Berita

Polisi Periksa HP dan Laptop Timothy untuk Selidiki Penyebab Bunuh Diri

×

Polisi Periksa HP dan Laptop Timothy untuk Selidiki Penyebab Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini

Pemeriksaan Perangkat Elektronik Korban di Bali

Kepolisian Daerah Bali sedang melakukan pemeriksaan terhadap perangkat elektronik milik korban TAS (22), seorang mahasiswa yang ditemukan tewas di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, Denpasar. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy mengungkapkan bahwa dua perangkat, yaitu ponsel dan laptop milik TAS, diperiksa oleh pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab kematian mahasiswa tersebut.

Ariasandy menjelaskan bahwa pihak kepolisian berusaha memahami apakah ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa TAS melakukan bunuh diri. “Ada perangkat dari korban yang kami berusaha dalami, untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda penyebab yang bersangkutan melakukan bunuh diri. Itu ponsel dan laptop,” ujarnya.

Namun, pihak kepolisian tidak dapat mengakses informasi dari ponsel dan laptop TAS karena adanya penolakan dari pihak keluarga. Selain itu, ibu korban juga telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak memproses kematian putranya tersebut di jalur hukum dan menerima kematian TAS.

Baca Juga :  Pemkab Asahan Terima 17 Aset dari Dirjen Cipta Kerja Kementerian PU dan PR

Meskipun demikian, setelah dilakukan pendekatan dan pemberian penjelasan oleh pihak kepolisian akhirnya ponsel dan laptop milik TAS diserahkan untuk diselidiki oleh Direktorat Reserse Siber Polda Bali. Hingga kini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua perangkat tersebut untuk menganalisis apakah ada hubungan antara kematian TAS dengan pola komunikasi yang ada di dalam perangkat tersebut. Ataukah sebaliknya, tidak ada hubungan dengan isi ponsel dan laptop tersebut.

Ariasandy menyatakan akan membuka penyelidikan tersebut kepada publik setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam. “Masih kami selidiki, begitu sudah selesai, baru kami bisa pastikan apakah kejadiannya ada indikasi ke pidana, dia kecelakaan, atau dia memang betul-betul bunuh diri,” ujarnya.

Pemeriksaan CCTV Gedung FISIP Unud

Polda Bali juga mengungkap bahwa mereka telah memeriksa CCTV Gedung FISIP Unud dari rentang tanggal 15-20 Oktober 2025. Dari pemeriksaan tersebut, polisi menyatakan bahwa tidak dapat melihat lokasi yang diduga merupakan tempat bunuh diri korban. Dari semua CCTV yang berada di lantai 4 tersebut, tidak satu pun yang menyorot lokasi tempat korban melakukan bunuh diri.

Baca Juga :  Bupati & Camat Bintan Timur Kompak Sambut Kepulangan Jema'ah Haji

“Ada tiga CCTV yang statis, tidak bisa digerakkan, mengarahnya ke tangga, kemudian ke bangunan, tetapi tidak cover lokasi korban diduga bunuh diri,” katanya.

Latar Belakang Kematian TAS

Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana berinisial TAS (22) ditemukan tewas usai jatuh dari lantai empat gedung kampus FISIP Universitas Udayana di Kampus Sudirman Denpasar, pada Rabu 15 Oktober 2025 pagi. TAS merupakan mahasiswa FISIP Universitas Udayana. Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar setelah ditemukan dalam keadaan luka parah.