Berita

Warga Langkat Jadi Korban TPPO di Kamboja, Ditemukan Luka Parah di Tumpukan Sampah

×

Warga Langkat Jadi Korban TPPO di Kamboja, Ditemukan Luka Parah di Tumpukan Sampah

Sebarkan artikel ini



Seorang warga Langkat, Sumatra Utara, bernama Argo Prasetyo menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Pria berusia 25 tahun tersebut meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Kamboja pada 30 September lalu. Tubuhnya ditemukan masyarakat setempat tergeletak di pinggir jalan perbatasan antara Kamboja dan Vietnam dengan kondisi tubuh penuh luka memar.

Adik kandung korban, Ega Prasetya, mengatakan bahwa Argo mulai hilang kontak sejak akhir Juli 2025. Ia diketahui berangkat secara diam-diam ke Kamboja sejak April 2024 dan sempat bekerja di sebuah warung makan selama beberapa waktu.

Ega menjelaskan bahwa abang kandungnya semakin jarang berkomunikasi sejak awal tahun ini dan tidak bisa dihubungi hingga akhir Juli lalu. Ia mengaku beberapa kali berusaha menghubungi sang abang, hingga suatu waktu menerima pesan singkat melalui WhatsApp dari Argo yang mengatakan dirinya baik-baik saja.

“Saya pikir memang baik-baik saja. Sampai kemudian saya mendapatkan kabar dari media sosial kalau abang saya sudah meninggal,” kata Ega, Selasa (14/10/2025).

Informasi terkait kondisi abang kandungnya pasca hilang kontak di Kamboja didapat dari sebuah grup di media sosial Telegram. Salah satu anggota grup menyebarkan tautan informasi dari Facebook tentang penemuan sesosok tubuh lelaki yang penuh luka lebam di dekat tumpukan sampah di perbatasan Kamboja dengan Vietnam.

Baca Juga :  Tiga Altcoin Jadi Target Whale Pasca 'Black Friday': Dogecoin, Synthetix, dan Aster

Di dalam tong sampah di sekitar lokasi, juga ditemukan identitas pekerja dengan nama belakang ‘Prasetyo’. Setelah mengecek tautan Facebook yang diberikan dan melakukan penelusuran, keluarga yakin itu adalah abang mereka.

Beberapa potongan video yang dilihat oleh Bisnis di media sosial Facebook hari ini, Selasa (14/10/2025), menunjukkan tubuh lemah Argo tergeletak miring di samping tumpukan sampah berkarung goni putih. Dia diduga menjadi korban penganiayaan di Kamboja. Matanya lebam, bibirnya jontor, dan tubuhnya dipenuhi luka bekas penganiayaan.

Menurut keterangan dari penemu tubuh Argo, korban langsung dibawa ke rumah sakit setempat. Namun nyawa Argo tidak tertolong dan meninggal di rumah sakit pada 30 September 2025.

Ega menyampaikan bahwa pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatra Utara. Keluarga juga telah menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di Kamboja untuk membantu menyelidiki keberadaan Argo di rumah sakit. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi soal penganiayaan terhadap Argo.

Sejak 30 September 2025 hingga saat ini, jenazah Argo masih tersimpan di tempat penyimpanan jenazah di Phnom Phen. Pihak keluarga tengah mengupayakan pemulangan jenazah Argo dari Kamboja namun terkendala biaya.

Baca Juga :  Awalnya Grup WhatsApp Vulgar, Terungkap Kasus Pelecehan Seksual Siswa SMP di Kupang NTT

Fakta-Fakta Terkait Kasus Argo Prasetyo

  • Perjalanan Argo ke Kamboja

    Argo Prasetyo berangkat ke Kamboja secara diam-diam pada April 2024. Ia sempat bekerja di sebuah warung makan selama beberapa waktu sebelum akhirnya hilang kontak.

  • Kehilangan Kontak dan Kabar Kematian

    Adik kandung Argo, Ega Prasetya, mengatakan bahwa Argo mulai jarang berkomunikasi sejak awal tahun ini. Hingga akhir Juli 2025, ia tidak bisa dihubungi lagi. Informasi kematian Argo diperoleh melalui media sosial.

  • Penemuan Jenazah dan Identifikasi

    Jenazah Argo ditemukan di dekat tumpukan sampah di perbatasan Kamboja dan Vietnam. Ditemukan pula identitas pekerja dengan nama belakang ‘Prasetyo’, yang memperkuat dugaan bahwa itu adalah Argo.

  • Proses Pengajuan Laporan dan Bantuan

    Keluarga telah membuat laporan resmi ke BP3MI Sumatra Utara dan menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di Kamboja. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban resmi mengenai kasus ini.

  • Tantangan dalam Pemulangan Jenazah

    Jenazah Argo masih tersimpan di Phnom Phen. Pihak keluarga sedang berupaya memulangkan jenazahnya, tetapi menghadapi kendala biaya.