Berita

PSSI Fokus pada Strategi dan Reputasi Global Sebelum Pilih Pelatih Baru

×

PSSI Fokus pada Strategi dan Reputasi Global Sebelum Pilih Pelatih Baru

Sebarkan artikel ini

Langkah PSSI dalam Mencari Pelatih Baru

PSSI kini menunjukkan sikap yang lebih hati-hati dalam mengambil keputusan terkait pelatih baru untuk tim nasional. Hal ini dilakukan setelah hubungan kerja sama dengan Patrick Kluivert berakhir. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa organisasi ingin merancang strategi matang sebelum menentukan pelatih baru.

Saat ini, fokus utama PSSI adalah pada penyusunan jadwal FIFA Matchday bagi timnas U23 serta merencanakan langkah-langkah menuju target peringkat 100 dunia. Dalam jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, Erick menjelaskan bahwa penentuan pelatih baru tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa.

“Saya rasa kita tidak terburu-buru menunjuk kepelatihan. Tadi saya sampaikan, bahwa prioritaskan FIFA Matchday ini (untuk timnas U23). Kita memang ada target peringkat 100, kita susun Maret seperti apa, Juni seperti apa dan seterusnya,” ujarnya.

Hingga kini, belum ada kontak dengan calon pelatih karena fokus utama PSSI adalah merajut kondisi internal dan menjaga reputasi Indonesia di mata dunia. Erick menegaskan bahwa PSSI berupaya menciptakan kondisi yang aman dan kondusif agar calon pelatih tidak ragu menukangi tim Garuda.

Baca Juga :  Rodial Huda Gelar Safari Ramdhan di Desa Batu Gajah

“Kita belum ada mencari siapa pun, tapi kita mau move on. Kita belum kontak karena sepekan kemarin, saya, sekjen (Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi) dan beberapa exco sedang coba merajut semua yang ada di Indonesia,” tambahnya.

Kriteria Calon Pelatih Baru

Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, memberikan kriteria yang dicari dalam calon pelatih baru. Zwiers menekankan bahwa yang menjadi fokus adalah kesesuaian visi dengan PSSI dan komitmen terhadap perkembangan sepak bola Indonesia.

“Profil yang kami cari itu bebas dari segi nasionalisme, kami hanya ingin mencari yang paling cocok buat Indonesia. Jadi kita mencari yang benar-benar selaras dengan visi kami karena kami di sini untuk Indonesia, kami ingin lolos ke Piala Dunia selanjutnya,” jelasnya.

Faktor diskriminasi dan ancaman yang masih ada juga menjadi pertimbangan dalam proses pencarian pelatih baru. PSSI berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung agar calon pelatih merasa nyaman dan siap membawa timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Evaluasi Setelah Kegagalan Timnas

Kegagalan timnas Indonesia di bawah asuhan Kluivert untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 menjadi titik balik bagi PSSI. Kekalahan dari Arab Saudi dan Irak memaksa PSSI melakukan evaluasi menyeluruh, sekaligus menyiapkan strategi baru demi mencapai target jangka panjang tim nasional.

Baca Juga :  Jadwal & Tiket KM Labobar Januari 2026: Rute, Syarat, Harga Terbaru

PSSI kini lebih fokus pada pembangunan infrastruktur sepak bola di dalam negeri serta meningkatkan kualitas pelatih dan pemain. Proses pencarian pelatih baru akan dilakukan secara bertahap, dengan memastikan bahwa calon pelatih memiliki visi dan komitmen yang selaras dengan tujuan PSSI.

Target Jangka Panjang

Target peringkat 100 dunia menjadi salah satu prioritas utama PSSI. Untuk mencapai hal tersebut, PSSI telah merancang rencana jangka panjang yang melibatkan berbagai tahapan, mulai dari penyusunan jadwal pertandingan hingga pengembangan talenta muda.

Selain itu, PSSI juga akan terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pelatih-pelatih ternama, untuk menemukan sosok yang tepat. Proses ini akan dilakukan secara transparan dan profesional, dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk pengalaman, kompetensi, dan kemampuan dalam membangun tim.

Dengan pendekatan yang lebih matang dan terencana, PSSI berharap dapat segera menemukan pelatih yang mampu membawa timnas Indonesia ke level yang lebih baik.