Lokal

Sekda Bandung: Buruan Sae Perkuat Peran Kelurahan & RW Kelola Sampah

×

Sekda Bandung: Buruan Sae Perkuat Peran Kelurahan & RW Kelola Sampah

Sebarkan artikel ini

Penguatan Peran Kewilayahan Kunci Sukses Pengelolaan Sampah dan Program Unggulan Kota Bandung

Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, secara tegas mendorong seluruh elemen kewilayahan untuk mengintensifkan kembali peran strategis mereka dalam upaya pengelolaan sampah. Langkah ini dianggap krusial demi memastikan bahwa setiap program pengelolaan sampah yang dijalankan sejalan dan selaras dengan visi prioritas yang telah dicanangkan oleh Wali Kota Bandung.

Salah satu program unggulan yang sangat relevan dengan penguatan peran kewilayahan ini adalah konsep “Buruan Sae”. Program ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan yang bersifat mandiri dan berkelanjutan, yang berakar kuat di tingkat masyarakat. Iskandar Zulkarnain menekankan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah tidak semata-mata bergantung pada kebijakan yang dirumuskan di tingkat kota. Sebaliknya, dibutuhkan partisipasi aktif dan keterlibatan langsung dari setiap tingkatan, mulai dari kelurahan hingga tingkat Rukun Warga (RW).

Oleh karena itu, ia secara spesifik meminta agar kegiatan monitoring di tingkat kelurahan terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. “Monitoring harus berjalan terus agar seluruh program yang sudah dirancang bisa terlaksana secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Iskandar saat memberikan arahan dalam Apel Mulai Bekerja yang diselenggarakan di Plaza Balai Kota Bandung pada hari Senin, 19 Januari 2026.

Lebih lanjut, selain fokus pada isu krusial pengelolaan sampah, Iskandar Zulkarnain juga mengumumkan rencana strategis terkait evaluasi mendalam terhadap berbagai program “Prakarsa” yang telah diluncurkan dan dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi ini mencakup secara komprehensif program unggulan seperti “1 Kelurahan 1 RW”, termasuk pula penelaahan laporan pertanggungjawaban keuangan yang menyertainya.

Iskandar Zulkarnain menjelaskan bahwa forum rapat “Prakarsa” memegang peranan sebagai momentum yang sangat penting. Melalui forum ini, jajaran pemerintah kota dapat secara objektif menilai tingkat efektivitas dari setiap program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai kendala dan hambatan yang muncul di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang konkret. Tujuannya adalah agar pelaksanaan program-program serupa di masa mendatang dapat berjalan dengan lebih baik, lebih efisien, dan tentu saja, lebih akuntabel.

Baca Juga :  Sinergi BP Batam dan BPK RI, Dorong Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara

Menatap ke depan, Iskandar menambahkan sebuah perkembangan signifikan terkait pelaksanaan program “Prakarsa”. Pada tahun ini, program yang telah terbukti memberikan manfaat ini akan diperluas cakupannya dan mulai diterapkan secara menyeluruh di seluruh RW yang ada di Kota Bandung. Dengan perluasan cakupan yang begitu masif, ia menilai bahwa persiapan yang matang dan terencana dengan sungguh-sungguh menjadi sebuah keharusan mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Karena akan diterapkan di seluruh RW, maka perlu disiapkan dengan sungguh-sungguh agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, baik dari sisi pelaksanaan maupun administrasi,” tegas Iskandar, menggarisbawahi pentingnya kesiapan dan profesionalisme dalam mengawal perluasan program ini.

Strategi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat: Menuju Kota Bandung yang Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Pengelolaan sampah merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Bandung. Tingginya volume sampah yang dihasilkan setiap hari menuntut adanya solusi inovatif dan partisipatif. Dalam konteks ini, penguatan peran kewilayahan yang digaungkan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menjadi elemen kunci untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Program “Buruan Sae” menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah dapat diintegrasikan dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Dengan mendorong masyarakat untuk mengelola lingkungannya secara mandiri, program ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan rasa memiliki terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Partisipasi aktif dari tingkat kelurahan hingga RW sangatlah vital dalam menyukseskan program ini.

  • Peran Kelurahan dan RW dalam Pengelolaan Sampah:
    • Menjadi garda terdepan dalam sosialisasi dan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.
    • Menginisiasi program-program daur ulang dan pengomposan di tingkat komunitas.
    • Melakukan pemantauan rutin terhadap kebersihan lingkungan dan penanganan sampah di wilayah masing-masing.
    • Menjadi jembatan komunikasi antara warga dengan pemerintah kota terkait isu persampahan.
Baca Juga :  Huntara Aceh: 3.248 Unit Siap Huni, Pembangunan Digaspol

Evaluasi Program Prakarsa: Refleksi dan Inovasi untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Evaluasi program “Prakarsa”, termasuk program “1 Kelurahan 1 RW”, merupakan wujud komitmen pemerintah kota untuk terus melakukan perbaikan diri. Melalui evaluasi ini, diharapkan berbagai capaian dapat diukur, hambatan yang dihadapi dapat dianalisis, dan strategi baru dapat dirumuskan. Laporan pertanggungjawaban keuangan yang akuntabel juga menjadi bagian tak terpisahkan dari proses evaluasi ini, memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Perluasan program “Prakarsa” ke seluruh RW di Kota Bandung pada tahun ini menandakan kepercayaan pemerintah kota terhadap efektivitas program tersebut dan kesiapan masyarakat untuk terlibat lebih jauh. Namun, perluasan ini juga menuntut kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem administrasi yang memadai agar tidak terjadi disrupsi atau masalah di kemudian hari.

  • Aspek Kunci dalam Persiapan Perluasan Program Prakarsa:
    • Pelatihan Sumber Daya Manusia: Memastikan seluruh pihak yang terlibat di tingkat RW memiliki pemahaman yang mendalam tentang mekanisme dan tujuan program.
    • Penguatan Sistem Administrasi: Menyederhanakan dan mengefisienkan pelaporan serta pencatatan agar proses administrasi berjalan lancar dan transparan.
    • Koordinasi Antar-Instansi: Membangun sinergi yang kuat antara kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait di tingkat kota.
    • Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan: Membentuk mekanisme pemantauan yang efektif untuk mendeteksi dini potensi masalah dan meresponsnya dengan cepat.

Dengan penguatan peran kewilayahan dan evaluasi program yang berkelanjutan, Kota Bandung berupaya keras untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.