Lokal

Sidak Stadion: Bupati Aep Murka, Tuntut 3 Poin Mendesak

×

Sidak Stadion: Bupati Aep Murka, Tuntut 3 Poin Mendesak

Sebarkan artikel ini

Bupati Karawang Murka Saat Sidak Stadion Singaperbangsa, Temukan Berbagai Masalah Fasilitas Publik

Karawang – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, melancarkan inspeksi mendadak (sidak) ke Komplek Stadion Singaperbangsa yang memicu kekesalan atas sejumlah fasilitas publik yang ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Peninjauan yang didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) ini mengungkap sejumlah masalah krusial yang membutuhkan penanganan segera.

Saat tiba di gerbang utama stadion, Bupati Aep langsung disambut oleh pemandangan genangan air yang cukup luas. Luapan air ini mengindikasikan adanya masalah serius pada sistem drainase di area tersebut. Kondisi ini tidak hanya mengganggu akses masuk, tetapi juga mencerminkan buruknya kualitas pekerjaan renovasi yang telah dilakukan.

Drainase Bermasalah, Kontraktor Renovasi Dipanggil Paksa

Menanggapi temuan genangan air yang menggenangi pintu masuk gerbang utama, Bupati Aep Syaepuloh tidak tinggal diam. Ia segera mengeluarkan instruksi tegas kepada Dinas PUPR untuk segera memanggil kontraktor pelaksana renovasi Stadion Singaperbangsa. Tujuannya adalah agar permasalahan drainase yang krusial ini dapat segera diperbaiki.

“Di stadion kami menjumpai luapan air yang menggenangi pintu masuk gerbang utama. Saya perintahkan PUPR segera memanggil kontraktor yang mengerjakan renovasi ini agar secepatnya diperbaiki,” ujar Bupati Aep dengan nada prihatin sekaligus tegas. Perintah ini menekankan urgensi perbaikan demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas di komplek stadion.

Taman Bermain Anak Rusak dan Berbahaya, Diperintahkan Dibongkar Total

Tidak hanya persoalan drainase, Bupati Aep juga menyoroti kondisi taman bermain anak yang berada di area stadion. Ia menilai fasilitas tersebut tidak layak pakai dan berpotensi besar membahayakan keselamatan anak-anak yang menggunakannya. Keberadaan perosotan yang rusak, ayunan yang reyot, atau area bermain yang tidak memenuhi standar keselamatan, menjadi perhatian utama orang nomor satu di Karawang ini.

Baca Juga :  Siomay Manahan Solo: Serbu Rp1.000 yang Ludes Terjual!

Oleh karena itu, Bupati Aep memerintahkan agar seluruh fasilitas taman bermain anak tersebut segera dibongkar total. Rencananya, area tersebut akan diganti dengan fasilitas baru yang lebih modern, aman, dan nyaman. Langkah ini diambil demi menjamin keselamatan dan kenyamanan anak-anak serta seluruh masyarakat yang memanfaatkan komplek stadion.

“Taman bermain anak saya perintahkan segera dibongkar dan diganti dengan yang baru agar masyarakat dapat bermain dengan aman dan nyaman,” tegasnya. Keputusan ini menunjukkan komitmen Pemkab Karawang dalam menyediakan ruang publik yang aman dan berkualitas bagi seluruh warganya.

Kabel Semrawut Mengganggu Estetika dan Keamanan, Penataan Segera Dilakukan

Sorotan Bupati Aep tidak berhenti pada drainase dan taman bermain. Ia juga mengamati kondisi kabel-kabel yang terpasang semrawut di berbagai titik di komplek Stadion Singaperbangsa. Jaringan kabel yang melintang secara tidak teratur tidak hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah keamanan dan gangguan operasional.

Menyikapi hal ini, Bupati Aep menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel). Tujuannya adalah untuk melakukan penataan dan merapikan seluruh kabel jaringan yang ada di kawasan stadion. Penataan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertata, rapi, dan aman.

Baca Juga :  Bupati Bintan Sambut Wamen BKKBN, Dorong Lansia Tetap Produktif & Perkuat Pencegahan Stunting

“Kami berkoordinasi dengan Apjatel agar kabel-kabel dirapikan. Semua harus tertata rapi, tidak boleh semrawut lagi,” tegas Bupati Aep. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik di seluruh fasilitas publik Karawang.

Revitalisasi Stadion Singaperbangsa Senilai Rp 30 Miliar

Perlu diketahui, Pemerintah Kabupaten Karawang memang tengah melaksanakan proyek revitalisasi Stadion Singaperbangsa yang dimulai pada tahun 2024. Proyek besar ini dilaksanakan dengan skema multiyears, yang berarti akan memakan waktu dua tahun, yaitu selama 2024 dan 2025. Total anggaran yang digelontorkan untuk pekerjaan revitalisasi ini mencapai Rp 30 miliar.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, sebelumnya telah mengungkapkan bahwa revitalisasi Stadion Singaperbangsa ini merupakan respons terhadap masukan dan keinginan kuat dari masyarakat Karawang. Banyak warga, terutama para pecinta sepak bola, yang mendambakan perbaikan kondisi stadion agar dapat digunakan kembali secara optimal dan nyaman.

Proyek senilai puluhan miliar rupiah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fisik stadion, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga dan aktivitas masyarakat di Karawang. Namun, temuan saat sidak ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas pelaksanaan proyek agar anggaran yang besar benar-benar memberikan hasil yang maksimal dan sesuai harapan masyarakat.