Empat Dukuh di Desa Adisana Terisolasi Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Keruh
Empat dukuh di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes terisolasi sejak Sabtu 8 November 2025 malam. Penyebabnya adalah jebolnya tanggul Sungai Keruh yang mengubah jalan utama desa menjadi aliran sungai. Hingga Rabu 12 November 2025 pagi, jalan masih tergenang dengan arus yang deras. Kondisi ini memutus akses transportasi warga di Dukuh Kweni, Sidamukti, Baruamba, dan Baru Untung.
Warga Tak Bisa Keluar Rumah
Mujib, salah seorang warga setempat, mengaku kehidupan sehari-hari terganggu total. Ia dan ratusan warga lainnya tidak berani menembus genangan karena khawatir terseret arus. “Kami tidak bisa keluar karena takut terseret arus,” ungkap Mujib.
Aktivitas ekonomi warga juga terganggu. Mereka tidak bisa ke kantor desa, pasar, maupun pusat Kecamatan Bumiayu untuk urusan administrasi dan mencari nafkah. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam menjalankan kebutuhan sehari-hari.
Kronologi Tanggul Jebol
Kepala Desa Adisana, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa banjir bermula dari jebolnya tanggul Sungai Keruh di wilayah Penggarutan pada Sabtu malam. Air sungai yang meluap langsung menggenangi areal persawahan, jalan desa, hingga beberapa rumah warga.
“Tanggul Sungai Keruh jebol, air langsung masuk ke permukiman,” kata Ahmad Yani. Luapan air tersebut tidak surut karena volume air sungai yang terus tinggi akibat hujan deras beberapa hari terakhir. Sistem drainase desa juga tidak mampu menampung debit air yang besar.
Upaya Penanganan Belum Maksimal
Pihak desa bersama warga sudah melakukan upaya penanganan darurat. Mereka berusaha menutup bagian tanggul yang jebol dengan karung pasir dan material seadanya. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Tekanan air sungai yang kuat membuat perbaikan darurat sulit dilakukan.
Ahmad Yani berharap Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah turun tangan segera. “Kami berharap Dinas PSDA Provinsi Jawa Tengah segera melakukan perbaikan agar banjir tidak terus berulang,” ujarnya.
Ancaman Banjir Berulang
Kepala desa mengingatkan, jika tanggul tidak segera diperbaiki secara permanen, banjir berpotensi terjadi berulang kali. Setiap kali hujan deras turun, warga Desa Adisana akan kembali menghadapi ancaman isolasi dan kerugian material.
Kondisi ini tentu sangat mencemaskan mengingat musim hujan masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan tim PSDA Jawa Tengah akan melakukan perbaikan tanggul Sungai Keruh.
Warga berharap penanganan segera dilakukan sebelum banjir semakin meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.

















