Mengenal Dunia Pemadam Kebakaran: Edukasi Mitigasi Bencana di Kantor Damkar Ponorogo
Suara tawa riang ratusan siswa Taman Kanak-Kanak (RA) Muslimat Setono Ponorogo menggema di kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kunjungan kali ini bukanlah dalam situasi darurat, melainkan sebuah kegiatan outing class yang bertujuan memberikan edukasi dini tentang kebencanaan, khususnya kebakaran. Para murid cilik ini berkesempatan untuk mengenal lebih dekat profesi para pahlawan tanpa tanda jasa, para petugas pemadam kebakaran.
Kunjungan yang berlangsung pada Sabtu, 13 Desember 2025 ini, menjadi momen berharga bagi anak-anak usia dini untuk mendapatkan pengalaman langsung yang menyenangkan sekaligus mendidik. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai peralatan yang digunakan oleh petugas damkar dalam menjalankan tugasnya.
Edukasi Komprehensif untuk Anak Usia Dini
Para petugas damkar dengan sabar memberikan berbagai materi edukasi yang disesuaikan dengan pemahaman anak-anak. Mulai dari pengenalan fungsi utama pemadam kebakaran, hingga detail mengenai berbagai alat yang mereka gunakan sehari-hari. Anak-anak dikenalkan pada berbagai jenis alat pemadam kebakaran, termasuk tabung apar (alat pemadam api ringan) yang seringkali hanya mereka lihat sekilas. Tidak hanya itu, mereka juga diajak mengenal peralatan rescue yang digunakan untuk situasi penyelamatan lain, seperti penangkapan ular, yang seringkali menjadi topik menarik bagi anak-anak.
Lebih dari sekadar pengenalan alat, para petugas juga memberikan pelajaran praktis mengenai cara mengatasi kebakaran. Skenario kebakaran sederhana, seperti api pada kompor atau tabung gas yang bocor, diperagakan dengan cara yang mudah dipahami. Mereka diajarkan teknik memadamkan api menggunakan kain basah, sebuah metode mitigasi dasar yang efektif untuk kebakaran skala kecil.
Puncak kegembiraan terjadi ketika anak-anak diberi kesempatan untuk merasakan langsung sensasi memadamkan api menggunakan selang air dari mobil pemadam kebakaran. Dengan arahan dari para petugas, mereka bergiliran menyemprotkan air, merasakan kekuatan dan manfaatnya dalam upaya pemadaman. Momen ini tidak hanya menjadi sarana bermain air yang sangat disukai anak-anak, tetapi juga menjadi simulasi mitigasi bencana yang tak terlupakan.
“Senang banget bisa main air, bisa nyemprot. Belum pernah kesini. Baru ini kesini,” ungkap salah satu siswa RA Muslimat Setono, Mahroby, dengan mata berbinar penuh antusiasme.
Membangun Kesadaran dan Kesiapsiagaan Sejak Dini
Kepala RA Muslimat Setono, Hindun Qomariyah, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi kunjungan ke kantor damkar bukan tanpa alasan. Beliau menekankan peran vital pemadam kebakaran dalam mengatasi berbagai permasalahan, terutama insiden yang membahayakan.
“Juga mengenalkan profesi, salahsatunya profesi itu ya pemadam kebakaran ini,” ujar Hindun. Ia menambahkan bahwa melalui kunjungan ini, anak-anak diharapkan dapat lebih mengenal apa itu damkar, peralatan yang mereka gunakan, serta cara menghadapi situasi berbahaya.
“Sehingga anak-anak juga bisa lebih berhati-hati,” harap Hindun, seraya berharap agar edukasi semacam ini dapat menanamkan rasa kehati-hatian sejak usia dini.
Petugas Damkar Ponorogo, Surya Negara, turut menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemahaman tentang kebakaran itu sendiri hingga tugas-tugas pokok pemadam kebakaran.
“Kita juga praktek memadamkan api menggunakan air apar karung dan kita praktek menggunakan gas juga kita matikan menggunakan karung dan kita menggunakan tangan juga dan praktek-praktek dari berbagai guru wali murid juga kita praktekkan sekalian agar mereka mengetahui bagaimana mitigasi bencana tersebut,” pungkas Surya Negara.
Kegiatan diakhiri dengan sesi bermain air yang semakin memeriahkan suasana. Para petugas damkar menyemprotkan air ke arah anak-anak, menciptakan momen kebahagiaan yang terekam dalam tawa riang mereka.
Harapan besar disematkan dari kegiatan edukasi semacam ini. “Kami berharap dengan adanya edukasi seperti ini, anak anak bisa semakin memahami tentang bahaya kebakaran yang disebabkan karena kelalaiannya manusia,” tutup Surya Negara, menekankan pentingnya kesadaran akan pencegahan kebakaran.

















