Zootopia 2 Menggebrak Bioskop dengan Karakter Ular Biru yang Memukau: Gary De’Snake dan Kemiripannya dengan Fauna Indonesia
Film animasi Zootopia 2 telah resmi menyapa layar lebar di Indonesia sejak 26 November 2025, membawa penonton kembali ke dalam dunia hewan yang dinamis dan penuh warna. Sekuel yang dinanti-nantikan ini tidak hanya memperluas cakrawala semesta Zootopia dengan latar yang lebih beragam, tetapi juga memperkenalkan serangkaian karakter baru yang siap mencuri hati para penggemar. Di antara deretan tokoh baru tersebut, satu karakter yang paling berhasil menarik perhatian publik adalah Gary De’Snake, seekor ular dengan penampilan yang luar biasa menawan.
Gary De’Snake tampil dengan kulit berwarna biru kehijauan yang memukau, sebuah karakteristik visual yang langsung memicu diskusi hangat di kalangan penggemar Disney. Kemiripan mencolok antara Gary dan spesies ular endemik Indonesia, Sunda Island Pit Viper (nama ilmiah: Trimeresurus insularis), menjadi sorotan utama. Perhatian terhadap detail biologis ini seolah menjadi sebuah apresiasi tersendiri terhadap kekayaan fauna Indonesia yang luar biasa.
Gary De’Snake: Sang Pahlawan Ular dalam Misi Penyelamatan Kota
Dalam narasi Zootopia 2, Gary De’Snake didapuk sebagai karakter sentral yang memikul tanggung jawab besar. Ia berjuang tanpa kenal lelah untuk membuka kembali sebuah ‘kota’ yang telah ditutup secara paksa oleh sekelompok penjahat kejam dari keluarga Lynxley. Dalam perjalanannya yang penuh aksi heroik ini, Gary tidak sendirian. Ia mendapatkan dukungan berharga dari duo polisi ikonik yang telah dicintai penggemar, yaitu kelinci polisi Judy Hopps dan rubah licik Nick Wilde.
Meskipun kini berjuang bersama karakter-karakter baru, duo polisi Nick dan Judy tetap saja harus menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah diskriminasi yang masih mereka terima dari sebagian rekan kerja mereka di kepolisian, sebuah isu yang juga menjadi tema penting dalam film pertama. Namun, di tengah segala rintangan, Gary De’Snake menampilkan sisi uniknya. Ia selalu terlihat tersenyum penuh percaya diri, bahkan ketika salah satu taringnya terlepas dalam sebuah konfrontasi sengit melawan para musuh. Keteguhan hati dan optimisme Gary inilah yang menjadikannya sosok inspiratif.
Mengenal Lebih Dekat: Trimeresurus insularis, Ular Cantik Nan Berbahaya dari Nusantara
Kehadiran Gary De’Snake dalam Zootopia 2 secara tidak langsung membawa sorotan kepada kerabat aslinya di dunia nyata: Sunda Island Pit Viper, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Trimeresurus insularis. Spesies ular berbisa ini merupakan kerabat dekat dari White Lipped Pit Viper dan memiliki habitat alami yang membentang luas di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, ular ini dapat ditemukan mendiami pulau-pulau besar seperti Komodo, Lombok, dan Bali, memperkaya keanekaragaman hayati di kepulauan nusantara.
Secara fisik, Sunda Island Pit Viper memiliki panjang rata-rata antara 60 hingga 80 sentimeter. Terdapat perbedaan ukuran yang signifikan antara jenis kelaminnya, di mana ular betina cenderung memiliki tubuh yang lebih panjang dibandingkan dengan ular jantan.
Keunikan Warna: Sebuah Sinyal Peringatan yang Memukau
Salah satu ciri paling mencolok dari Trimeresurus insularis adalah variasi warna biru kehijauan yang begitu ikonik. Namun, keindahan visual ini lebih dari sekadar estetika semata. Warna yang mencolok tersebut berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang dikenal sebagai aposematisme. Sinyal warna yang jelas ini bertindak sebagai peringatan bagi calon predator, mengindikasikan bahwa ular ini memiliki racun yang berbahaya.
Selain sebagai alat peringatan, warna cerahnya juga berperan penting dalam kemampuan kamuflase ular ini. Di habitat alaminya yang lembap dan dipenuhi vegetasi rimbun, warna biru kehijauan memungkinkan mereka menyatu dengan sempurna di antara pepohonan dan dedaunan, membuat mereka sulit dideteksi oleh mangsa maupun pemangsa.
Pemburu Nokturnal yang Gesit dan Akurat
Sunda Island Pit Viper adalah hewan nokturnal, yang berarti mereka sangat aktif berburu dan bergerak di malam hari. Dalam kegelapan malam, mereka mengandalkan organ khusus yang disebut pit organ. Sensor panas ini memungkinkan mereka mendeteksi keberadaan mangsa dengan sangat akurat, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang minim. Kemampuan berburu yang efisien inilah yang memastikan kelangsungan hidup mereka di alam liar.
Menariknya, film Zootopia 2 juga memasukkan detail biologis yang relevan dengan karakteristik Gary. Dalam salah satu adegan, Gary terlihat tidak tahan dengan suhu dingin yang ekstrem, seperti salju. Hal ini sangat mirip dengan habitat asli Sunda Island Pit Viper yang merupakan penghuni hutan tropis yang hangat. Detail kecil ini semakin memperkuat dugaan bahwa karakter Gary De’Snake terinspirasi langsung dari spesies ular Indonesia.
Meskipun pihak Disney belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengkonfirmasi secara gamblang inspirasi di balik karakter Gary De’Snake, kemiripan visual yang begitu memukau dan detail karakteristik biologisnya dengan Sunda Island Pit Viper sudah cukup menjadi bukti. Keberadaan Gary dalam film populer ini dapat dianggap sebagai sebuah bentuk penghargaan yang luar biasa bagi fauna Indonesia, memperkenalkan keindahan dan keunikan satwa lokal kepada audiens global.

















