BeritaBerita PilihanDaerahNewsNTT

Masyarakat Jangan Takut, BPJS Ketengakerjaan Tidak Pernah Gagal Bayar Hak Peserta

×

Masyarakat Jangan Takut, BPJS Ketengakerjaan Tidak Pernah Gagal Bayar Hak Peserta

Sebarkan artikel ini
Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nusa Tenggara Timur, Berlokasi di Jl. W.J Lalamentik, No.88 Oebufu, Kota Kupang, Provinsi NTT. Selasa,30/4/24 (Foto : Marcho)

Alreinamedia.com- NTT, Kepesertaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam mengikuti program jaminan sosial yang aktif hingga saat ini baru mencapai 300 ribu orang atau 30 persen dari total jumlah penduduk di NTT.

Tingkat Keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti program jaminan sosial tersebut tentu masih sangat rendah.

Faktor yang mempengaruhi hal tersebut diantaranya kurang dukungan pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan.

Serta keraguan masyarakat terhadap kelanjutan program BPJS Ketenagakerjaan bila gagal bayar terhadap hak peserta.

“Masyarakat tidak perlu takut karena BPJS adalah badan resmi milik negara, tidak sama dengan asuransi komersial. BPJS tidak akan pernah gagal bayar dan berkewajiban membayar hak peserta.” Ungkap Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kupang, Christian Natanael Sianturi, Berlokasi di Kantor BPJS Ketenagakerjaan NTT, 30/4/24.

Baca Juga :  Jampidum Setujui Empat Perkara di Hentikan Lewat Restorative Justice

Dari data yang diperoleh, pada tahun 2023, BPJS Ketenagakerjaan telah membayar klaim sebesar 500 miliar. Sedangkan iuran yang diterima BPJS Ketenagakerjaan hanya 190 Miliar.

Sebagai badan Negara , BPJS Ketenagakerjaan tidak mengejar keuntungan. Semua hasil iuran masyarakat adalah hak konstitusi seluruh peserta atau calon peserta untuk dilindungi.

Dirinya juga menyampaikan bahwa peserta BPJS Ketenagakerjaan di NTT baru 30 persen atau 300 ribu orang dari angkatan kerja. Ini rapor merah juga buat pemerintah daerah karena masyarakat NTT yang punya jaminan sosial baru 30 persen. Sisanya belum mempunyai Jaminan Sosial.

Upaya meningkatkan jumlah kepesertaan ditahun 2024, pihaknya menargetkan jumlah anggota aktif akan bertambah dua kali lipat, diantaranya meningkatkan kepesertaan pada pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah, seperti Petani, Pedagang, dan Nelayan.

Baca Juga :  Wushu Sumut Siap Berlaga di PON 2025 Kudus

“Tahun ini kami kerja ekstra, kami siap lakukan sosialisasi ke peserta termasuk menyediakan kanal- kanal pembayaran untuk memudahkan pembayaran. Kami juga punya sistem keagenan sebagai perpanjangan tangan untuk menerima pembayaran masyarakat.” Ungkap Christian.

Christian juga menegaskan manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan tersebut diharapkan mampu menjaga pekerja dan keluarganya tetap dapat hidup layak. Semakin banyak jumlah peserta di suatu daerah yang mempunyai jaminan sosial maka daerah itu akan semakin maju.

Dirinya optimis target sasaran kepesertaan kali ini akan meningkat. BPJS akan fokus pada semua sektor, baik itu pekerja informal atau Bukan Penerima Upah, UMKM, dan menyasar kelompok pekerja rentan. (Marcho)