Insiden Serius di Lebanon: Tank Israel Menabrak Kendaraan Pasukan Penjaga Perdamaian
Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon mengungkapkan kekhawatiran terhadap tindakan militer Israel yang dilakukan di wilayah selatan negara tersebut. Dalam laporan terbaru, pasukan penjaga perdamaian menyebutkan bahwa sebuah tank Israel menabrak kendaraan mereka dua kali pada hari Ahad. Insiden ini menyebabkan kerusakan berat pada kendaraan UNIFIL dan membatasi kemampuan pasukan untuk bergerak.
Wilayah selatan Libanon telah menjadi lokasi serangan udara dan darat Israel sejak beberapa bulan lalu. Menurut pernyataan UNIFIL, dalam dua kesempatan, tentara Israel menggunakan tank Merkava untuk menabrak kendaraan pasukan penjaga perdamaian, yang menyebabkan kerusakan signifikan.
Pelanggaran Resolusi PBB 1701
UNIFIL juga melaporkan bahwa militer Israel melepaskan tembakan peringatan di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian. Tindakan ini mencakup pemblokiran jalan dan penghancuran kamera pengawasan, yang semuanya melanggar Resolusi PBB 1701.
“Tentara Israel memblokir jalan di Bayada, Lebanon selatan, yang biasa digunakan oleh UNIFIL untuk mengakses posisi mereka,” ujar pernyataan UNIFIL. Selama seminggu terakhir, pasukan Israel terus melepaskan tembakan peringatan di daerah tersebut, yang menyebabkan kerusakan pada kendaraan UNIFIL. Dalam satu kasus, tembakan peringatan bahkan mendarat hanya satu meter dari seorang penjaga perdamaian yang sedang turun dari kendaraannya.
Selain itu, pasukan Israel juga terus memblokir pergerakan pasukan penjaga perdamaian di jalan-jalan tertentu. Mereka juga menolak kebebasan bergerak di beberapa area lainnya.
Kekhawatiran atas Keselamatan dan Keamanan Pasukan
UNIFIL mengemukakan bahwa tindakan-tindakan ini bertentangan dengan kewajiban Israel berdasarkan Resolusi PBB 1701. Resolusi tersebut menuntut agar pasukan penjaga perdamaian diberi keselamatan dan keamanan, serta kebebasan bergerak setiap saat.
Misi UNIFIL memperingatkan bahwa insiden-insiden ini menghambat kemampuan pasukan penjaga perdamaian untuk melaporkan pelanggaran yang terjadi di lapangan. Meskipun begitu, pasukan penjaga perdamaian tetap berada di posisinya dan akan terus memberikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB.
Libanon Terlibat dalam Konflik Regional
Libanon kini terseret ke dalam konflik Asia Barat setelah Hizbullah meluncurkan serangan roket ke Israel sebagai respons atas kematian Ayatollah Ali Khamenei. Namun, Israel telah melakukan serangan ke wilayah selatan Libanon hampir setiap hari sejak awal Maret, meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata pada November 2024.
Kematian Tiga Tentara Indonesia
Beberapa waktu lalu, tiga pasukan penjaga perdamaian Indonesia tewas di Lebanon selatan. Hasil penyelidikan awal PBB menunjukkan bahwa satu dari mereka meninggal akibat tembakan tank Israel, sementara dua lainnya tewas karena alat peledak improvisasi yang diduga ditanam oleh Hizbullah. Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL lainnya juga terluka sejak perang meletus.
Pada bulan ini, “tentara Israel juga telah menghancurkan kamera pengawas keamanan” di markas UNIFIL di Naqura serta lima posisi lainnya. Pada hari Sabtu, pasukan Israel juga menyemprot jendela gerbang akses pejalan kaki markas, sehingga menghalangi pandangan ke perimeter luar.
UNIFIL menyatakan bahwa tindakan ini tidak sesuai dengan persyaratan untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian serta kebebasan bergerak mereka.
Misi UNIFIL yang Berakhir
Pasukan penjaga perdamaian PBB telah bertugas sebagai penyangga antara Lebanon dan Israel selama beberapa dekade. Namun, mandat mereka akan berakhir pada akhir tahun ini. Insiden-insiden seperti ini terjadi ketika Israel meningkatkan serangannya di Libanon. Perdana Menteri Netanyahu bersumpah akan meningkatkan eskalasi kecuali jika Hizbullah dilucuti senjatanya. Lebanon dan Israel sepakat untuk bertemu di Washington pada 14 April untuk memulai gencatan senjata.

















