Target Sertifikasi Lahan Transmigrasi Hingga Tahun 2025
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan sebanyak 13.000 bidang tanah transmigrasi untuk disertifikasi hingga akhir tahun 2025. Saat ini, sebanyak 6.000 lebih bidang tanah telah berhasil disertifikasi.
Tujuan dari percepatan sertifikasi lahan transmigrasi adalah untuk menyelesaikan masalah tumpang tindih antara permukiman transmigran dengan kawasan hutan. Perubahan aturan yang terjadi menyebabkan sebagian kawasan transmigrasi yang ditempati sejak tahun 1999 kini masuk wilayah kehutanan. Oleh karena itu, diperlukan penelusuran dokumen untuk menentukan prioritas penyelesaian.
Iftitah menjelaskan bahwa beberapa lokasi transmigrasi harus diverifikasi ulang berdasarkan data administratif dan surat tanah yang menjadi dasar penetapan sertifikasi oleh pemerintah saat itu. Hal ini membuat proses menjadi tidak mudah.
Contohnya, pada tahun 1999, transmigran ditempatkan di Luwu, Sulawesi Selatan. Namun, pada tahun yang sama, Undang-Undang Kehutanan dikeluarkan, yang membebankan kewajiban kepada setiap provinsi agar 30 persen wilayahnya merupakan hutan. Dua puluh tahun kemudian, kawasan transmigrasi tersebut ditetapkan sebagai kawasan hutan.
Open House 24 Jam Kementerian Transmigrasi
Sebagai informasi, Kementerian Transmigrasi membuka saluran aspirasi publik melalui siaran langsung media sosial maupun luar jaringan di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan, selama 24 jam. Acara ini digelar pada Sabtu (18/10/2025) pukul 08.00 WIB hingga Minggu (19/10/2025) pukul 08.00 WIB.
Dalam acara tersebut, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan bahwa sudah ada 1.754 kritik dan saran yang masuk dan ditampung oleh Kementerian Transmigrasi. Lima hari sebelumnya, layanan kritik, ide, dan saran juga telah dibuka.
Aspirasi yang masuk kemudian dikelompokkan untuk dijawab oleh pejabat Kementerian Transmigrasi dalam acara Open House 24 Jam. Iftitah menjelaskan bahwa inisiatif ini dilakukan agar instansi yang dipimpinnya lebih dekat dengan masyarakat.
“Kita ingin mendengar langsung, kita tahu bahwa sekarang ini kan eranya sudah berubah, era digital, di mana saja kita yang penting kehadiran itu bukan hanya soal fisik saja tapi hati pikiran kita tetap terkoneksi,” ujarnya.
Ia juga meminta kepada pejabat Kementerian Transmigrasi agar bersikap besar hati dalam menanggapi kritik dan saran yang diberikan masyarakat.
“Kita juga harus membuka diri dan juga harus membuka hati, jangan renta, jangan baperan dengan kritik dengan saran, jangan mudah tersinggung, harus besar hati bahwa semua kritik semua masukan itu untuk perbaikan ketransmigrasian yang lebih baik,” pesannya.
Hadirkan Produk Unggulan Transmigrasi
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Transmigrasi juga akan menampilkan berbagai produk unggulan dari kawasan transmigrasi, seperti kopi dan cokelat. Iftitah menyampaikan bahwa kopi-kopi dari kawasan transmigrasi akan disediakan, termasuk barista-barista yang oke.
“Cokelat juga nanti saya siapkan. Saya lagi telepon beberapa Kepala Dinas Transmigrasi kirim logistik ke acara Open House. Supaya nanti masing-masing bisa merasakan. Kopi Toraja juga kita panggil,” ujarnya.
Selain di Jakarta, Open House Kementerian Transmigrasi: 24 Jam Live Streaming Non-Stop akan diselenggarakan di Balai Pelatihan Transmigrasi di Pekanbaru, Yogyakarta, Denpasar, dan Banjarmasin.
Setelah kegiatan tersebut, Iftitah menginstruksikan jajaran Eselon I di pusat maupun di daerah agar tetap membuka saluran aspirasi masyarakat selama 7 hari berturut-turut, masing-masing selama 30 menit per hari.















