KUPANG – Kota kupang kembali dihebohkan dengan penemuan mayat seorang pria yang meninggal dunia diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon jati dekat kawasan peternakan ternak babi milik warga di kompleks BTN Kolhua, Blok K, Kota Kupang Prov.NTT, Minggu 26/11/23.
Korban teridentifikasi berinisial IT (19), warga RT/22, RW/007, adalah siswa kelas 3 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)5 Kupang. Selain masih sekolah, korban juga diketahui bekerja di depot air minum isi ulang di BTN untuk menambah perekonomian keluarga dan untuk biaya sekolahnya.

Peristiwa ini awalnya diketahui seorang warga berinisial SB. Saat itu SB hendak pergi mencari makanan babi yang berlokasi tidak jauh dari lokasi kejadian pada pagi hari pukul 05.00 Wita.
Saat sedang membawa ember untuk mengambil makanan babi SB melihat ada sesuatu yang tergantung di atas pohon jati seperti seorang manusia. “Saya kaget, waktu saya dekat untuk bisa lihat lebih jelas, ternyata itu orang yang sedang gantung diri. Karena saya takut jadi saya lari untuk lapor di bapa ani” ungkap SB saat ditemui wartawan di lokasi kejadian, Minggu 26/11/23.
“Waktu saya panggil bapa ani dan keluarga semua untuk lihat orang yang gantung diri itu, kami tidak tau itu siapa karena kepalanya terangkat ke atas. kami semua dekat baru kami lihat ternyata itu IT salah satu warga kami disini,” jelas SB menceritakan kronologinya.
Setelah mendapat informasi dari warga setempat, Kepolisan dari Polsek Maulafa Polresta Kupang Kota langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara dan memasang garis polisi.
Menurut informasi yang disampaikan Bhabinkamtibmas kelurahan Kolhua Polsek Maulafa Polresta Kupang Kota Aipda I Ketut A. Widiantara, mengatakan, “setelah mendapatkan informasi tim langsung bergerak cepat dan berkomunikasi dengan tim Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang”.
“Sekitar pukul 05.30 Wita kami mendapatkan informasi dari warga kalau di RT.22 RW.07 ada yang gantung diri. Sampai di lokasi dan memasang garis polisi, olah tempat kejadian perkara, selanjutnya Jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk dilakukan visum dan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah murni gantung diri atau ada penyebab lain,” Jelas Ketut.
Menurut beberapa warga, korban merupakan anak yang baik, rajin, dan pekerja. Korban pandai mencari uang untuk bisa memenuhi kebutuhan perekonomian keluarganya.
Ketika ditanya terkait alasan korban melakukan hal tersebut beberapa warga menyampaikan hal yang sama bahwa korban tidak mungkin buat begitu karena alasan ekonomi karena selama ini korban dikenal anak yang pandai mencari uang.
Beberapa warga menduga jika korban nekat gantung diri karena persoalan cinta. menurut mereka, sebelumnya korban sempat berkomunikasi dengan pasangannya melalui handphone milik teman korban hingga membuat korban sempat terlihat putus asa.
Hingga saat berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab korban nekat melakukan aksi dugaan bunuh diri tersebut. (Marcho)

















