merilis pernyataan resmi mengenai pembatalan mendadak ini.
Rincian Pembatalan Acara LE SSERAFIM di Shanghai
Pada hari Jumat, 12 Desember 2025, MAKESTAR mengumumkan pembatalan acara bertajuk ‘LE SSERAFIM 1st Single Album “SPAGHETTI” FAN SIGNING EVENT & PHOTO EVENT IN SHANGHAI’ yang seharusnya berlangsung pada 14 Desember. Keputusan ini diambil setelah melalui diskusi mendalam dengan berbagai pihak terkait.
Dalam pernyataannya, MAKESTAR menjelaskan bahwa pembatalan ini disebabkan oleh “keadaan setempat di luar kendali kami”. Detail mengenai keadaan spesifik yang dimaksud memang tidak diungkapkan secara gamblang, namun implikasi dari pembatalan mendadak ini sangat terasa bagi para penggemar.
Permohonan Maaf Penyelenggara atas Ketidaknyamanan
Menyadari dampak dari pembatalan mendadak ini, pihak penyelenggara, MAKESTAR, menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh penggemar di Shanghai. Semua pesanan yang telah dilakukan untuk acara fansign dan photo event tersebut akan dikembalikan secara otomatis.
MAKESTAR menekankan bahwa mereka memahami kekecewaan yang dirasakan oleh para penggemar yang telah menantikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan anggota LE SSERAFIM. “Sekali lagi, kami dengan tulus meminta maaf kepada penggemar yang telah memberikan cinta dan minat pada acara ini,” ujar pihak penyelenggara. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan kepada LE SSERAFIM dan merasa sangat menyesal atas pembatalan yang terjadi. “Kami dengan tulus meminta maaf kepada penggemar yang telah menunggu lama,” tambahnya.
Dugaan Keterkaitan dengan Ketegangan Geopolitik
Pembatalan acara fansign LE SSERAFIM di Shanghai ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Tiongkok dan Jepang. Sejak akhir November 2025, Tiongkok dilaporkan telah membatalkan sejumlah acara budaya yang berkaitan dengan Jepang. Dampak pembatalan ini tidak hanya terbatas pada acara musik, tetapi juga merambah ke penayangan film, festival anime, dan berbagai kegiatan kebudayaan lainnya.

Muncul spekulasi bahwa pembatalan acara LE SSERAFIM ini berkaitan erat dengan situasi politik yang sedang memanas. Kabar yang beredar menyebutkan adanya dugaan permintaan dari pejabat Tiongkok untuk tidak menyertakan dua anggota LE SSERAFIM yang berasal dari Jepang, yaitu Sakura dan Kazuha, dalam acara fansign di Shanghai. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa ada usulan agar acara hanya melibatkan anggota Yunjin, Chaewon, dan Eunchae.
Namun, spekulasi lebih lanjut mengemukakan bahwa HYBE Labels, perusahaan induk dari Source Music, menolak usulan tersebut. Diduga, penolakan ini berujung pada keputusan untuk membatalkan seluruh acara fansign demi menghindari potensi masalah yang lebih besar atau diskriminasi berdasarkan kewarganegaraan. Keputusan untuk membatalkan sepenuhnya acara ini dianggap sebagai langkah untuk menjaga integritas grup dan menghindari perpecahan di antara anggota.

Situasi ini menyoroti bagaimana ketegangan antarnegara dapat secara langsung memengaruhi industri hiburan global, termasuk K-Pop. Penggemar yang telah berinvestasi waktu dan emosi dalam penantian ini tentu merasa sangat terpukul.
Dampak Lebih Luas dan Potensi Implikasi
Pembatalan acara LE SSERAFIM di Shanghai ini menjadi contoh nyata bagaimana isu-isu geopolitik dapat merambah ke ranah hiburan. Bagi para idola, acara seperti fansign dan fan meeting adalah momen penting untuk terhubung langsung dengan basis penggemar mereka di berbagai negara. Pembatalan mendadak seperti ini tidak hanya mengecewakan penggemar, tetapi juga berpotensi memengaruhi citra grup dan hubungan mereka dengan pasar internasional.
Selain itu, insiden ini juga dapat memicu kekhawatiran bagi agensi hiburan lain yang berencana mengadakan acara di Tiongkok, terutama jika melibatkan artis dari negara-negara yang sedang memiliki hubungan kurang harmonis dengan Tiongkok. Perlu dicatat bahwa LE SSERAFIM sendiri memiliki anggota dari Korea Selatan (Chaewon, Yunjin, Eunchae) dan Jepang (Sakura, Kazuha), yang menjadikan mereka grup dengan keberagaman kewarganegaraan yang cukup menonjol.
Meskipun detail pasti di balik pembatalan ini belum sepenuhnya terkonfirmasi, spekulasi yang mengaitkannya dengan ketegangan Tiongkok-Jepang tampaknya menjadi penjelasan yang paling masuk akal mengingat tren pembatalan acara budaya Jepang sebelumnya di Tiongkok. Para penggemar di Shanghai tentu berharap situasi ini dapat segera membaik agar mereka dapat kembali memiliki kesempatan untuk bertemu dengan idola kesayangan mereka di masa depan.
LE SSERAFIM sendiri baru-baru ini juga dikabarkan menjadi salah satu penampil di acara penutupan GeForce Gamer Festival, menunjukkan bahwa popularitas mereka terus menanjak di berbagai panggung. Namun, peristiwa di Shanghai ini menjadi pengingat akan kompleksitas dalam menjalankan aktivitas global di era yang penuh dengan dinamika politik.



















