Pelajar Terseret Arus Sungai Tanggul Saat Berburu Biawak, Pencarian Dilakukan Tim Gabungan
JEMBER – Sebuah insiden tragis terjadi di Sungai Tanggul, Desa Paseban, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu sore (17/1). Seorang pelajar bernama Iqbal Khoirul Anwar, berusia 18 tahun, dilaporkan terseret arus deras sungai saat sedang berburu biawak bersama rekan-rekannya. Korban merupakan warga Desa Mojomulyo.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, kejadian bermula ketika Iqbal bersama 13 rekannya memutuskan untuk mencari biawak di Desa Paseban. Lokasi yang dituju berada di sekitar Jembatan Merah Putih, tepatnya di muara baru bantaran Sungai Tanggul.
Dalam upaya menangkap seekor biawak yang telah berhasil dilumpuhkan, korban bersama salah satu rekannya berusaha mengambil hewan tersebut yang jatuh ke tengah sungai. Naas, Iqbal diduga tergelincir dan jatuh ke dalam air, kemudian terseret arus Sungai Tanggul yang kencang. Sementara itu, rekan-rekannya yang lain dilaporkan berhasil berenang ke tepi sungai dengan selamat.
Operasi Pencarian Segera Dilakukan
Menindaklanjuti laporan mengenai kejadian tersebut, BPBD Jember bersama tim gabungan segera bergerak melakukan pencarian. Upaya pencarian dilakukan dengan menyusuri sepanjang aliran Sungai Tanggul, berharap dapat menemukan korban yang tenggelam dan terseret arus.
Operasi pencarian dimulai dan berlangsung hingga pukul 17.25 WIB. Namun, kondisi cuaca yang mulai gelap dan disertai hujan lebat menjadi kendala signifikan bagi tim SAR. Akibatnya, pencarian tidak dapat dilakukan secara maksimal. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban.
Pencarian terpaksa dihentikan sementara mengingat kondisi yang sudah malam dan berbahaya. Operasi pencarian rencananya akan dilanjutkan kembali pada Minggu pagi (18/1) pukul 08.00 WIB. “Mudah-mudahan korban segera ditemukan,” ujar Edy Budi Susilo penuh harap.
Tim Gabungan Melibatkan Berbagai Elemen
Upaya pencarian korban tenggelam di Sungai Tanggul ini melibatkan koordinasi dan kerja sama dari berbagai pihak. Tim gabungan yang bergerak di lapangan terdiri dari unsur BPBD Jember, Pemerintah Desa Paseban, personel TNI AD, TNI AL, Polri, Basarnas Pos SAR Jember, Satpolairud Polres Jember, tim SAR Rimba Laut, serta berbagai komunitas relawan lainnya. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menemukan korban.
Imbauan Kewaspadaan Terhadap Cuaca Ekstrem
Menyikapi kejadian ini dan kondisi cuaca yang cenderung ekstrem belakangan ini, Edy Budi Susilo turut mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jember diprediksi dapat menyebabkan peningkatan debit air sungai secara drastis.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai atau di daerah rawan banjir diminta untuk lebih berhati-hati dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama, terutama saat kondisi alam sedang tidak menentu.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan diri, terutama saat beraktivitas di dekat perairan yang berarus deras, terlebih lagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
- Kronologi Kejadian:
- Korban, Iqbal Khoirul Anwar (18), bersama 13 rekannya mencari biawak di Sungai Tanggul.
- Saat mencoba menangkap biawak yang jatuh ke sungai, korban tergelincir dan terseret arus.
- Rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke tepi sungai.
- Upaya Pencarian:
- Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan melakukan penyisiran sungai.
- Pencarian dihentikan sementara karena kondisi gelap dan hujan.
- Pencarian akan dilanjutkan esok hari.
- Imbauan BPBD:
- Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem.
- Waspadai potensi peningkatan debit air sungai akibat hujan deras.















