AdvertorialBatamPemko Batam

Wali Kota Batam Amsakar Ikuti Rakor Inflasi 2025, Fokus Jaga Stabilitas Harga dan Ekonomi Daerah

×

Wali Kota Batam Amsakar Ikuti Rakor Inflasi 2025, Fokus Jaga Stabilitas Harga dan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh gubernur, wali kota, dan bupati se-Indonesia secara virtual, Senin (8/9/2025).

Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengikuti rakor tersebut melalui zoom di Ruang Rapat Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam. Amsakar didampingi oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Firmansyah. Hadir pula Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam Raja Azman, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gustian Riau, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam paparannya, Kemendagri menyampaikan perkembangan inflasi nasional per Agustus 2025 yang tercatat sebesar 2,31 persen (year on year), menurun dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar 3,27 persen. Secara bulanan, inflasi tercatat –0,08 persen (month to month).

Baca Juga :  Malaysia Open 2026: Putri KW Andalkan Stabilitas & Latihan Keras Lawan An Se-young

Komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain beras, cabai merah, rokok kretek filter, bawang merah, dan emas perhiasan. Sementara itu, beberapa komoditas yang menyumbang deflasi meliputi daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, serta tarif angkutan udara.

Selain inflasi, rakor juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Evaluasi dilakukan terhadap dukungan pemerintah daerah dalam program nasional, termasuk penghapusan kemiskinan ekstrem dan realisasi Program 3 Juta Rumah.

Isu sosial juga menjadi perhatian, dengan laporan 228 aksi unjuk rasa yang tersebar di 35 provinsi sejak 25 Agustus 2025. Sebanyak 42 kabupaten/kota tercatat mengalami aksi berpotensi anarkis, sementara 144 daerah lain tercatat mengalami aksi unjuk rasa.

Baca Juga :  Rasio Elektrifikasi Kepri Tancap Gas, Target 100 Persen Kian Dekat

Melalui rakor ini, diharapkan sinergi pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mempercepat pengentasan kemiskinan di seluruh Indonesia.