Vaksinasi Rabies Massal di Jembrana Dimulai Hari Ini
Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, akan segera melaksanakan vaksinasi rabies massal pada hari ini, April 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus rabies yang masih menjadi ancaman serius di wilayah tersebut.
Vaksinasi ini tidak hanya menyasar daerah zona merah, tetapi juga wilayah pesisir yang saat ini dianggap sebagai tempat pembuangan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing dan kucing. Wilayah pesisir dinilai menjadi lokasi yang rawan karena sering digunakan oleh masyarakat untuk membuang hewan yang tidak diinginkan. Hal ini meningkatkan risiko penyebaran rabies, terutama dari anjing liar yang memiliki potensi besar menyebabkan kasus baru.
Berdasarkan data yang diperoleh, total kasus hewan positif rabies hingga April 2026 mencapai 21 kasus. Sebagian besar dari kasus tersebut berada di Kecamatan Mendoyo, yang menjadi wilayah dengan angka tertinggi. Dalam periode Maret dan April kemarin, tercatat tambahan enam kasus baru. Rinciannya adalah satu kasus di Kecamatan Pekutatan dan Melaya, serta dua kasus di Kecamatan Mendoyo dan Negara.
Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta mengatakan bahwa vaksinasi massal akan dimulai besok. Fokus utama adalah Kecamatan Mendoyo, yang merupakan zona merah rabies.
“Kami akan melakukan vaksinasi massal mulai besok. Terutama menyasar wilayah zona merah yaitu di Kecamatan Mendoyo,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu 12 April 2026.
Untuk mempercepat proses vaksinasi, pihaknya menerjunkan sedikitnya enam tim vaksinator. Empat di antaranya merupakan tim eksternal, sementara dua lainnya adalah tim reguler yang terdiri dari dokter hewan dari setiap kecamatan.
Tim eksternal akan fokus pada wilayah zona merah, sementara tim reguler melakukan vaksinasi di wilayah yang cakupannya masih rendah. “Kita sebar tim yang ada, namun tetap fokusnya di wilayah zona merah. Misalnya besok di Pohsanten kemudian Penyaringan dan lainnya. Kami harap partisipasi dari masyarakat untuk membantu sukseskan vaksinasi sebagai upaya menekan angka kasus semakin tinggi,” tambahnya.
Selain itu, tim vaksinator juga akan menyasar wilayah pesisir yang dianggap rawan jadi lokasi pembuangan hewan penular rabies. Tujuannya adalah untuk segera memberikan vaksinasi kepada anjing liar yang ditemukan agar dapat mencegah penyebaran virus.
Strategi Vaksinasi yang Dilakukan
- Fokus pada Zona Merah: Tim vaksinator akan lebih banyak bergerak di wilayah dengan kasus rabies tertinggi, seperti Kecamatan Mendoyo.
- Penyebaran Tim: Enam tim vaksinator telah disiapkan, termasuk empat tim eksternal dan dua tim reguler.
- Wilayah Pesisir: Selain zona merah, wilayah pesisir juga menjadi target vaksinasi karena dianggap sebagai lokasi pembuangan hewan penular rabies.
- Partisipasi Masyarakat: Partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan vaksinasi.
Dengan langkah-langkah ini, pihak pemerintah berharap bisa menekan angka kasus rabies dan mengurangi risiko penyebaran virus ke manusia.

















