Berita

Momen Haru Mahasiswa IPB Dianugerahi Gelar Sarjana Usai Gugur di Papua

×

Momen Haru Mahasiswa IPB Dianugerahi Gelar Sarjana Usai Gugur di Papua

Sebarkan artikel ini

Penghormatan untuk Anggit Bima Wicaksana, Mahasiswa IPB yang Gugur dalam Tugas

Graha Widya Wisuda, Kampus IPB University, Bogor, Rabu (29/10/2025) menjadi tempat penuh haru. Dalam barisan toga para wisudawan, nama Anggit Bima Wicaksana disebut dengan penuh hormat meski ia tak lagi hadir secara fisik. Ia diwisuda sebagai Sarjana Pertanian Anumerta setelah gugur saat menjalankan misi pemetaan potensi ekonomi di Kawasan Transmigrasi Bomberay, Tomage, Fakfak, Papua Barat.

Kisah pengabdian almarhum Bima kini menjadi simbol dedikasi anak muda yang memilih jalan sunyi membangun negeri dari pinggiran.

Beri Penghormatan Terakhir untuk Bima



Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memberikan penghormatan terakhirnya kepada keluarga almarhum. Ia mengenang Bima sebagai sosok muda yang memilih jalan pengabdian ketimbang kenyamanan.

Ia menyebut, semangat Bima mengingatkannya pada kisah legendaris Insinyur Kasim Harifin, alumnus IPB yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Maluku hingga 15 tahun lamanya.

“Kini IPB kembali melahirkan sosok serupa almarhum Anggit Bima Wicaksana, yang memilih turun ke Tanah Papua, mengabdikan ilmunya untuk rakyat, dan menolak hidup nyaman di Jakarta,” ujar Menteri Iftitah.

Baca Juga :  Pilwu Sliyeg Lor: Surat Suara di Tangan, Pertarungan Dimulai!

Ia menegaskan, semangat Bima sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menyebut Papua sebagai masa depan Indonesia.

“Ia gugur sebagai patriot muda Indonesia. Hari ini, meski Bima telah tiada, semangatnya tidak padam, hidup di setiap tatapan para wisudawan dan wisudawati,” imbuhnya.

Dihormati sebagai Pejuang Transmigrasi



Rektor IPB University, Arif Satria menuturkan, gelar anumerta Bima merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari kampus atas dedikasinya selama aktif sebagai mahasiswa.

“Beliau memilih bekerja di ruang sunyi, jauh dari tepuk tangan. Bekerja untuk memberi manfaat dan menjadi sebaik-baiknya manusia. Itu makna sejati dari pengabdian,” kata Prof. Arif.

Arif juga berterima kasih kepada Menteri Iftitah yang turun langsung mengevakuasi jenazah Bima dari Papua menuju rumah duka di Bintaro.

“Begitu mendengar kabar duka, Bapak Menteri langsung terbang dari Jakarta, mengevakuasi sendiri jenazah almarhum, dan mengantarkannya ke rumah duka. Sikap itu sangat kami hargai,” ujar Arif penuh haru.

Baca Juga :  Lantamal IV Peringati Maulid Nabi Muhammad SawTahun1439 H Tahun 2017

Sebagai bentuk penghargaan, Kementerian Transmigrasi memberikan gelar Pejuang Patriot Transmigrasi kepada Anggit Bima Wicaksana.

Mahasiswa IPB Meninggal dalam Kecelakaan di Papua



Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan IPB University, Anggit Bima Wicaksana, dilaporkan tewas akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas mulia sebagai peserta Ekspedisi Patriot di Papua.

Laporan diterima pihak kampus pada Selasa (21/10/2025). Namun detail meninggalnya Anggit belum diketahui.

Anggit adalah salah satu dari 285 peserta yang secara resmi dilepas oleh IPB University pada 22 Agustus 2025 untuk berpartisipasi dalam Ekspedisi Patriot ke-21 Kawasan Transmigrasi. Kepergian Anggit meninggalkan duka mendalam bagi seluruh sivitas akademika IPB.

Arif menyampaikan rasa kehilangan atas meninggalnya Anggit. Almarhum gugur di tengah perjuangan memberikan kontribusi riset dan pengabdian bagi pembangunan bangsa.

“Kami sangat berduka dengan meninggalnya Saudara Anggit. Semoga amal salehnya diterima di sisi Allah SWT dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Kami sangat kehilangan sosok anak muda pejuang kesejahteraan rakyat seperti Anggit,” kata Arif.