Wilayah Pangkalpinang Rawan Banjir, BPBD Siaga Penuh
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang mencatat bahwa sebanyak 25 kelurahan di kota ini masuk dalam kategori rawan banjir. Kondisi ini terutama terjadi pada musim penghujan dan saat cuaca ekstrem seperti yang sedang terjadi saat ini.
Dari jumlah tersebut, 17 kelurahan dikategorikan sebagai wilayah rawan banjir kelas tinggi, sementara 8 kelurahan lainnya berada dalam kategori rendah. Selain pendataan per kelurahan, BPBD juga telah mengidentifikasi 30 titik koordinat yang menjadi lokasi rawan banjir. Titik-titik ini tersebar di berbagai kecamatan di Pangkalpinang.
Titik-titik ini sering mengalami genangan air ketika hujan deras terjadi bersamaan dengan pasang air laut atau limpasan air dari hulu. Hal ini memperkuat kekhawatiran akan potensi bencana yang bisa terjadi jika tidak diantisipasi dengan baik.
Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedi Revandi, menjelaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dinamika cuaca yang tidak menentu. Ia menyebut bahwa beberapa daerah di Sumatra, mulai dari Aceh hingga Sumatra Barat, sedang dilanda bencana banjir bandang. Meski demikian, ia berharap kondisi serupa tidak terjadi di Pangkalpinang.
“Cuaca ekstrem membuat risiko bencana meningkat. Kami melihat beberapa daerah di Sumatra sedang menghadapi banjir bandang. Pangkalpinang tetap bersiaga walaupun kita berharap kondisi seperti itu tidak terjadi di daerah kita,” ujar Dedi.
Ia mengimbau masyarakat Pangkalpinang untuk tetap waspada, terutama saat hujan terjadi dalam durasi panjang. Warga yang tinggal di kelurahan dengan tingkat kerawanan tinggi diminta untuk lebih berhati-hati.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi sekitar, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera melaporkan jika terjadi potensi bahaya. “Kami terus mengingatkan masyarakat agar waspada. Jangan menunggu hingga air meninggi. Jika ada potensi berbahaya atau genangan tidak biasa, segera laporkan,” tegas Dedi.
Di tengah kondisi cuaca yang berubah cepat, BPBD memastikan seluruh personel tetap siaga penuh. Tim reaksi cepat (TRC) disiagakan untuk merespons laporan masyarakat selama 24 jam. “BPBD Pangkalpinang selalu dalam posisi siaga. Apalagi di musim cuaca ekstrem seperti ini. Kami siap melakukan penanganan cepat jika terjadi potensi bencana,” tambah Dedi.
BPBD juga menyediakan hotline siaga bencana untuk warga yang membutuhkan pertolongan atau ingin melaporkan kondisi darurat. Hotline BPBD Pangkalpinang: 0811-7161 -000.
Nomor hotline tersebut dapat dihubungi kapan saja untuk mendapatkan bantuan darurat. Dedi menekankan bahwa jalur komunikasi ini dibuat agar penanganan dapat dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi. “Warga bisa menghubungi hotline Tanggap Tangkas Tangguh di 0811-7161-000. Jangan ragu untuk melapor kalau terdampak cuaca ekstrem,” ujarnya.
BPBD berharap kondisi cuaca ekstrem saat ini tidak menimbulkan bencana besar di Pangkalpinang. Namun, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi kunci untuk meminimalkan risiko.

















