Berita Populer Sumbar: Pembunuhan Ayah oleh Anak, Pencabulan di Masjid, dan Keracunan Massal
Berikut beberapa berita terpopuler yang muncul di wilayah Sumatera Barat dalam 24 jam terakhir. Berita ini mencakup kasus pembunuhan ayah oleh anaknya, tindakan pencabulan terhadap bocah di masjid, serta kondisi korban keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus Pembunuhan Ayah oleh Anak di Agam
Kasus pembunuhan ayah oleh anaknya di Malalak Selatan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terungkap setelah pelaku mengakui perbuatannya saat membeli rokok di warung, Senin (6/10/2025) dini hari.
Wali Jorong Nyiur, Basir, menjelaskan bahwa pelaku adalah anak bungsu korban yang tinggal di Malalak Selatan. Saat kejadian, korban hanya tinggal berdua dengan anaknya yang berusia 30 tahun tersebut.
Anak korban diketahui memiliki gangguan kejiwaan sejak masa SMA, sering menyendiri dan terlibat pertengkaran dengan orang tuanya. Informasi dari kakak korban menyebutkan bahwa pembunuhan terjadi karena permintaan belanja online yang tidak dipenuhi oleh ayahnya.
Saat tersangka membeli rokok di warung, warga curiga melihat ada percikan darah di pakaian pelaku. Setelah ditanyai, pelaku mengakui telah membunuh ayahnya setelah cekcok. Warga langsung mendatangi rumah korban dan menemukan tubuh korban dalam kondisi tertelungkup dan bersimbah darah di sekitar kepala.
Pihak kepolisian datang ke lokasi sekitar satu jam setelah kejadian dan melakukan evakuasi korban. Pelaku kini diamankan di Polresta Bukittinggi.
Tukang Parkir Cabuli Bocah 7 Tahun di WC Masjid
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Payakumbuh mengamankan seorang pria berinisial M (35), warga asal Madura yang bekerja sebagai juru parkir di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Pelaku ditangkap setelah dilaporkan melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Korban, bocah laki-laki berusia 7 tahun, mengadu kepada orang tuanya bahwa dirinya menjadi korban perbuatan cabul M pada Rabu (2/9/2025) di WC Masjid Taqwa, Kelurahan Parak Batuang, Kota Payakumbuh.
Mendapat laporan tersebut, orang tua korban langsung melapor ke SPKT Polres Payakumbuh. Laporan itu segera ditindaklanjuti oleh Sat Reskrim Polres Payakumbuh melalui Unit PPA, hingga akhirnya tersangka berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, Iptu Andrio Putra Siregar, menjelaskan bahwa aksi bejat tersangka dilakukan dengan modus mengiming-imingi korban uang. “Saat bertemu di lokasi, tersangka melakukan perbuatan cabul dengan memegang alat kelamin korban dan menjanjikan uang Rp 5 ribu,” jelas Andrio.
Menurut penyelidikan, tindakan tersangka hanya sebatas pelecehan fisik ringan dan tidak sampai pada hubungan badan. Akibat perbuatannya, M kini mendekam di sel tahanan Polres Payakumbuh dan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, serta denda hingga Rp 5 miliar.
Korban Keracunan Program MBG Sudah Pulih
Seluruh korban kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Meski hasil laboratorium BPOM Padang belum keluar, kegiatan belajar di sekolah-sekolah terdampak sudah berjalan normal. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, saat diwawancarai Alreinamedia.com pada Rabu (8/10/2025).
“Hasil dari BPOM belum keluar. Tadi pagi sudah saya tanyakan kembali ke BPOM, memang belum keluar hasilnya,” kata Hendri. Menurutnya, hasil uji laboratorium biasanya memerlukan waktu 14 hari kerja, namun pihaknya sudah meminta agar prosesnya bisa dipercepat.
Sampel yang dikirim ke BPOM Padang sejak Kamis (2/10/2025) lalu terdiri dari nasi goreng, muntahan korban, tinja korban, dan air minum yang dikonsumsi saat kejadian. Sampel itu diambil untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa keracunan massal yang menimpa 120 orang, terdiri dari siswa TK, SD, MTSN, guru, dan orang tua, di Desa Manggopoh dan Kampung Tengah, Kecamatan Lubuk Basung.
Meski hasil laboratorium belum keluar, Hendri memastikan seluruh korban telah pulih dan aktivitas belajar di sekolah sudah kembali normal. “Sejak Sabtu kemarin semua pasien sudah pulang. Tidak ada lagi yang dirawat. Sejak Senin, aktivitas belajar para siswa sudah kembali normal,” jelasnya.
Namun, ia menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih belum beroperasi kembali karena pemerintah daerah masih menunggu hasil resmi BPOM Padang. “Program MBG belum berjalan. Kita masih menunggu hasil dari BPOM. Nanti kalau sudah keluar hasilnya, baru bisa direkomendasikan untuk beroperasi kembali,” kata Hendri.
Dinas Kesehatan Agam, kata dia, masih terus memantau kondisi para korban melalui petugas di puskesmas dan bidan desa yang ada di wilayah terdampak. “Kita tetap pantau melalui bidan desa dan puskesmas, terutama sekolah-sekolah penerima MBG kemarin,” tambahnya.
Hendri berharap hasil pemeriksaan BPOM segera keluar agar dapur MBG di wilayah itu bisa kembali beroperasi. “Kalau terlalu lama, kasihan juga. Anak-anak penerima manfaat tidak dapat makanan bergizi, sementara para pekerja MBG juga tidak bisa bekerja,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil laboratorium dari BPOM nantinya akan menjadi dasar bagi pihak terkait untuk mengambil keputusan dan memberikan rekomendasi kepada Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) terkait kelanjutan program MBG di Agam. “Kita berharap secepatnya keluar hasilnya, jadi program ini bisa aktif kembali dan siswa bisa mendapatkan haknya lagi,” pungkas Hendri.















