Internasional

Mega Berharap Diplomasi Ekonomi Tiongkok Bangun Perdamaian Dunia

×

Mega Berharap Diplomasi Ekonomi Tiongkok Bangun Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini

Fuzhou – Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri berharap Tiongkok, sebagai raksasa ekonomi dunia baru, bisa melakukan diplomasi kebebasan ekonomi. Hal ini agar bisa menyingkirkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang disebabkan oleh sistem ekonomi liberal.

Megawati menyatakan harapannya tersebut saat menyampaikan orasi ilmiahnya di upacara penganugerahan gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari Fujian Normal University, Fuzhou, Tiongkok, Senin (5/11). Diplomasi Kebebasan Ekonomi, kata Mega, merupakan langkah diplomatik yang seharusnya ditempuh untuk menyingkirkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang disebabkan oleh sistem ekonomi liberal.

Menurut Mega, saat ini Tiongkok menjadi salah satu pusat ekonomi dunia, maka negeri itu seharusnya melaksanakannya.

“Saya berharap dan mendukung Tiongkok untuk melaksanakan diplomasi kebebasan ekonomi,” kata Megawati.

Kehadiran Tiongkok, Mega melanjutkan, jelas dibutuhkan dalam menghadapi keruwetan masalah dunia. Banyak negara membutuhkan Tiongkok, dan bahkan Amerika Serikat membutuhkan Tiongkok.

Baca Juga :  Indonesia Continues to Push for Equal COVID-19 Vaccine Access for All Countries: Minister

“Dunia membutuhkan Tiongkok yang memberikan contoh dalam melaksanakan diplomasi kebebasan ekonomi sehingga kekuatan ekonomi Tiongkok menjadi kekuatan nyata dunia,” kata dia.

Mega yang juga Ketua Umun PDI Perjuangan itu menyatakan dirinya meyakini bahwa diplomasi kebebasan ekonomi, jika dilaksanakan secara konsisten oleh Tiongkok, dapat menjadi jawaban bagi permasalahan dunia. Saat ini, dunia menghadapi masalah kemiskinan yang melahirkan berbagai masalah.

“Seperti kelaparan, pengangguran, terorisme, perdagangan manusia dan narkotika, pemanasan global, konflik antarnegara dan sebagainya,” kata Megawati.

Dia percaya bahwa Pemerintah dan Rakyat Tiongkok juga tidak setuju dengan praktik-praktik ekonomi yang tak berbelas kasih. Hal ini tercermin dari tekad Pemerintah Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.

Megawati lalu mengutip peristiwa penutupan sidang pertama Kongres Rakyat Nasional ke-13 di Beijing pada 20 Maret tahun ini. Presiden Xi Jinping menegaskan beberapa hal. Bahwa Tiongkok tidak akan pernah membangun dan berkembang dengan mengorbankan kepentingan bangsa-bangsa lain.

Baca Juga :  20 Tentara India Tewas dalam Bentrokan dengan Tentara China

Dengan kata lain, kata Megawati, ekonomi Tiongkok yang meningkat bukanlah sebuah isyarat perang dagang.

Baginya, paradigma ‘perang’ dalam ekonomi adalah sebuah cerminan dari liberalisme. Sementara Tiongkok saat ini, diyakininya tak sedang memainkan ‘perang’ dalam konteks itu.

“Ekonomi Tiongkok yang melesat adalah buah dari diplomasi politik dan ekonomi yang secara konsisten dilaksanakan oleh Lima Prinsip Perdamaian Zhou Enlai; Diplomasi Kebebasan Ekonomi menuju perdamaian dunia,” ujar Megawati.

Dalam orasi ilmiahnya Mega juga menjelaskan soal ‘Diplomasi Kebebasan Ekonomi Menuju Perdamaian Dunia’. Dia mengelaborasi pemikiran Bung Karno dan Perdana Menteri Pertama Tiongkok, Zhou Enlai. (am/detik)