KesehatanKupang

Peralihan Musim Kemarau ke Musim Hujan, BPBD Kupang Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga

×

Peralihan Musim Kemarau ke Musim Hujan, BPBD Kupang Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang Elsje W. A. Sjioen di ruang kerjanya di BPBD Kota Kupang, Kecamatan Kelapa Lima, Prov.NTT, Jumat 1/12/23 (Foto : Marcho/Alreinamedia.com)

KUPANG – Kondisi cuaca Kota Kupang saat ini memasuki masa peralihan musim kemarau ke musim penghujan.

Peralihan musim ini dapat berpotensi bencana hidrometeorologi berupa angin puting beliung serta angin kencang dan bencana geologi berupa gempa bumi dan tsunami yang menganggu kenyamanan warga Kota Kupang.

Dengan memperhatikan hal tersebut maka pemerintah Kota Kupang melalui BPBD mengeluarkan Surat Edaran Nomor 111/BPBD.100.343/XI/2023 Tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang Elsje W. A. Sjioen kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya di BPBD Kota Kupang, Kecamatan Kelapa Lima, Provinsi NTT, Jumat (1/12/23).

Elsje menyampaikan bahwa Surat Edaran ini ditujukan kepada seluruh pimpinan OPD lingkup Kota Kupang, Camat dan Lurah Se-Kota Kupang, dan Ketua RT/RW Se-Kota Kupang agar dapat menghimbau kepada warga untuk dapat memperhatikan, mewaspadai serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja melalui langkah-langkah mitigasi.

Baca Juga :  Rumah Layak, Harapan Baru: BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Senyum bagi Pekerja NTT
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kupang

Elsje mengatakan, “kami sudah keluarkan surat edaran untuk peringatan dini. Saat ini masuk masa pancaroba jadi potensi untuk angin kencang dan puting beliung bisa saja terjadi kapan saja. Banjir dan longsor juga itu merupakan ancaman saat musim hujan, jadi warga harus siap dan mewaspadai”.

“Kita juga harus waspada dengan bencana geologi yang bisa saja terjadi misalnya gempa gumi. Gempa ini datangnya tidak akan pernah diketahui, mau musim panas atau musim hujan kapan saja bisa terjadi. Jadi tugas kita adalah siaga setiap saat,” tambah Elsje.

Ia pun menjelaskan bahwa apabila gempa, biasanya kita mendapat pemberitahuannya setelah sudah terjadi. Karena itu warga harus diajarkan untuk bagaimana berlindung ketika terjadi guncangan dan bagaimana evakuasi dengan aman.

Baca Juga :  Inovasi IHC RS Pusat Pertamina: Keselamatan Pasien dan Keberlanjutan Terpadu

“Saya juga ingin menyampaikan hal penting lainnya bahwa kalau misalnya kita mendapatkan informasi lewat whatsapp ataupun Sms yang memberitahukan bahwa sebentar malam akan terjadi gempa di kota Kupang dengan skala richternya sekian, maka itu dipastikan Hoaks karena gempa itu tidak bisa diprediksi” jelas Elsje.

Saat ini terjadi anomali atau penyimpangan terhadap suatu bencana. Karena bencana sekarang tidak hanya di daerah yang sering berpotensi terjadinya bencana, akan tetapi mulai terjadi di daerah yang tidak pernah diprediksikan akan terjadi bencana.

Dengan anomali tersebut maka diharapkan agar kewaspadaan dan kesiagaan warga harus terus ditingkatkan. Budaya sadar bencana dan budaya siaga bencana hrs selalu disuarakan.

Penulis : Marcho

Redaktur: Ali