Satu Keluarga Tertimbun Longsor, Banjir Inhu Tewaskan 2 Anak

×

Satu Keluarga Tertimbun Longsor, Banjir Inhu Tewaskan 2 Anak

Sebarkan artikel ini

Alreinamedia, Jakarta – Satu keluarga di Desa Selalejo Timur, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur dilaporkan tertimbun tanah longsor yang terjadi Senin (12/11) dini hari tadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Tini Tadeus dikonfirmasi di Kupang, membenarkan bencana tersebut, namun belum bisa merinci jumlah dan kondisi korban.

“Kami sudah mendapat informasi mengenai kejadian tersebut, tetapi Kepala BPBD Nagakeo bersama staf sedang berada di lokasi kejadian. Kami belum bisa komunikasi untuk mendapat data lengkap,” katanya seperti dilansir dari Antara.

Dari laporan sementara secara lisan, jumlah korban yang tertimbun tanah longsor berjumlah tiga orang, namun identitas para korban belum diketahui.

“Personel BPBD Nagekeo sudah diterjunkan ke lokasi tanah longsor untuk membantu warga melakukan pencarian terhadap korban,” kata Tini Thadeus.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, satu korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa bernama Damianus Lobo. Saat ini pencarian masih dilakukan terhadap korban lainnya.

“Kami akan segera sampaikan kalau ada informasi lebih lanjut dari Nagakeo,” kata Tini Tadeus yang mengaku terus berupaya menghubungi BPBD Nagekeo sejak pagi.

Baca Juga :  Septic Tank Meledak, Petugas Sedot WC Tewaskan

Telan Korban Nyawa 2 Anak

Sebanyak dua anak di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhul), Provinsi Riau, meninggal dunia saat banjir melanda daerah itu.

“Iya, anak yang meninggal berusia 7 tahun dan usia 11 bulan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger, saat dikonfirmasi wartawan di Pekanbaru, Senin (12/11).

Korban atas nama Dimas Febrianto berusia tujuh tahun, dan anak berusia 11 bulan bernama Umaira Sari Maulidani. Edwar mengatakan insiden menyedihkan itu kemungkinan besar terjadi akibat kelalaian dari pihak orangtua.

Kejadian nahas itu terjadi di tempat berbeda, yang pertama pada Sabtu lalu di Kecamatan Kuala Cenaku. Saat itu seorang bocah perempuan yang baru berusia 11 bulan, Umaira Sari Maulidani, ditemukan mengapung di samping rumahnya.

Korban adalah putri dari Reno Saputra (27) dan Syarifah Mutiah (23) yang tinggal di Dusun Mekar Jaya Desa Kuala. Korban sebelum kejadian sempat ditinggal ibunya pergi mandi. Padahal, pada saat itu ketinggian air banjir di luar rumahnya sudah mencapai 50 centimeter.

Baca Juga :  Sadis, Alasan Himpitan Ekonomi Seorang Ibu Buang Anak Balitanya ke Aliran Sungai

Sementara itu, nenek korban bernama Agustina yang dititipi oleh ibu korban sedang menyetrika baju sambil menonton televisi. “Mungkin ini karena kelalaian orangtua,” kata Edwar terkait penyebab insiden tersebut.

Pada hari yang sama, korban yang meninggal bernama Dimas Febrianto ditemukan tersangkut di pohon. Korban ditemukan warga yang menemukannya terseret banjir di Jalan Teluk Erong Kelurahan Kampung Dagang Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu.

Korban adalah putra pasangan Sugiarto (37) dan Lis Rumansyah (35) yang berdomisili di Jalan Pasir Jaya RT 07/RW 04 Desa Kuba Kecamatan Rengat. Korban bersama ibu dan abangnya Endah Aprianda Pratama (11) pergi dari rumah menuju ke lokasi banjir.

Korban meninggal diduga saat bermain genangan air. Ibu korban dibantu warga meminta pertolongan warga sekitar dan setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi tewas sekitar pukul 17.45 WIB. (am/cnn indonesia/okezone)