Berita

Setelah 20 Tahun, Persipura Jayapura Kembali Undang Rahmad Darmawan ke Papua!

×

Setelah 20 Tahun, Persipura Jayapura Kembali Undang Rahmad Darmawan ke Papua!

Sebarkan artikel ini

Persipura Jayapura Memulangkan Legenda dan Menunjuk Rahmad Darmawan sebagai Pelatih Kepala

Persipura Jayapura resmi mengambil keputusan penting dalam sejarah klubnya dengan memulangkan legenda klub, Rahmad Darmawan, sebagai pelatih kepala baru. Juru taktik asal Lampung ini dipilih untuk menggantikan Ricardo Salampessy yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih. Keputusan ini diambil setelah manajemen melakukan evaluasi terhadap penampilan Persipura di awal musim Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026.

Dalam lima pertandingan awal, Mutiara Hitam hanya mampu meraih tujuh poin. Hasil tersebut didapat dari dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan. Manajemen merasa perlu melakukan perubahan di jajaran pelatih agar semangat dan performa tim bisa segera ditingkatkan.

“Kami berterima kasih kepada coach Ricardo Salampessy atas kerja keras dan pengabdiannya untuk Persipura,” ujar Owen dalam keterangan resminya, Senin (13/10).

“Dia telah memberikan yang terbaik untuk menjaga semangat tim dan tetap menunjukkan profesionalisme meski dalam situasi sulit. Kami sangat menghormatinya sebagai bagian penting dari sejarah klub ini,” tambah Owen.

Rahmad Darmawan bukanlah sosok asing bagi Persipura. Ia pernah menangani Mutiara Hitam pada periode 2004 hingga 2006. Pada masa itu, ia berhasil membawa klub meraih gelar juara Liga Indonesia 2005. Pengalaman tersebut membuat Owen yakin bahwa Persipura kini berada di tangan yang tepat. Ia berharap RD dapat membangkitkan kembali kejayaan Persipura, salah satu tim tersukses di Tanah Air, serta memastikan promosi ke Super League 2026/2027.

Baca Juga :  Bupati Pesibar Hadiri Peluncuran 10 Desa Budaya Nasional

“Kami percaya dengan coach Rahmad Darmawan yang punya kapasitas dan pengalaman untuk membawa Persipura ke arah yang lebih baik. Semoga ke depan, performa tim terus meningkat dan bisa kembali bersaing di papan atas,” kata Owen Rahadiyan.

Rahmad Darmawan rencananya akan mulai memimpin sesi latihan Persipura pada Selasa (14/10). Ia akan ditemani Regi Aditya, yang ditunjuk sebagai asisten pelatih. Tugas pertama RD dan Regi Aditya adalah mempersiapkan tim melawan Persiba Balikpapan pada laga keenam Grup Timur Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, Minggu (19/10).

“Pemilihan asisten pelatih ini banyak pertimbangan. Mulai dari latar belakang, catatan rekor saat melatih, dan menilai budaya di Papua. Tapi semua ini atas saran dari coach Rahmad Darmawan yang memberikan rekomendasi kepada saya,” kata Owen.

Regi Aditya bukan sosok sembarangan. Dia memiliki banyak pengalaman di persepakbolaan Indonesia. Bahkan, dia pernah membawa PSBS Biak promosi dari Liga 2 2023/2024 ke Liga 1 2024/2025. Selain itu, Regi juga mengenal dekat dengan karakter permainan pemain-pemain Papua. Harapannya, ia mampu memberikan warna baru untuk berkolaborasi dengan Rahmad Darmawan.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Bantu Uang Tunai 300 Juta dan Logistik Untuk Korban Banjir Natuna

“Sangat menarik ditunggu kolaborasi antara coach Rahmad Darmawan dan coach Regi Aditya untuk harus saling melengkapi di sebuah tim ini,” kata Owen Rahadiyan.

Lebih lanjut, Owen berharap kehadiran RD bisa meningkatkan level permainan pemain-pemain muda Persipura yang masih berusia di bawah 21 tahun. Terlebih, salah satu regulasi Championship 2025/2026 menyatakan bahwa setiap klub wajib memainkan satu pemain U-21 selama 90 menit.

Owen berharap publik dan suporter Persipura bisa memberikan dukungan positif di masa transisi kepelatihan ini. Mutiara Hitam saat ini memiliki lima pemain U-21 yang terdaftar, yaitu Dennis Ivakdalam, Markus Madjar, Gelfias Waicang, Adriano Malibela, dan Reno Salampessy.

“Beberapa waktu terakhir Reno Salampessy diserang di media sosial, dibilang anak emas. Padahal kalau dilihat, penampilannya cukup baik dan dia punya potensi besar,” tegas Owen Rahadiyan.

“Dengan hadirnya coach Rahmad Darmawan, kami harap dia bisa berkembang lebih matang. Jadi saya minta jangan serang anak-anak muda kami,” tandas Owen.