Pendidikan

Mahasiswa UNBAJA Jelajahi Pembangunan Tol Serang-Panimbang

×

Mahasiswa UNBAJA Jelajahi Pembangunan Tol Serang-Panimbang

Sebarkan artikel ini

Mahasiswa Teknik Sipil UNBAJA Jelajahi Pembangunan Tol Serang–Panimbang Seksi 2

Serang, Banten – Sebanyak 50 mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil Universitas Banten Jaya (UNBAJA), yang terdiri dari mahasiswa semester 3 dan 5, berkesempatan untuk memperluas wawasan praktis mereka melalui kunjungan lapangan ke salah satu proyek strategis nasional yang sedang berjalan: Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 2. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Desember 2025, dan menjadi ajang penting bagi para calon insinyur sipil untuk melihat langsung implementasi ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah.

Rombongan mahasiswa tidak datang sendiri. Mereka didampingi oleh Ketua Program Studi Teknik Sipil, Nila Prasetyo Artiwi, serta para dosen yang memiliki keahlian beragam, yaitu Muhammad Ichwanul Yusup, Bambang Hariyanto, Telly Rosdiyani, dan Euis Amilia. Kehadiran para akademisi ini memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan bimbingan yang komprehensif dan dapat mengaitkan setiap observasi dengan teori yang telah diajarkan.

Keunikan kunjungan kali ini juga diperkaya dengan kehadiran Adhi Nugroho, seorang mahasiswa Teknik Sipil UNBAJA yang juga aktif berperan sebagai konsultan di proyek Tol Serang–Panimbang PT Jaya CM. Keberadaannya memberikan dimensi baru bagi para mahasiswa lainnya, membuka pandangan tentang bagaimana peran profesional di lapangan beroperasi dan berkontribusi dalam sebuah proyek berskala besar. Pengalaman Adhi menjadi jembatan antara dunia akademis dan profesionalisme yang sesungguhnya.

Dekan Fakultas Teknik, Anis Masruroh, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini. “Kunjungan ini dirancang untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai berbagai aspek dalam proses pembangunan infrastruktur jalan tol. Mulai dari bagaimana manajemen proyek dikelola, peran krusial berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), hingga pemahaman mendalam tentang milestone pembangunan yang sedang berlangsung,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa mahasiswa juga akan mendalami lingkup gambar kerja, mengidentifikasi jenis-jenis alat berat yang digunakan dalam konstruksi, serta memahami standar pelaksanaan konstruksi yang diterapkan di lapangan.

Baca Juga :  Safari Ramadan di Batuaji, Amsakar Serahkan Bantuan Rp115 Juta untuk Pembangunan Masjid

Setibanya di lokasi, rombongan mahasiswa disambut dengan hangat oleh tim dari proyek. Pimpinan Proyek PT. WSP (Wijaya Karya Serang Panimbang), Kuntoro Warsono Nugroho, bersama Nauval Afdlila, Zaky Firmansyah, dan jajaran mereka, memberikan presentasi mendalam di kantor proyek. Dalam sesi tersebut, dipaparkan secara komprehensif mengenai program pelaksanaan pekerjaan, tahapan-tahapan konstruksi yang telah dan akan dilalui, serta berbagai tantangan teknis yang sering kali dihadapi oleh para insinyur di lapangan.

Setelah sesi pemaparan, para peserta diajak untuk menjelajahi langsung area pembangunan. Mereka berkesempatan mengunjungi beberapa titik krusial proyek, termasuk Gerbang Tol Cikulur dan Gerbang Tol Cileles. Salah satu lokasi yang paling menarik perhatian adalah area pembangunan jembatan yang pada saat itu sedang memasuki tahap erection di dekat Exit Tol Cikulur. Di lokasi-lokasi inilah, para mahasiswa dapat menyaksikan secara langsung proses konstruksi yang kompleks dan berinteraksi langsung dengan tim teknis yang bekerja di lapangan.

Baca Juga :  Batas Akhir Beasiswa Gratispol Kaltim 2026: D3-S3

Antusiasme para mahasiswa terlihat jelas dari berbagai pertanyaan yang mereka ajukan dan pengamatan mendalam yang mereka lakukan. Mereka takjub mengamati penggunaan alat berat modern, metode pelaksanaan pekerjaan mulai dari proses pembesian tulangan beton hingga tahapan pengecoran jalan yang memakan waktu dan presisi tinggi, serta sistem manajemen keselamatan kerja yang diterapkan untuk memastikan keamanan seluruh pekerja.

“Antusiasme mahasiswa terlihat jelas saat mereka mengamati penggunaan alat berat, metode pelaksanaan pekerjaan mulai dari pembesian hingga pengecoran jalan, serta sistem manajemen keselamatan kerja yang diterapkan,” jelas Anis Masruroh. Ia berharap kunjungan lapangan semacam ini dapat secara signifikan memperkaya wawasan praktis mahasiswa. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya setelah lulus. “Saya menekankan pentingnya pengalaman lapangan sebagai pendukung kompetensi lulusan Teknik Sipil UNBAJA,” tegasnya, menggarisbawahi nilai fundamental dari pembelajaran di luar kelas.

Kunjungan ini tidak hanya sekadar melihat-lihat, tetapi merupakan bagian integral dari kurikulum yang dirancang untuk membentuk lulusan Teknik Sipil yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga terampil dan siap beradaptasi dengan tuntutan industri konstruksi yang dinamis. Pengalaman langsung di lapangan ini akan menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa dalam meniti karir mereka di masa depan.