BatamBerita UtamaPendidikanPERISTIWA

Orang Tua Pasrah Anaknya Ditolak Masuk SMK N 7 Batam

×

Orang Tua Pasrah Anaknya Ditolak Masuk SMK N 7 Batam

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia.com, Batam – Akibat tak ada kepastian kebijakan dari pihak SMK N 7 Batam, terkait hasil pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang tidak bisa masuk di sekolah tersebut, puluhan guru berbondong-bondong serbu sekolah, pada Kamis (13/7/2017).

Satu dari calon orang tua murid, Sumiyati mengungkapkan, pihak SMK N 7 tak adil, anaknya tak bisa diterima disekolah tersebut, sementara, beberapa calon murid dari luar rayon sekolah, dengan mudah diterima masuk di SMKN 7.

“Seharusnya itu kan tidak dibolehkan, silahkan liat dipapan pengumuman lulus itu, Yang lolos itu ada juga yang tinggal di Bengkong bikin domisili disini, ini teman saya saksinya, kalau tak percaya,” kata Sumiyati,” Kamis (13/7/2017).

Baca Juga :  Perpres 82/2021 Terbit, Menag: Wujud Komitmen Besar Pemerintah ke Pesantren

Saat ditanya, Wakil Kepala SMK N 7 Nurul berdalih, Panitia PPDB disekolahnya telah menjalankan prosedur. Menurut Nurul, bagi anak-anak yang tak diterima merupakan kelalaian orang tua dan kesalahan dalam menerima informasi.

“Ada kelalaian orang tua dan salah faham menerima informasi, kata Nurul, Kamis (13/7/2017).

Pengamatan media ini, Panitia SMK N 7 mengajak para orang tua calon siswa menggelar rapat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Hasil rapat, sekitar 50 calon murid akan diseleksi ulang dan menunggu. Pihak sekolah akan menghubungi orang tua, jika anak mereka telah diterima di SMK N 7.

Sementara, untuk anak-anak yang tidak diterima, para orang tua hanya bisa pasrah menyaksikan nasib anak mereka. Kecil harapan untuk dapat masuk disekolah tersebut, dengan alasan kuota PPDB sekolah, penuh.

Baca Juga :  BP Batam Gelar Sayembara Desain Bundaran BP Batam

Seharusnya pihak sekolah memprioritaskan anak-anak yang tinggal dilingkungan dalam radius sekolah SMK N 7. Pihak sekolah dapat mengajukan permohonan bantuan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk penambahan lokal. (Erwin)