Daerah

Udara Terburuk RI: Tangsel & Jakarta Masuk Daftar

×

Udara Terburuk RI: Tangsel & Jakarta Masuk Daftar

Sebarkan artikel ini

Kualitas Udara Memburuk: Sejumlah Kota Besar di Indonesia Hadapi Udara Tidak Sehat

Pada Selasa pagi, 10 Februari, kualitas udara di beberapa wilayah metropolitan Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Serpong, Tangerang Selatan, Jakarta, dan Bandung dilaporkan memiliki tingkat polusi udara yang masuk dalam kategori “tidak sehat”. Data pemantauan pada pukul 07.13 WIB mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) di keempat wilayah tersebut telah melampaui angka 150, sebuah ambang batas yang menandakan kualitas udara yang berbahaya bagi kesehatan.

Kondisi udara yang tidak sehat ini menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan riwayat penyakit jantung dan paru-paru sangat berisiko mengalami dampak negatif. IQAir, sebuah lembaga pemantau kualitas udara global, menekankan bahwa ketika kualitas udara mencapai tingkat “tidak sehat”, kelompok sensitif akan mulai merasakan efek kesehatan.

Menyikapi situasi ini, disarankan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Imbauan serupa juga kerap disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menganjurkan penggunaan masker, terutama saat berada di area dengan tingkat polusi udara yang tinggi.

Daftar Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia

Berdasarkan pantauan pagi ini, lima kota besar di Indonesia menorehkan catatan kualitas udara terburuk:

  • Serpong, Banten: Mencapai skor AQI 176, dikategorikan sebagai “tidak sehat”.
  • Tangerang Selatan, Banten: Dengan skor AQI 174, juga berada dalam kategori “tidak sehat”.
  • Jakarta: Skor AQI tercatat 168, menempatkannya dalam kategori “tidak sehat”.
  • Bandung, Jawa Barat: Laporan menunjukkan skor AQI 161, yang berarti kualitas udaranya “tidak sehat”.
  • Tangerang, Banten: Meskipun sedikit lebih baik, skor AQI 138 masih dikategorikan “tidak sehat bagi kelompok sensitif”.
Baca Juga :  Golkar dan Gerindra Berduet di Pilkada 2024 ? “Bagaimana Nasib Pertahana “

Di sisi lain, terdapat pula wilayah dengan kualitas udara yang jauh lebih baik. Kabupaten Badung di Bali menjadi kota dengan kualitas udara paling sehat pagi ini, dengan skor AQI 46 yang masuk dalam kategori “baik”. Bogor, Jawa Barat, menyusul dengan skor AQI 68, berada dalam kategori “sedang”.

Perbandingan Kualitas Udara Global

Secara global, tren kualitas udara juga bervariasi. Kota-kota besar di Amerika Serikat dan Norwegia menunjukkan kualitas udara yang sangat baik. Seattle, Amerika Serikat, memimpin dengan skor AQI 6, diikuti oleh Portland, Amerika Serikat (AQI 9), dan Oslo, Norwegia (AQI 13). Kualitas udara di ketiga kota ini dikategorikan sebagai “baik”.

Namun, beberapa kota besar di negara lain menghadapi tantangan polusi udara yang lebih parah. Dhaka, Bangladesh, menduduki peringkat teratas kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pagi ini, dengan skor AQI mencapai 286 atau dalam kategori “sangat tidak sehat”. Daftar kota dengan kualitas udara terburuk secara global meliputi:

  • Dhaka, Bangladesh: AQI 286 (sangat tidak sehat)
  • Kolkata, India: AQI 228 (sangat tidak sehat)
  • Delhi, India: AQI 227 (sangat tidak sehat)
  • Lahore, Pakistan: AQI 208 (sangat tidak sehat)
  • Kuwait City, Kuwait: AQI 184 (tidak sehat)
Baca Juga :  DPRD Kepulauan Meranti Gelar Sidang Paripurna Penyampaian Ranperda inisiatif dan Ranperda Usulan

Memahami Indeks Kualitas Udara (AQI)

Indeks Kualitas Udara (AQI) merupakan sebuah sistem pengukuran yang dirancang untuk menginformasikan masyarakat mengenai tingkat polusi udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan. Perhitungan AQI umumnya didasarkan pada konsentrasi enam polutan utama di udara, yaitu:

  • Partikulat halus (PM2.5)
  • Partikulat kasar (PM10)
  • Karbon monoksida (CO)
  • Sulfur dioksida (SO2)
  • Nitrogen dioksida (NO2)
  • Ozon permukaan tanah (O3)

Tingkat keparahan polusi udara dikategorikan berdasarkan rentang skor AQI sebagai berikut:

  • Baik: 0-50
  • Sedang: 51-100
  • Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif: 101-150
  • Tidak Sehat: 151-200
  • Sangat Tidak Sehat: 201-299
  • Berbahaya: 300-500

Kualitas udara dalam kategori “sangat tidak sehat” dapat menimbulkan efek merugikan bagi sebagian besar populasi, sementara kualitas udara pada kategori “berbahaya” berpotensi menyebabkan dampak kesehatan yang serius dan meluas. Penting bagi masyarakat untuk terus memantau informasi kualitas udara dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan, terutama saat indeks AQI menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.