Kisah Perpisahan Emosional: Sergi Roberto dan Jejak Baru di Como 1907
Meninggalkan klub yang telah menjadi rumah selama hampir dua dekade adalah sebuah keputusan monumental. Bagi Sergi Roberto, momen perpisahan dengan Barcelona pada musim panas 2024 bukanlah sekadar perpindahan tim biasa. Ini adalah sebuah penutup babak penting dalam hidupnya, sebuah perpisahan dengan tempat di mana ia tumbuh, berkembang, dan mengukir sejarah gemilang. Di usianya yang ke-32 tahun, Roberto mengakhiri perjalanannya bersama tim senior Barcelona, klub yang telah ia bela sejak usia 14 tahun saat pertama kali menginjakkan kaki di akademi legendaris La Masia.
Perjalanannya di Camp Nou, markas Barcelona, sarat dengan pencapaian luar biasa. Selama membela klub asal Catalunya tersebut, gelandang asal Spanyol ini berhasil mengoleksi total 25 trofi. Angka yang fantastis ini mencakup dua gelar prestisius Liga Champions dan tujuh gelar La Liga, menjadikannya salah satu pemain paling sukses dalam sejarah klub. Namun, di balik gemerlap trofi dan sorak sorai penonton, terdapat ikatan emosional yang mendalam.
“Meninggalkan Barca adalah momen yang sangat menyakitkan,” ungkap Roberto, merefleksikan perasaannya saat itu. “Ini adalah klub utama dalam hidup saya. Saya tumbuh besar mendukung warna-warna ini dan telah mengenakan seragam Blaugrana sepanjang karier saya.” Pengakuan ini mencerminkan betapa besar arti Barcelona bagi Roberto, bukan hanya sebagai tempat bekerja, tetapi sebagai bagian tak terpisahkan dari identitasnya.
Meskipun demikian, setelah bertahun-tahun merasakan kebanggaan dan kesuksesan, Roberto juga merasakan dorongan untuk mencari tantangan baru. “Sulit untuk mengucapkan selamat tinggal, tetapi pada saat yang sama, saya merasa sangat bangga dengan perjalanan yang telah saya lalui di Barcelona,” tambahnya. “Ada banyak gelar yang telah saya raih, hingga merasakan keinginan untuk menghadapi tantangan baru.” Keinginan untuk bereksplorasi dan membuktikan diri di lingkungan yang berbeda menjadi motivasi utamanya.
Menemukan Keluarga Baru di Italia
Setelah melepas seragam kebanggaan Barcelona, Sergi Roberto tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan pelabuhan baru. Ia memutuskan untuk bergabung dengan Como 1907, sebuah klub yang berkompetisi di Italia, dengan status bebas transfer. Keputusan ini membawanya ke sebuah proyek yang masih tergolong muda dan penuh potensi. Kontraknya di Como terikat hingga 30 Juni 2026, memberikan waktu yang cukup baginya untuk beradaptasi dan memberikan kontribusi.
Roberto melihat Como sebagai sebuah keluarga baru yang telah terbentuk. “Hal terindah adalah keluarga yang telah tercipta,” ujarnya dengan penuh keyakinan. Ia menyadari bahwa proyek Como masih dalam tahap pengembangan, dengan banyak dinamika yang terjadi. “Proyek Como masih muda. Telah terjadi banyak perubahan, begitu banyak orang dan begitu banyak pemain yang telah datang dan pergi,” tuturnya, mengakui sifat dinamis dari klub yang baru dihuninya.
Tantangan Cedera dan Kebangkitan
Namun, perjalanan Sergi Roberto bersama Como tidak selalu mulus. Di musim pertamanya, ia harus menghadapi serangkaian tantangan fisik yang cukup berat. Tiga jenis cedera berbeda menghambat penampilannya, membatasi partisipasinya di lapangan. Akibatnya, ia hanya mampu tampil sebanyak 13 kali di Serie A. Situasi ini tentu menjadi ujian bagi mental dan fisiknya.
Memasuki musim keduanya atau musim berjalan saat ini, Roberto kembali diuji oleh cedera, meskipun kali ini hanya satu jenis cedera yang dialaminya. Namun, hal tersebut tetap membuatnya harus absen dalam beberapa pertandingan krusial. Meskipun demikian, semangat pantang menyerah Roberto tetap membara.
Sebuah momen penting terjadi pada tanggal 28 Januari lalu, ketika Como menghadapi Fiorentina di babak 16 besar Coppa Italia. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Como, Sergi Roberto berhasil mencetak gol pertamanya di musim ini. Gol ini tidak hanya menjadi catatan statistik yang penting, tetapi juga diharapkan dapat menjadi titik balik untuk mengembalikan kepercayaan diri sang pemain. Momen ini menjadi bukti bahwa meskipun dihadapkan pada rintangan, semangat dan determinasi Roberto untuk terus berkontribusi di lapangan tetap tinggi. Perjalanan barunya di Italia baru saja dimulai, dan ia siap untuk terus berjuang.

















