Daerah

100 KK Terjebak Isolasi di Gunong Kong

×

100 KK Terjebak Isolasi di Gunong Kong

Sebarkan artikel ini

Banjir Bandang di Nagan Raya: Ratusan Warga Terisolir, Enam Jembatan Putus, Tiga Orang Masih Hilang

Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Nagan Raya, Aceh, telah menimbulkan dampak buruk yang signifikan. Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Desa Alue Wikie atau Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur, dilaporkan masih terisolir akibat rusaknya infrastruktur vital, terutama jembatan. Situasi ini telah berlangsung selama tiga pekan, menyulitkan aktivitas warga dan akses terhadap bantuan.

Dampak Banjir Bandang yang Luas

Banjir bandang dahsyat yang menerjang Nagan Raya pada tanggal 26 November lalu meninggalkan jejak kehancuran. Salah satu dampak terparah adalah putusnya akses transportasi. Sebanyak enam jembatan dilaporkan putus akibat terjangan arus deras banjir.

  • Jembatan Rangka Baja Gunong Kong: Jembatan sepanjang lebih dari 100 meter ini merupakan akses utama bagi warga Desa Alue Wikie/Gunong Kong. Putusnya jembatan ini menyebabkan sekitar 100 KK lebih terisolir. Hingga kini, belum ada pembangunan jembatan darurat, memaksa warga untuk menyeberangi sungai menggunakan perahu sebagai satu-satunya cara untuk mencapai pusat kecamatan.
  • Dua Jembatan Rangka Baja Putus: Selain jembatan di Gunong Kong, dua jembatan rangka baja lainnya juga dilaporkan putus. Masing-masing berada di Beutong Ateuh Banggalang dan satu lagi di Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur.
  • Kerusakan Infrastruktur Lainnya: Banjir bandang tidak hanya memutus akses jalan, tetapi juga merusak puluhan rumah di Desa Gunong Kong. Kondisi ini semakin memperburuk penderitaan warga yang terdampak.
Baca Juga :  Rodial Huda Lantik Pegawai P3K

Warga Desa Gunong Kong kini menghadapi kesulitan luar biasa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Akses untuk mendapatkan kebutuhan pokok, mengakses layanan kesehatan, hingga berkomunikasi dengan dunia luar sangat terbatas. Ketergantungan pada perahu untuk menyeberangi sungai menjadi aktivitas rutin yang berisiko, terutama saat kondisi cuaca memburuk atau di malam hari.

Harapan Warga dan Kebutuhan Mendesak

Menghadapi situasi yang kian sulit, warga Desa Gunong Kong sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata. Prioritas utama adalah pembangunan jembatan darurat untuk memulihkan akses transportasi. Dengan kembalinya kelancaran akses jalan, diharapkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar dapat tersalurkan dengan lebih baik, serta aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Korban Jiwa dan Pencarian yang Terus Berlangsung

Banjir bandang di Nagan Raya tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga merenggut korban jiwa. Berdasarkan data dari Posko Penanggulangan Bencana Alam Nagan Raya per Selasa, 16 Desember 2025, tercatat ada tiga orang yang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Sebelumnya, empat orang dilaporkan hilang saat bencana terjadi. Hingga kini, baru satu korban yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yaitu Faisal Mardani (28), warga Pante Ceureumen, Aceh Barat.

Baca Juga :  Awal Tahun 2023, Sekda Batam Sambut Wisatawan Mancanegara

Tiga korban lainnya yang masih dalam pencarian adalah:

  • M. Jali (60): Warga Desa Kuta Teungeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya. Beliau hilang saat berada di rumahnya di Desa Kuta Tengeh.
  • Sarbani (60): Berasal dari Medan, Sumatera Utara. Ia hilang saat berada di Desa Gunong Kong, Darul Makmur, Nagan Raya.
  • Wahyu (25): Berasal dari Pante Cermin, Aceh Barat. Ia juga hilang saat peristiwa banjir bandang terjadi di Desa Gunong Kong, Darul Makmur, Nagan Raya.

Pencarian terhadap ketiga korban yang hilang terus dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan. Namun, kondisi geografis yang sulit dan dampak banjir yang masih terasa menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian ini. Keluarga korban terus dihantui kecemasan, berharap ada kabar baik mengenai nasib orang-orang terkasih mereka.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian penuh terhadap upaya pencarian korban hilang dan memberikan dukungan psikososial serta bantuan lainnya kepada keluarga korban dan seluruh warga yang terdampak bencana.