Batam – Keluhan tagihan air naik masih saja terdengar dari warga Kota Batam.
Warga Kecamatan Bengkong dan Tiban mendatangi kantor pusat SPAM Batam berlokasi di Ruko Kompleks Batam Centre Square Blok D Nomor 2, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam
Mereka mengeluhkan tagihan air yang akan dibayar pada Rabu (20/1/2021) melonjak drastis dari pembayaran bulan-bulan sebelumnya. Sementara pemakaian air normal dan tidak berlebihan.
Seorang warga Batuampar, Maria mengaku jika bulan sebelumnya hanya membayar tagihan air sebesar Rp 88 ribu, bulan ini harus membayar tagihan Rp 550 ribu.
Warga merasa pemakaian air mereka tidak sebanyak seperti yang harus mereka bayarkan.
Hendri misalnya. yang mempunyai rumah di Pesona Rhabayu 2, Patam Lestari, Sekupang ini mengaku pemakaian air sama seperti bulan-bulan sebelumnya.
“Lebih dari tujuh tahun memiliki rumah di perumahan Pesona Rhabayu 2, Tiban V, Patam lestari, Sekupang itu, baru kali ini tagihan air saya yang membengkak hingga (tiga belas) 13 kali lipat lebih,” ujarnya kesal.
“Tagihannya luar biasa, baru kali ini saya mengalami seperti ini. Biasanya tak sampai Rp 70 ribu, sekarang malah Rp 865 ribu. Rumah saya hanya type 36 belum direnovasi dan hanya dihuni 3 orang, 2 orang dewasa dan 1 anak,” keluhnya, Kamis (21/1/2021).


“Bulan November 2020 kemarin tagihan air saya hanya Rp 66 ribu, itupun sudah sama biaya administrasi,” ungkapnya.
“Sekarang kok bisa membengkak seperti ini. Tadi saya sudah mendatangi meja pengaduan tagihan air. Katanya itu sesuai dengan pemakaian saya,” sebutnya.
Dia juga mengaku tidak mengerti apa yang menyebabkan tagihan air naik.
Mereka menurut Hendri, cuma menjelaskan bahwa pemakaian bertambah.

Namun menurutnya, penghitungan pemakaian air bulan-bulan sebelumnya tidak dijelaskan.
“Bingung juga saya. Rasanya selama 7 Tahun ini pemakaiannya sama saja,” kata Hendri.
Menurut Hendri, lonjakan Tagihan ini sudah tak wajar dan menyusahkan ekonomi rakyat yang sedang terpuruk akibat Covid-19.
“Bagaimana saya bayarnya, ini untuk tagihan Air sebulan sudah sebesar itu. Belum untuk yang lainnya.” pungkasnya.
Dari pantauan awak media, raut wajah mereka tampak seperti kebingungan, tak sedikit pula yang kesal. Sebab, di tengah ekonomi mereka sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19, kini warga dibebani dengan harus membayar tagihan air berlipat ganda.
(Toni S)
















