Banjir bandang yang melanda Sumatera menyisakan duka mendalam bagi ribuan warga. Banyak relawan dan organisasi kemanusiaan yang bergerak cepat untuk memberikan bantuan. Salah satunya adalah aktris Zaskia Adya Mecca, yang terjun langsung ke lokasi bencana untuk memberikan dukungan moril dan materiil kepada para korban. Namun, dalam aksi kemanusiaannya kali ini, sebuah kejadian tak terduga sekaligus mengharukan terjadi. Zaskia, tanpa disengaja, membuat seorang anak korban banjir di Aceh merasa takut.
Kisah ini dibagikan oleh Zaskia melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia menceritakan pertemuannya dengan seorang anak laki-laki bernama Farhan, yang menjadi korban banjir.
“Kak, ini anak saya namanya Farhan. Pas banjir, Farhan dan kakaknya terjebak di atas pohon mangga selama 2 hari. Mereka berdua bertahan memeluk pohon mangga saja selama itu,” tulis Zaskia, menirukan ucapan ibunda Farhan.

Kisah pilu Farhan dan kakaknya yang harus bertahan di atas pohon mangga selama dua hari, tanpa makanan dan minuman, tentu saja sangat memprihatinkan. Mereka terpisah dari ibunya yang berada di pengungsian lain. Perjuangan mereka untuk bertahan hidup di tengah bencana banjir sangat menyentuh hati.
Ketika ibunda Farhan memperkenalkan putranya kepada Zaskia, reaksi tak terduga muncul. Farhan justru bersembunyi di balik tubuh ibunya dengan raut wajah ketakutan. Zaskia menduga bahwa Farhan mungkin mengalami trauma akibat kejadian banjir tersebut.
“Trauma mungkin, pikirku,” ujar ibu lima anak ini.
Namun, setelah berusaha mendekati Farhan dengan lembut dan penuh perhatian, Zaskia akhirnya mengetahui alasan sebenarnya mengapa bocah tersebut merasa takut. Ternyata, ketakutan Farhan disebabkan oleh warna kulit Zaskia yang lebih terang darinya.
“Lalu ku tanya, ‘Farhan kenapa sayang? Kamu takut apa?’. (Farhan menjawab) ‘Hmm, emhh.. takut lihat muka kakak2 putih sekali’,” tulis Zaskia.
Jawaban polos Farhan ini sontak membuat Zaskia dan kakaknya, Tasya Nur Medina, tertawa terbahak-bahak. Mereka pun segera meminta maaf kepada Farhan karena “keputihan”.
“Aku dan ka Tasya langsung minta maaf kalau kita keputihan. Pecah tawa di pengungsian Tamiang kemarin malam,” cerita Zaskia.
Kejadian ini memberikan pelajaran berharga bagi Zaskia. Di tengah musibah yang menimpa, ternyata masih ada ruang untuk tawa dan kebahagiaan. Ia menyadari bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada sisi positif yang bisa diambil.
Zaskia pun mendoakan agar Farhan dan kakaknya kelak tumbuh menjadi pemuda yang hebat dan tangguh.
“Yaa begitulah, di tengah musibah melanda, selalu ada ruang untuk tersenyum sebagai tanda syukur dan pantang menyerah,” tulisnya.
“Insyaa Allah Farhan dan kakaknya akan tumbuh menjadi pemuda yang kuat dan hebat secara fisik dan mental yahh!” tutup Zaskia.
Kisah Zaskia Adya Mecca dan Farhan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di tengah kesulitan dan penderitaan, masih ada harapan dan kekuatan untuk bangkit. Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya memahami perbedaan dan menghargai keberagaman.
Kegiatan Kemanusiaan Zaskia Adya Mecca
Zaskia Adya Mecca dikenal sebagai salah satu figur publik yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Ia seringkali terjun langsung ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan kepada para korban. Selain banjir Sumatera, Zaskia juga kerap melakukan aksi kemanusiaan di daerah-daerah konflik. Dedikasinya dalam membantu sesama patut diacungi jempol dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Pentingnya Pendekatan Humanis dalam Penanganan Bencana
Kisah Zaskia dan Farhan juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan bencana. Memahami kondisi psikologis korban, terutama anak-anak, sangatlah krusial. Trauma akibat bencana dapat berdampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, pendampingan psikologis dan dukungan emosional sangat dibutuhkan untuk membantu para korban pulih dari trauma yang mereka alami. Selain bantuan materiil, dukungan psikologis ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pasca-bencana.
Belajar dari Kejadian
Kejadian lucu sekaligus mengharukan antara Zaskia dan Farhan mengajarkan kita untuk selalu berpikiran positif dan mencari hikmah di balik setiap kejadian. Di tengah kesulitan, selalu ada ruang untuk tersenyum dan bersyukur. Kisah ini juga mengingatkan kita untuk lebih peka terhadap perbedaan dan menghargai keberagaman. Dengan saling memahami dan mendukung, kita bisa melewati masa-masa sulit bersama-sama.















