Tumor Jinak di Payudara: Apa yang Perlu Diketahui?
Tumor jinak di payudara bisa menyerang perempuan dari berbagai rentang usia, mulai dari remaja hingga perempuan lanjut usia. Tidak hanya pada masyarakat umum, selebritas tanah air juga tidak terlepas dari risiko ini. Contohnya adalah Pevita Pearce yang pernah mengumumkan bahwa dirinya menjalani operasi pengangkatan tumor jinak di payudara pada 2016 silam. Ia mengaku telah mengidap tumor jinak sejak 2013. Sementara itu, Cut Memey juga harus menjalani pengobatan karena ada benjolan di payudara kanannya. Operasi yang dilakukannya pada 9 Februari 2017 lalu diketahui berjalan lancar.
Banyak perempuan merasa panik saat menemukan benjolan di payudara. Kekhawatiran akan kanker sering kali muncul meskipun dokter sudah memastikan bahwa benjolan tersebut bersifat jinak. Namun, pertanyaan penting muncul: apakah benjolan jinak perlu diangkat atau cukup dipantau saja?
Menurut Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B (K) Onk, M.Epid, MARS, Spesialis Bedah Konsultan Onkologi dari Eka Hospital BSD, tumor jinak pada payudara tidak selalu harus dioperasi. Penanganannya sangat bergantung pada jenis dan perubahan yang terjadi pada benjolan tersebut. “Kalau jinak, terus masih muda, terus ukurannya kecil, pantau aja, nggak usah dioperasi,” ujar dr. Sonar dalam sebuah media briefing yang diselenggarakan di Tanggerang Selatan, Selasa (7/10/2025).
Ia menjelaskan bahwa tumor jinak payudara bisa muncul karena pengaruh hormon. Salah satu contohnya adalah kista, yaitu benjolan berisi cairan yang umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang timbul. “Kalau ada kista cairan, kalau mengganggu paling disedot aja. Tapi kalau tumornya padat dan jinak, kalau kecil juga mungkin nggak usah diambil, karena bisa mengecil sendiri,” tambahnya.
Kapan Benjolan Jinak Harus Diangkat?
Meski jinak, dokter tetap menekankan pentingnya pemantauan rutin. Pasalnya, perubahan bentuk dan ukuran bisa menjadi tanda perlu dilakukan tindakan lebih lanjut. “Biasanya tumor jinak kita ambil kalau terus membesar atau sifatnya berubah. Misalnya tadinya bundar bagus, enam bulan kemudian mulai bergerigi nah, itu harus dioperasi,” jelasnya.
Artinya, tindakan operasi baru dilakukan bila benjolan menunjukkan gejala tidak stabil, atau jika menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan yang mengganggu aktivitas harian.
Apakah Benjolan Jinak Bisa Jadi Kanker?
Salah satu kekhawatiran terbesar pasien adalah kemungkinan tumor jinak berubah menjadi ganas. Namun, dokter menegaskan bahwa hal ini sangat jarang terjadi. “Yang jinak itu bisa berubah menjadi keganasan? Jarang, jarang,” katanya. Meskipun begitu, pemantauan rutin melalui Ultrasonografi (USG) payudara tetap disarankan agar setiap perubahan bisa terdeteksi lebih cepat.
Menemukan benjolan di payudara sering kali memicu kepanikan. Namun, langkah terbaik adalah tetap tenang dan segera memeriksakan diri ke tenaga medis. Setiap tubuh memiliki ritmenya sendiri, dan tidak semua benjolan berarti kanker. Pemantauan teratur, pola hidup sehat, serta perhatian pada perubahan tubuh menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan payudara.
Ingat, mengenali tubuh sendiri adalah bentuk cinta pertama pada kehidupan.

















