Babak Kualifikasi BK Porprov Jabar 2025 Grup 3
Panggung babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) XV Jawa Barat 2025 Grup 3 akan segera dituntaskan pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025 di GOR Tri Lomba Juang Kompleks Pajajaran Kota Bandung. Gelanggang A akan menjadi saksi kompetisi yang sangat sengit, dengan 22 partai final yang dipertandingkan dari kategori Seni dan Tanding.
Pada partai final tersebut, baik peraih medali emas maupun perak tetap akan mendapatkan tiket untuk menuju Porprov Jabar 2026. Bahkan, kabar mengejutkan lainnya menyebutkan bahwa para juara pertama akan diikutsertakan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat. Hal ini memberikan peluang besar bagi atlet-atlet muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat nasional.
Selain itu, para juara pertama dari setiap grup—baik Grup 3, 2, 1, atau 4—akan menjadi incaran pelatih Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jabar. Atlet-atlet yang memiliki potensi luar biasa berpeluang direkrut sebagai atlet Pra PON (Pekan Olahraga Nasional). Artinya, penampilan gemilang para pendekar muda di Grup 3 tidak hanya mengharumkan nama daerahnya masing-masing, tetapi juga membuka peluang besar untuk membela tim Jawa Barat di level nasional.
Peta Kekuatan Final
Dari total 22 partai final BK Porprov Jabar 2025, terlihat jelas kontingen mana yang memiliki materi atlet paling siap untuk dibina lebih lanjut. Kota Bandung menunjukkan dominasi yang luar biasa dengan menempatkan wakil di 18 partai final, yang merupakan jumlah terbanyak dari semua kontingen. Dominasi ini mencakup Kategori Seni dengan 4 partai dan Kategori Tanding dengan 14 partai, mulai dari kelas ringan hingga kelas berat.
Kota Cirebon menjadi penantang terkuat dengan fokus utama di Kategori Seni. Mereka mengirimkan 8 atlet ke partai final, dengan 5 partai di Kategori Seni dan 3 partai di Kategori Tanding. Kabupaten Sumedang juga tampil mengejutkan dengan menempatkan wakilnya di 6 partai final, khususnya di kelas-kelas berat Tanding seperti Kelas H, I, dan Kelas J Putra.
Kabupaten Majalengka menempatkan 5 wakilnya di partai final, sedangkan Kabupaten Purwakarta memiliki 4 wakil. Sementara itu, Kabupaten Pangandaran hanya mampu mengirimkan satu wakil saja ke partai final.
Duel Hari Terakhir
Final Ganda Putra menjadi pembuka yang menarik karena mempertemukan pasangan Muhamad Mickdad dan Muhammad Farel dari Kota Cirebon melawan Gunawan Gustandi dan Yudi Maulana dari Kabupaten Majalengka. Kota Cirebon kembali menunjukkan ketangguhan mereka di Ganda Putri dengan duet Salsa Nabila dan Ina Juliyah menghadapi Riska Hermawan dan Mutia Najwa dari Kabupaten Majalengka.
Di nomor beregu, Regu Putra Kota Cirebon yang diperkuat Raden Yudisthira, Rizky Febrianto, dan Dewa Suhandi harus berhadapan dengan tuan rumah Regu Putra Kota Bandung yang diisi oleh Zaskha Sasmita, Mubayyin Hakim, dan Riki Hidayat. Sementara itu, laga Regu Putri menyajikan duel sengit antara trio Khairiyah Muslimah, Siti Nazla, dan Ghefira Nanda dari Kota Cirebon melawan Rika Apriliyani, Riska Triwulandari, dan Annisa Shakira dari Kota Bandung.
Kategori Tunggal Putra juga tak kalah seru, dengan Rakha Dhiyaul dari Kota Cirebon melawan Fajar Mardiansyah dari Kota Bandung. Begitu pula Tunggal Putri, Risya Gunawan dari Kota Bandung menantang Aida Syafira dari Kabupaten Pangandaran.
Neraka Tanding
Kelas F Putri menjadi pembuka Tanding antara Kayyisah Aura Syifa dari Kota Cirebon bertemu Delly Salsafitri dari Kota Bandung. Kota Cirebon kembali menyetor wakilnya di Kelas A Putra melalui Hafidz Maulana Rizki yang berduel dengan Arzak Whisnu Kusumah dari Kabupaten Majalengka.
Kelas A Putri menampilkan pertarungan Aisya Anastasya dari Kabupaten Purwakarta melawan Giarti Nopridayani dari Kota Bandung. Kabupaten Purwakarta kembali mengirimkan wakilnya di Kelas C Putri, yaitu Dillah Febriyani yang menantang Alna Herlistya dari Kota Bandung. Di Kelas D Putri, Kiky Ayunda Rizkiana melawan Della Salsaputri dari Kota Bandung. Di Kelas G Putra, Yogi Maulana dari Kabupaten Purwakarta berhadapan dengan Muhammad Luthfi dari Kota Bandung.
Kabupaten Sumedang juga tidak mau ketinggalan, mengirimkan jagoannya di berbagai kelas berat. Di Kelas B Putra, Rifqi Rayhanal Farisi dari Kabupaten Sumedang melawan Rizky Maarif dari Kota Cirebon. Selanjutnya, Kelas E Putri menampilkan Deby Sri Warni dari Kabupaten Sumedang menghadapi Zahra Affifatu dari Kota Bandung.
Kelas F Putra mempertemukan Reno Septy Setiawan Permadi dari Kabupaten Sumedang dengan Luthfi Firdaus dari Kota Bandung. Di kelas yang lebih berat, Kabupaten Sumedang bahkan mendominasi tiga partai final beruntun. Yakni, Kelas H Putra Suryadi Sudirja melawan Rizky Maulana Andika dari Kota Bandung. Kelas I Putra, Agung Prasetya melawan Hilman Abdurrahman dari Kota Bandung. Serta Kelas J Putra, Yasin melawan Muhammad Ihsan Zazuly dari Kota Bandung.

















