Akses Terputus, Tiga Kampung di Aceh Tengah Masih Terisolasi Pasca-Bencana
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, sejak akhir November 2025, masih menyisakan dampak serius. Hingga kini, tiga kampung di wilayah tersebut dilaporkan masih terisolasi total, menyulitkan akses distribusi bantuan dan layanan vital bagi ratusan warganya. Kampung-kampung yang terputus dari dunia luar itu adalah Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel.
Kondisi isolasi ini telah berlangsung lebih dari satu bulan sejak bencana terjadi. Akibatnya, satu-satunya cara untuk menyalurkan bantuan logistik ke ketiga kampung tersebut adalah melalui jalur udara. Bahkan, sebelum bantuan dapat diangkut dengan helikopter, warga yang membutuhkan terpaksa menempuh perjalanan kaki yang sangat berat dan memakan waktu hingga 12 jam hanya untuk menjangkau titik distribusi bantuan.
Tim Medis Turun Langsung, Layani Warga di Daerah Terpencil
Menyadari urgensi kebutuhan kesehatan di wilayah terisolasi, sebanyak delapan tenaga kesehatan (nakes) telah diterjunkan ke lokasi bencana menggunakan helikopter BNPB. Tim medis ini diberangkatkan dari Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, pada Kamis (25/12/2025). Rombongan tersebut terdiri dari enam dokter dan dua perawat yang siap memberikan layanan pengobatan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Kehadiran tim medis ini menjadi yang pertama kalinya sejak bencana menerjang. Kedatangan mereka disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga yang selama ini terputus dari akses pelayanan kesehatan. Salah seorang anggota tim medis, dr. Azwaruddin, menyampaikan bahwa masyarakat sangat menyambut baik kedatangan mereka.
“Di sini kami turun dengan dua tim, total enam dokter dan dua perawat. Masyarakat sangat senang saat kami datang, karena sejak awal bencana belum ada tim medis yang masuk ke wilayah ini,” ujar dr. Azwaruddin.
Pelayanan Kesehatan Terbatas Akibat Medan Ekstrem
Tim medis yang bertugas fokus memberikan pelayanan kesehatan di dua kampung, yaitu Kampung Serule dan Kampung Atu Payung. Namun, upaya pelayanan di Kampung Jamur Konyel masih menghadapi kendala signifikan. Medan yang sangat ekstrem membuat kampung ini belum dapat dijangkau sepenuhnya oleh tim medis.
Selama dua hari pelaksanaan pelayanan kesehatan, yaitu pada hari Kamis dan Jumat, jumlah warga yang berobat tercatat cukup tinggi. Pada hari pertama saja, lebih dari 80 warga telah mendatangi pos pelayanan kesehatan yang didirikan. Keluhan kesehatan yang paling sering dilaporkan oleh warga meliputi batuk dan flu, gangguan lambung, serta tekanan darah tinggi.
Perjuangan Warga Menjemput Bantuan
Kisah perjuangan warga untuk mendapatkan bantuan menunjukkan betapa parahnya dampak bencana ini. Sebelum adanya bantuan melalui helikopter, warga yang membutuhkan harus rela berjalan kaki selama berjam-jam. Mereka mengaku harus berangkat sekitar pukul enam pagi dan baru bisa kembali ke kampung halaman sekitar pukul enam sore. Perjalanan yang ditempuh sangat berat karena kondisi medan yang rusak parah dan akses jalan yang benar-benar terputus akibat longsor dan banjir.
Kebutuhan Mendesak: Akses Jalan dan Logistik
Mengingat masih adanya wilayah yang terisolasi, penanganan lanjutan pascabencana menjadi sangat krusial. Kebutuhan mendesak meliputi pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, distribusi logistik yang merata, serta yang terpenting adalah pembukaan akses jalan agar masyarakat dapat kembali terhubung dengan dunia luar.
Komitmen Pemerintah Daerah
Di tengah kondisi sulit ini, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, secara langsung meninjau wilayah terdampak di Desa Sintep dan Gegarang, Kecamatan Bintang, menggunakan kendaraan roda empat pada Minggu (28/12/2025). Bupati Haili Yoga menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah.
“Jangan dipikirkan, kami selalu hadir. Jangan saling menfitnah. Tetap semangat, pemerintah daerah akan terus bersama masyarakat,” tegas Bupati Haili Yoga.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan bahwa penanganan akses menuju Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel saat ini masih dalam proses. Badan jalan yang tertimbun material longsor menjadi penyebab utama terputusnya akses tersebut, dan upaya pemulihan terus dilakukan.

















