Batam

𝐖𝐚𝐥𝐢 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐀𝐦𝐬𝐚𝐤𝐚𝐫 : 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐉𝐢𝐰𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐃𝐞𝐧𝐲𝐮𝐭 𝐍𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

×

𝐖𝐚𝐥𝐢 𝐊𝐨𝐭𝐚 𝐀𝐦𝐬𝐚𝐤𝐚𝐫 : 𝐏𝐚𝐧𝐜𝐚𝐬𝐢𝐥𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐉𝐢𝐰𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐃𝐞𝐧𝐲𝐮𝐭 𝐍𝐚𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐮𝐧𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

Sebarkan artikel ini
𝐃𝐢𝐬𝐤𝐨𝐦𝐢𝐧𝐟𝐨 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦 – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memimpin langsung Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Dataran Engku Putri, Kantor Wali Kota Batam, pada Senin (2/6/2025).

Upacara ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batam, Li Caudia Chandra, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam, hingga perwakilan TNI-Polri.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Wali Kota, Amsakar memimpin jalannya upacara yang diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan naskah Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selanjutnya Wali Kota membacakan Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Baca Juga :  BNNP Kepri Musnahkan Sabu Seberat 7.657,35 Gram Dan 3.328 Pil Ekstasi

Dalam pidato yang dibacakan Wali Kota Batam, Kepala Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara.

Ia menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945, melainkan jiwa bangsa Indonesia.

“Pancasila adalah bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ujarnya.

Sejalan dengan arah pembangunan nasional, ia juga menyinggung tentang Asta Cita, delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, salah satu poin paling fundamental dari Asta Cita adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Baca Juga :  𝐒𝐢𝐥𝐚𝐭𝐮𝐫𝐚𝐡𝐦𝐢 𝐈𝐖𝐀𝐊𝐔𝐒𝐈, 𝐀𝐦𝐬𝐚𝐤𝐚𝐫 𝐀𝐣𝐚𝐤 𝐖𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐧𝐭𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐢 𝐊𝐨𝐦𝐩𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐣𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦

“Tanpa arah ideologis, kemajuan akan mudah goyah. Ekonomi tanpa nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Teknologi tanpa moral Pancasila bisa membawa bangsa pada dehumanisasi,” tegas Amsakar.

Peringatan Hari Lahir Pancasila, lanjutnya, harus menjadi momentum refleksi dan tekad bersama bahwa masa depan Indonesia ada di tangan rakyatnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara. Hanya dengan itu, kita dapat memastikan Indonesia tetap kokoh dan bermartabat di tengah tantangan zaman,” pungkasnya.

Foto: Rumawi/ Ricky

Rilis: Yogi