Bencana

Penrad Mendesak Rico & Asri: Salurkan Bantuan, Bangun Drainase Terintegrasi Korban Banjir

×

Penrad Mendesak Rico & Asri: Salurkan Bantuan, Bangun Drainase Terintegrasi Korban Banjir

Sebarkan artikel ini

Banjir Melanda Medan dan Deliserdang, Anggota DPD RI Kritisi Kebijakan Drainase Pemerintah Daerah

Medan – Genangan air yang kerap melanda wilayah perkotaan Medan dan Kabupaten Deliserdang telah menimbulkan kerugian materiil dan penderitaan tak terkira bagi warganya. Situasi ini menuai sorotan tajam dari anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Pdt. Penrad Siagian. Ia secara tegas mengkritik kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas, dan Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, atas penanganan banjir yang dianggapnya tidak efektif dan terus berulang.

Kritikan ini disampaikan langsung oleh Penrad Siagian setelah melakukan peninjauan dan menyalurkan bantuan sembako kepada para korban banjir di beberapa titik terdampak, termasuk kawasan Simalingkar, Pabrik Tenun, Gaperta, dan Tanjung Gusta Helvetia. Dalam kunjungannya, beliau menyaksikan secara langsung bagaimana warga harus menghadapi kehilangan harta benda dan kerusakan barang-barang akibat luapan air.

“Jangan biarkan rakyat ini terus menderita. Setiap kali banjir datang, banyak korban yang kehilangan hartanya, barang-barangnya rusak, dan berbagai kerugian lainnya,” ujar Penrad dengan nada prihatin.

Indikasi Kesalahan Kebijakan Drainase Kota

Menurut Penrad Siagian, banjir yang terus menerus terjadi di kawasan perkotaan merupakan indikasi kuat adanya kesalahan mendasar dalam kebijakan pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan sistem drainase.

  • Pentingnya Sistem Drainase yang Memadai:
    • Sistem drainase yang buruk menjadi akar permasalahan banjir di perkotaan.
    • Pemerintah daerah harus memprioritaskan perbaikan dan pembangunan infrastruktur drainase yang efektif.
    • Kerugian masyarakat akibat banjir bisa mencapai ratusan miliar rupiah jika masalah ini tidak ditangani dengan serius.
Baca Juga :  Aceh Timur: Rp 4 Miliar Janji Prabowo untuk Korban Banjir

Senator asal Sumatera Utara ini menyoroti bagaimana banjir telah menjadi “langganan” yang merugikan masyarakat secara konsisten. “Bayangkan saja, berapa banyak kawasan yang terendam banjir setiap kali hujan turun. Setiap hujan, barang-barang warga rusak dan mereka harus menanggung kerugian,” keluhnya.

Kebutuhan Kolaborasi Antar Daerah untuk Solusi Banjir

Lebih lanjut, Penrad Siagian menekankan perlunya kerja sama yang erat antara Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Kabupaten Deliserdang dalam menangani persoalan banjir yang tak kunjung menemukan solusi permanen. Ia berpendapat bahwa sistem drainase di kedua wilayah tersebut saat ini “tidak beres” karena adanya kebijakan yang dinilainya keliru.

“Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang harus membangun atau berkolaborasi untuk menangani banjir ini,” tegasnya.

Penekanan utama Penrad adalah pada pembangunan sistem drainase yang terintegrasi, yang artinya harus ada konektivitas antar sistem drainase di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang. Hal ini penting mengingat wilayah perkotaan dan sekitarnya seringkali memiliki aliran air yang saling terkait.

  • Aspek Keterpaduan Sistem Drainase:
    • Sistem drainase harus dirancang secara terhubung dan terkoneksi antara Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
    • Koordinasi antar pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan aliran air berjalan lancar tanpa hambatan.
    • Solusi jangka panjang memerlukan perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan aspek hidrologi kedua wilayah.
Baca Juga :  Ini Tiga Rahasia Komunikator Hebat yang Bisa Kamu Terapkan Setiap Hari

Tanggung Jawab Pemerintah Terhadap Kerugian Masyarakat

Tidak hanya mengkritik, Penrad Siagian juga menilai bahwa penderitaan yang dialami warga korban banjir merupakan akibat langsung dari kelalaian atau kebijakan yang salah dari pihak pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia menuntut pertanggungjawaban dari para pemimpin daerah.

“Masyarakat yang menjadi korban banjir ini akibat kelalaian atau kebijakan yang salah dari pemerintah. Mereka harus bertanggung jawab mengganti semua kerugian masyarakat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Penrad Siagian mendesak agar kedua kepala daerah, Wali Kota Medan Rico Waas dan Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, segera duduk bersama dan bekerja sama untuk menemukan serta menerapkan solusi permanen dalam mengatasi permasalahan banjir yang telah lama menghantui warganya.

“Mereka harus bekerja sama membangun sistem untuk proses penyelesaian permasalahan banjir ini,” pungkas Penrad Siagian, berharap agar penderitaan warga dapat segera berakhir dengan penanganan yang serius dan terpadu.