Berita

Tiga Warga Tewas dan Delapan Rumah Hancur Akibat Kebakaran di Banjarmasin

×

Tiga Warga Tewas dan Delapan Rumah Hancur Akibat Kebakaran di Banjarmasin

Sebarkan artikel ini

– Rasa sedih mendalam dirasakan oleh warga di Jalan AES Nasution Gang Silaturahim RT 04, Kelurahan Gadang, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin. Kebakaran terjadi pada Jumat (7/11) pukul 05.10 Wita, yang menyebabkan delapan rumah terbakar.

Terutama tiga anggota dalam satu keluarga meninggal. Mereka adalah Tusradi (50), Marini (46) dan Nur Haliza (11). Petugas menemukan jenazah ketiganya dalam keadaan terbakar di antara puing bangunan yang telah hancur total. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Ulin untuk dilakukan identifikasi.

Setelah dikebumikan di musala wilayah kejadian pada siang hari Jumat, tiga jenazah dibawa ke Lianganggang untuk dikuburkan. “Satu anak Tusradi yang masih hidup ikut serta. Hanya saja masih dalam kondisi trauma,” kata Syamsuri, warga yang turut serta dalam prosesi salat jenazah.

Ari, yang sedang duduk di kelas SMP, selamat karena pada saat kejadian berada di rumah temannya. Ia terlihat didampingi oleh keluarga dan kerabat saat berada di musala.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin, Hendro, menyampaikan bahwa api menyebar dengan cepat karena sebagian besar bangunan terbuat dari bahan kayu dan berdekatan satu sama lain. Jalan yang hanya selebar dua meter juga menjadi hambatan bagi petugas pemadam dalam mencapai lokasi kebakaran.

Baca Juga :  Students of Islamic Boarding Schools Express Hopes to President Jokowi

“Kami masih menantikan hasil pemeriksaan dari tim di lapangan. Sementara ini, seluruh korban telah kami catat dan evakuasi. Pemko juga akan mempersiapkan langkah penanganan lebih lanjut bagi warga yang terkena dampak,” kata Hendro.

Seorang tetangga korban yang meninggal, Rohana, mengatakan sempat mendengar teriakan dari dalam rumah Tusradi yang akrab dipanggil Adi. “Anak saya pernah mendengar ada teriakan,” kata Rohana, yang rumahnya juga ikut terbakar.

Namun, rasa panik dan cepatnya api menyebar membuat seluruh penduduk sibuk berusaha menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing. “Tidak ada yang terpikir lagi selain menyelamatkan diri sendiri,” tambah Rohana.

Hanya lantai bawah rumah Rohana yang masih utuh. Sementara lantai atas telah habis terbakar oleh amukan api.

Berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari sisi belakang rumah Tusradi, kemudian menyebar cepat ke bangunan sekitarnya. Dian, warga yang rumahnya juga terbakar dan tinggal berdekatan dengan korban, menceritakan momen awal kejadian tersebut.

“Saya terbangun ketika azan subuh berkumandang. Setelah melakukan salat subuh, asap mulai terlihat. Saya mencurigai hal tersebut, lalu memeriksa ke belakang dan api sudah sangat besar,” kata Dian.

Melihat api yang semakin membesar, Dian segera menyelamatkan ibunya. Rumah beserta seluruh isinya tidak bisa diselamatkan. “Setelah berhasil menyelamatkan ibu, saya langsung berteriak meminta bantuan kepada warga desa. Baru saat itu mereka menyadari dan keluar semua,” tambahnya.

Baca Juga :  YKI Bintan Buka Seminar Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut

Para relawan pemadam kebakaran yang tiba tidak lama setelahnya langsung berjuang memadamkan api di gang sempit yang padat penduduk.

Setelah api mulai mereda dan asap perlahan menghilang, pemeriksaan dilakukan oleh para relawan. Kondisi semakin memburuk ketika petugas pemadam kebakaran berteriak memberi tahu temuan yang mengejutkan. Seorang tubuh dalam keadaan terbakar ditemukan di dalam rumah Tusradi. “Ada yang terbakar, bagian-bagian yang terluka!” seru seorang petugas, mengganggu suasana yang sudah sangat tegang.

Tidak lama kemudian, dua mayat lainnya ditemukan di dalam rumah yang sama. Petugas segera mengambil kantong jenazah untuk menutupi tubuh para korban, sementara proses pemadaman masih terus berlangsung.

Proses pengangkatan jenazah korban berlangsung penuh perasaan haru sekitar pukul 07.00 Wita. Petugas dan relawan pemadam segera mengangkat tiga jenazah. Korban dievakuasi menggunakan kantong jenazah.

Ketua RT Muh. Nazar Ilmi sering meminta warga memberikan ruang dan menghentikan pengambilan rekaman video. “Berikan jalan, berikan jalan! Jangan ada yang merekam, mohon bantuannya!” katanya dengan nada keras.(sai/sul)