Lokal

Polisi Sita 5 Senapan Angin dari Terduga Perakit di Bolmong

×

Polisi Sita 5 Senapan Angin dari Terduga Perakit di Bolmong

Sebarkan artikel ini

Penindakan Pasca Bentrok di Dumoga: Polisi Amankan Perakit Senapan Angin

Insiden perkelahian antar kelompok yang mengguncang wilayah Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara, memicu respons cepat dari aparat kepolisian. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Resmob Polda Sulut tidak tinggal diam. Mereka segera bergerak untuk meredam potensi eskalasi konflik dan memastikan keamanan wilayah.

Perjalanan dari pusat Kota Manado menuju Dumoga sendiri memakan waktu tempuh sekitar lima jam menggunakan kendaraan bermotor, menempuh jarak kurang lebih 220 kilometer. Jarak yang cukup signifikan ini menunjukkan betapa seriusnya pihak kepolisian dalam menangani setiap gejolak yang terjadi di daerah terpencil sekalipun.

Respons Cepat dan Pengendalian Situasi

Begitu menerima laporan mengenai bentrokan antar kelompok, aparat kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Langkah pertama yang diambil adalah membubarkan massa yang terlibat dan melakukan pengamanan ketat di area tersebut. Tujuannya jelas, yakni mencegah agar konflik tidak meluas dan menimbulkan korban lebih banyak.

Melalui pendekatan persuasif yang dilakukan oleh petugas, situasi yang sempat memanas tersebut akhirnya berhasil dikendalikan. Massa yang ada di lokasi diimbau untuk membubarkan diri secara tertib, dan upaya ini membuahkan hasil positif.

Patroli Lanjutan dan Penangkapan Terduga Perakit Senjata

Namun, penanganan tidak berhenti pada pengendalian massa semata. Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 Wita, Tim Resmob Polda Sulut melanjutkan kegiatan mereka dengan melakukan patroli dan razia lanjutan di wilayah Dumoga. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan penegakan hukum pasca insiden bentrokan.

Baca Juga :  Bripda Rio: Dari Polisi ke Tentara Bayaran Rusia, Kisah Perselingkuhan yang Berujung Pecat

Dalam kegiatan patroli dan razia tersebut, polisi berhasil mengamankan seorang pria yang diketahui berinisial IDM, berusia 41 tahun. IDM diduga kuat memiliki peran penting dalam perakitan dan kepemilikan bengkel yang secara khusus melayani perbaikan senapan angin.

Menurut Direktur Reskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, penangkapan IDM dilakukan karena yang bersangkutan kedapatan menyimpan dan menguasai senjata angin tanpa dilengkapi dengan izin resmi yang sah. Hal ini menjadi indikasi kuat adanya potensi pelanggaran hukum yang berkaitan dengan kepemilikan senjata.

Barang Bukti yang Disita dan Proses Hukum Lanjutan

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh petugas terhadap IDM, ditemukan dan disita setidaknya lima unit senjata angin dengan kaliber 4,5 milimeter. Senjata-senjata ini diduga memiliki kaitan dengan peristiwa bentrokan antar kelompok yang terjadi sebelumnya di Dumoga. Keberadaan senjata-senjata ini tanpa izin yang sah menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

Saat ini, IDM beserta seluruh barang bukti yang berhasil disita telah diamankan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Utara. Ia akan menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami perannya dan kemungkinan keterlibatannya dalam peristiwa bentrokan tersebut.

Baca Juga :  Harimau Gentayangan di Senyerang, Warga Minta BKSDA Jambi Sigap

Pendalaman Kasus dan Upaya Menjaga Kondusivitas

Kombes Pol Suryadi menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan berhenti pada penangkapan IDM saja. Timnya masih terus melakukan pendalaman kasus untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam perkelahian tersebut. Selain itu, penelusuran asal-usul senjata angin yang digunakan selama bentrokan juga menjadi prioritas.

“Kami terus berkoordinasi dengan Polres Bolaang Mongondow,” ujar Kombes Pol Suryadi. “Fokus kami adalah menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan bahwa proses hukum berjalan sebagaimana mestinya bagi siapa pun yang terbukti membawa senjata tanpa izin dan berupaya memicu kekacauan.”

Kesiagaan dan Imbauan kepada Masyarakat

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus bersiaga di lokasi kejadian di Dumoga. Kehadiran polisi yang terus menerus di area tersebut bertujuan untuk mengantisipasi potensi terjadinya bentrokan susulan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Pihak kepolisian juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya demi menjaga stabilitas dan ketertiban umum.