Prioritas Pembangunan Infrastruktur Jalan di Buleleng Tahun 2026: Perbaikan 25 Kilometer Jalan Rusak
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, sebuah aspek krusial yang mendukung konektivitas dan kesejahteraan masyarakat. Memasuki tahun 2026, fokus utama pembangunan akan diarahkan pada perbaikan jalan, dengan target sepanjang 25 kilometer akan direhabilitasi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi jalan yang rusak di Buleleng yang diperkirakan mencapai lebih dari 300 kilometer.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam menangani seluruh kerusakan jalan sekaligus. Oleh karena itu, perbaikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan ruas-ruas jalan yang paling mendesak dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Pertimbangan utama dalam menentukan prioritas ini meliputi:
- Konektivitas Antar Wilayah: Jalan yang menghubungkan antar desa dan kecamatan menjadi prioritas agar mobilitas penduduk dan barang menjadi lebih lancar.
- Akses ke Daerah Penting: Jalan yang melayani akses ke daerah-daerah strategis seperti kawasan pertanian, perkebunan, dan pusat-pusat ekonomi lainnya akan menjadi perhatian khusus.
- Ruas Jalan yang Viral: Beberapa ruas jalan yang kondisinya rusak parah dan sempat menjadi sorotan publik akan segera ditangani.
Bupati Sutjidra secara spesifik menyebutkan bahwa beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan parah dan menjadi viral akan menjadi prioritas penanganan pada tahun 2026. Di antaranya adalah jalan di Desa Mengening, serta ruas jalan di Desa Bukti yang dikenal sebagai jalur merak. Selain itu, beberapa area di Kecamatan Gerokgak dan Seririt yang juga mengalami masalah serupa akan menjadi fokus perbaikan.
Sumber Pendanaan dan Alokasi Anggaran
Perbaikan sepanjang 25 kilometer jalan ini akan didanai melalui kombinasi beberapa sumber anggaran, yang menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi. Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi Bali senilai Rp75 miliar akan menjadi tulang punggung utama untuk pengaspalan. Menurut perhitungan, biaya pengaspalan per kilometer jalan membutuhkan dana sekitar Rp2 miliar, sehingga alokasi Rp75 miliar tersebut diperkirakan cukup untuk mengaspal 25 hingga 30 kilometer jalan.
Selain dana BKK, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga akan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Buleleng. Dengan menggabungkan kedua sumber dana ini, total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan pada tahun 2026 diperkirakan dapat mencapai Rp100 miliar. Angka ini belum termasuk biaya untuk pelebaran jalan, pembangunan jembatan, dan perbaikan sistem irigasi yang juga menjadi bagian dari rencana perbaikan infrastruktur secara keseluruhan.
Perbaikan Jembatan dan Infrastruktur Pendukung Lainnya
Selain fokus pada perbaikan jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng juga merencanakan perbaikan dan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya, khususnya jembatan. Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Eka Putra, merinci beberapa proyek jembatan yang menjadi prioritas:
Pelebaran Jembatan Baktiseraga: Jembatan Baktiseraga akan dilakukan pelebaran untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas di sekitarnya. Proses ini masih dalam tahap penyusunan desain, mengingat jembatan ini memerlukan konstruksi khusus. Rencananya, pelebaran akan dilakukan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri jalan. Fokus utama adalah pada penguatan konstruksi yang ada, bukan pembongkaran total.
Pembangunan Jembatan Akses di Banyuasri: Rencana pembangunan jembatan permanen di Banyuasri ditujukan untuk memudahkan akses menuju kawasan hutan kota. Kebutuhan anggaran untuk kedua proyek jembatan ini diperkirakan mencapai Rp10 miliar.
Selain APBD dan BKK, Dinas PUTR Buleleng juga berupaya mendapatkan dukungan anggaran tambahan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Usulan anggaran sebesar Rp50 miliar telah diajukan dan saat ini masih dalam tahap kajian. Pihak dinas berharap usulan tersebut dapat disetujui demi memperluas cakupan perbaikan infrastruktur di Buleleng.
Upaya komprehensif dalam perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan ini menunjukkan komitmen Pemkab Buleleng untuk terus berinovasi dan mencari solusi terbaik demi mewujudkan Buleleng yang lebih maju dan sejahtera melalui konektivitas yang optimal.
















