Ringkasan Berita:
- Pertandingan sepak bola berakhir dengan keributan antara kelompok suporter Yaputih dan Mosso saling melempar batu di depan Kantor Negeri Hatumet, Maluku Tengah, Senin (3/11/2025).
- Mencegah terulangnya kejadian serupa, pertandingan final Piala PSH Cup U-17 musim ini akan digelar di Markas Polres Maluku Tengah.
Laporan Wartawan, Silmi Sirati Suailo
MASOHI, – Pertandingan Liga Persatuan Sepakbola Hatumete (PSH) U17 Season 2 Cup sempat mengalami keributan pada Senin (3/11/2025) lalu.
Insiden yang tidak menyenangkan itu memperparah catatan buruk reputasi olahraga di Maluku Tengah khususnya liga antar kampung.
Berdasarkan situasi tersebut, pada hari Kamis (6/11/2025), Raja atau Kepala Pemerintah Negeri (KPN) Negeri Hatumete, Bernard Lilihata mengajak seluruh pihak untuk bersatu hati dalam menjunjung nilai-nilai sportivitas.
“Saya ajak seluruh masyarakat Tehoru Telutih yang sudah dewasa, baik sebagai orang tua maupun pemuda, untuk menjadi contoh yang baik bagi generasi berikutnya dengan membuka kesempatan dalam menyalurkan minat dan bakat melalui kompetisi sepakbola,” ajak Lilihata.
Lilihata, yang juga menjabat sebagai Ketua Latupatih Kecamatan Tehoru, menegaskan bahwa dalam turnamen sepak bola perlu dilakukan perubahan.
Sebabnya, melalui pertandingan sepak bola terjalin ikatan persaudaraan, sebagai wadah untuk menyalurkan keinginan dan bakat para pemuda agar mereka terhindar dari pengaruh narkoba, pergaulan bebas, serta tindakan tidak bermoral lainnya.
Bernard Lilihata mengatakan, pemahaman atau prasangka negatif terhadap pertandingan sepak bola seharusnya sudah ditinggalkan.
“Generasi muda tidak boleh lagi memegang pemahaman yang dimiliki oleh generasi sebelumnya yang menganggap bahwa pertandingan sepak bola hanya untuk hiburan, kita sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengubah (stigma) tersebut,” kata Lilihata.
Ia juga mengajak para orang tua memberikan ruang dan kesempatan penuh kepada generasi muda dalam mengembangkan bakat dan minat mereka dengan tanggung jawab.
Mengenai kelanjutan turnamen, Raja mengatakan telah diadakan rapat dan mediasi oleh pihak kepolisian yang melibatkan unsur penting dari negara-negara yang terlibat.
“Kita berbicara secara jujur dan tulus, semua setuju menyelesaikan turnamen dengan syarat semua Raja dan Kepala Pemuda bertanggung jawab terhadap masyarakatnya,” tambahnya.
Sebagai pendiri lembaga PSH Hatumete, Lilihata mengungkapkan secara resmi bahwa PSH telah terdaftar di PSSI Maluku Tengah serta Askab Maluku Tengah sejak tahun 2023.
“Dengan tujuan bahwa melalui PSH klub-klub baru yang profesional dapat direkrut. Kita menyelenggarakan turnamen bukan untuk mencari keuntungan, tetapi sebagai kewajiban anggota PSSI dalam mencari bakat, jika kita tidak membuatnya maka kita tidak memenuhi aturan,” ujar Lilihata.(*)

















