Real Madrid Dilanda Krisis Pemain Jelang Laga Krusial Melawan Deportivo Alaves
Pertandingan antara Deportivo Alaves melawan Real Madrid yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Desember 2025, di Stadion Mendizorrotza, bukan sekadar lanjutan pekan ke-17 Liga Spanyol. Laga ini diprediksi menjadi momen penentuan nasib pelatih Los Blancos, Xabi Alonso. Tekanan semakin memuncak bagi Alonso setelah Real Madrid hanya mampu meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir, membuat masa depannya di Santiago Bernabeu diselimuti ketidakpastian.
Namun, jelang menghadapi Alaves, Alonso dihadapkan pada kenyataan pahit. Sejumlah pemain kunci diprediksi akan absen, menambah rumit situasi tim. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa total 12 pemain kemungkinan besar tidak dapat diturunkan, baik karena cedera, akumulasi kartu, maupun proses pemulihan yang belum selesai.
Ancaman Absen Pemain Bintang
Salah satu nama yang paling disorot adalah Kylian Mbappe. Sang kapten tim nasional Prancis dan top skorer Madrid musim ini, kondisinya masih menjadi tanda tanya besar. Mbappe terpaksa menyaksikan timnya kalah dari Manchester City pada 10 Desember 2025 dari bangku cadangan. Cedera lutut yang ia dapatkan saat pertandingan melawan Celta Vigo pekan sebelumnya, ditambah dengan patah jari yang mengharuskan penggunaan pelindung di tangan kirinya, menjadi penyebab utamanya. Meskipun Mbappe sudah kembali berlatih pada Jumat, partisipasinya dalam laga melawan Alaves masih belum bisa dipastikan.
Krisis pemain ini bukan hanya menyangkut Mbappe. Real Madrid sebelumnya sudah bergulat dengan daftar panjang pemain yang mengalami cedera, termasuk nama-nama seperti Trent Alexander-Arnold, Dani Carvajal, David Alaba, Ferland Mendy, dan Eder Militao.
Lini Pertahanan Terancam Kosong
Situasi semakin genting ketika Real Madrid juga menghadapi masalah di lini pertahanan sayap. Alvaro Carreras dan Fran Garcia harus menepi lapangan karena terkena skors. Akibatnya, Xabi Alonso kini menghadapi skenario di mana ia tidak memiliki bek sayap murni sama sekali dalam skuadnya.
Selain itu, empat pemain lainnya, yaitu Eduardo Camavinga, Fede Valverde, Toni Ruediger, dan Dean Huijsen, juga masuk dalam daftar pemain yang kondisinya masih diragukan. Ketidakpastian ini terjadi di tengah desakan kuat agar Real Madrid segera bangkit dari rentetan hasil yang kurang memuaskan.
Rentetan Hasil Buruk dan Tekanan Tinggi
Xabi Alonso merasakan beban tekanan yang luar biasa akibat serangkaian hasil buruk yang dialami timnya. Di kancah domestik, Real Madrid hanya mampu meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan terakhir Liga Spanyol. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Bilbao seolah menjadi tidak berarti setelah mereka takluk 0-2 dari Celta Vigo pada pekan sebelumnya.
Periode antara 9 hingga 30 November menjadi bukti kelesuan Madrid, di mana mereka harus puas dengan hasil imbang melawan tim-tim yang dianggap lebih lemah seperti Vallecano, Elche, dan Girona. Hasil-hasil minor ini membuat Real Madrid harus merelakan posisi puncak klasemen dan kini tertinggal empat poin dari rival abadi mereka, Barcelona.
Performa di Liga Champions pun tidak jauh berbeda. Setelah sempat meraih tiga kemenangan beruntun, mereka harus menelan kekalahan 0-1 dari Liverpool pada pertandingan keempat. Meskipun kemudian berhasil meraih kemenangan tipis 4-3 atas Olympiacos, kekalahan 1-2 dari Manchester City kembali mempertegas masalah yang dihadapi tim.
Tiga Laga Penentu Nasib Alonso
Media-media Spanyol, seperti Marca, meyakini bahwa Xabi Alonso kini memiliki tiga kesempatan terakhir untuk membuktikan kemampuannya. Setelah menghadapi Deportivo Alaves, Real Madrid dijadwalkan akan bertandang ke markas klub divisi tiga, Talavera, pada babak 32 besar Copa del Rey, 17 Desember 2025.
Agenda Real Madrid di tahun ini akan ditutup dengan pertandingan kandang melawan Sevilla di Santiago Bernabeu pada 20 Desember 2025. Hasil dari ketiga laga krusial ini diprediksi akan sangat menentukan nasib Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid. Jika timnya gagal meraih hasil positif dalam salah satu dari pertandingan tersebut, bukan tidak mungkin manajemen klub akan mengambil langkah drastis dengan mencari pelatih baru di awal tahun mendatang. Situasi ini jelas menjadi ujian berat bagi Alonso untuk membalikkan keadaan dan mengembalikan performa terbaik Real Madrid.

















