Batam

PDPM Batam: Masyarakat Butuh Kepastian Kelancaran Suplay Air dan Tarif Wajar Pasca Konsesi ATB Berakhir

×

PDPM Batam: Masyarakat Butuh Kepastian Kelancaran Suplay Air dan Tarif Wajar Pasca Konsesi ATB Berakhir

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia.com, Batam – Persoalan konsesi pengelolaan air bersih di Kota Batam masih menyisakan sedikit polemik. Kendati kontrak sudah ditekan antara Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan pemenang tender pengelolaan air bersih yakni PT Moya Indonesia pada Senin (14/9/2020) lalu, riak-riak kecil antara BP Batam dengan PT ATB selaku pengelola air bersih lama yang telah berakhir masa kontraknya itu, masih mencuat ke permukaan. Ditambah lagi masa transisi PT Moya yang berlangsung selama 6 bulan.

Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat Kota Batam. Soalan tersebut juga menjadi perhatian khusus bagi Pemuda Muhammadiyah Batam.

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Batam melalui Wakil Sekretaris Ifan Tanjung menyoroti polemik pengelolaan air bersih yang notabene merupakan hajat hidup orang banyak itu.

Baca Juga :  𝐖𝐚𝐥𝐢 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐀𝐦𝐬𝐚𝐤𝐚𝐫 : 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐉𝐢𝐰𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐃𝐞𝐧𝐲𝐮𝐭 𝐍𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Ifan mengatakan, terlepas dari kepentingan berbagai pihak, hendaknya jangan sampai berlarut-larut sehingga masyarakat menjadi khawatir akan keberlangsungan air bersih.

“Air bersih merupakan kebutuhan hidup yang paling mendasar. Jangan sampai polemik yang mencuat ke permukaan terkait konsesi ini membuat masyarakat khawatir,” ujarnya, di sela-sela diskusi pengurus Pemuda Muhammadiyah Batam, di Masjid Hamka Muhammadiyah, Tembesi, Rabu (23/9/2020).

Yang diinginkan masyarakat, kata Ifan adalah kepastian bahwa keberlangsungan air bersih di Kota Batam tidak tergangu dan tarif yang berlaku kedepan jangan naik dan kalau bisa lebih terjangkau.

“Masyarakat hanya butuh kepastian, pasca perpindahan tangan Sistim Pengelolaan Air Minum (SPAM) dari ATB ke PT Moya ini, BP Batam dan PT Moya sendiri mesti dapat memberi kepastian suplay air.
Yang tidak kalah penting adalah tarif air jangan sampai setelah ini menambah beban tersendiri bagi masyarakat. Tarif air harus stabil kalau dapat hendaknya lebih murah,” paparnya.

Baca Juga :  Batam Perkuat Layanan Digital, Pendaftaran Bansos PKH dan BPNT Kini Melalui Portal Perlinsos

Pemuda Muhammadiyah, terang Ifan tak ingin masuk lebih jauh soal konsesi antara BP Batam dengan ATB dan PT Moya tersebut. Hanya saja bagaimanapun juga kepentingan masyarakat harus diutamakan.
“Karna soal kebutuhan air bersih untuk masyarakat tidak bisa ditangguhkan barang sehari pun, sekali lagi berilah kepastian suplay air tidak terganggu dan tarif air yang terjangkau,” tutupnya.(Red)