Waspadai 7 Jenis Ikan Laut dengan Kandungan Merkuri Tinggi yang Perlu Dihindari
Ikan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik, kaya akan asam lemak omega-3 yang esensial untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak, terutama bagi anak-anak. Namun, di balik manfaatnya, tidak semua jenis ikan aman dikonsumsi dalam jumlah besar. Beberapa spesies ikan laut, khususnya yang berukuran besar dan memiliki usia hidup panjang, berpotensi mengandung kadar merkuri yang tinggi. Penting bagi para ibu untuk memahami asal-usul dan jenis ikan yang akan dikonsumsi keluarga.
Merkuri adalah logam berat yang secara alami ada di lingkungan dan dapat mencemari perairan laut akibat aktivitas manusia, seperti pembakaran batu bara dan pembuangan limbah industri. Di dalam laut, merkuri bertransformasi menjadi metil merkuri, bentuk yang mudah diserap oleh tubuh ikan. Proses penumpukan ini dikenal sebagai bioakumulasi; semakin besar dan lama seekor ikan hidup, semakin banyak pula metil merkuri yang terakumulasi dalam jaringan tubuhnya.
Organisasi kesehatan dunia seperti FDA (Food and Drug Administration) dan WHO (World Health Organization) mengklasifikasikan metil merkuri sebagai neurotoksin, yaitu zat yang dapat merusak sistem saraf. Bagi ibu hamil, paparan merkuri dalam jumlah tinggi dapat mengganggu perkembangan otak janin. Sementara itu, pada orang dewasa, konsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi secara terus-menerus dapat memicu gangguan koordinasi, penurunan daya ingat, bahkan peningkatan tekanan darah.
Sebagai panduan, FDA dan WHO menetapkan batas aman kandungan merkuri dalam ikan adalah 1,0 ppm (parts per million). Jika kadar merkuri melebihi angka ini, ikan tersebut sebaiknya dikonsumsi dalam frekuensi yang lebih jarang. Sementara itu, EPA (Environmental Protection Agency) menyarankan asupan harian merkuri tidak lebih dari 0,1 mikrogram per kilogram berat badan. Satuan ppm sendiri berarti 1 miligram merkuri per kilogram ikan. Dengan kata lain, ikan yang mengandung 0,5 ppm merkuri berarti terdapat 0,5 miligram merkuri dalam setiap kilogram daging ikan tersebut.
Untuk membantu Anda memilih ikan yang aman bagi keluarga, berikut adalah daftar 7 jenis ikan laut yang memiliki kadar merkuri tinggi dan perlu diwaspadai:
1. Hiu
- Rata-rata Kandungan Merkuri: 0,979 ppm
Hiu menduduki peringkat teratas dalam daftar ikan dengan kandungan merkuri tertinggi. Hal ini disebabkan posisinya di puncak rantai makanan laut. Hiu mengonsumsi berbagai macam ikan kecil, sehingga logam berat seperti merkuri menumpuk dalam tubuhnya seiring bertambahnya usia. Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kadar merkuri pada daging hiu dapat mendekati 1 ppm. Oleh karena itu, sangat tidak disarankan bagi ibu hamil dan anak-anak kecil untuk mengonsumsi ikan hiu sama sekali. Paparan logam berat ini berisiko membahayakan perkembangan otak janin dan bayi.
2. Ikan Todak (Swordfish)
- Rata-rata Kandungan Merkuri: 0,995 ppm

Ikan todak termasuk dalam kategori ikan yang direkomendasikan untuk dihindari konsumsinya oleh FDA dan EPA. Rata-rata kadar merkurinya hampir mencapai 1 ppm, bahkan beberapa sampel yang beredar di pasaran ditemukan melebihi batas aman tersebut. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research pada tahun 2017 juga menunjukkan adanya peningkatan kadar merkuri seiring dengan bertambahnya ukuran ikan todak. Ini berarti semakin besar ukuran ikan todak, semakin tinggi pula kandungan merkuri yang tersimpan di dalamnya.
3. Tuna Besar (Bigeye dan Bluefin Tuna)
- Rata-rata Kandungan Merkuri: 0,689 ppm

Tuna jenis besar seperti bigeye dan bluefin tuna memiliki kadar merkuri yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tuna kalengan jenis light (skipjack) yang umumnya hanya mengandung sekitar 0,128 ppm merkuri. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 dan diterbitkan dalam Environmental Toxicology and Chemistry menemukan bahwa kadar merkuri pada tuna besar di Samudra Pasifik berkisar antara 0,3 hingga 1,5 ppm, bergantung pada ukuran ikan dan lokasi penangkapannya. Mengingat kandungan merkurinya, konsumsi steak tuna sebaiknya dibatasi tidak lebih dari sekali seminggu. Bagi ibu hamil, sangat disarankan untuk menghindari konsumsi tuna besar demi menjaga kesehatan ibu dan janin.
4. King Mackerel
- Rata-rata Kandungan Merkuri: 0,73 ppm

King mackerel adalah ikan predator yang hidup di laut dalam dan juga masuk dalam daftar ikan dengan kandungan merkuri tinggi menurut FDA. Laporan dari National Resources Defense Council (NRDC) menyebutkan bahwa banyak sampel king mackerel yang ditemukan memiliki kadar merkuri melebihi 0,7 ppm, sehingga menjadikannya tidak aman untuk dikonsumsi oleh wanita hamil dan anak-anak. Sebagai alternatif yang lebih aman, Anda dapat memilih makarel Atlantik yang memiliki kadar merkuri jauh lebih rendah, yaitu sekitar 0,05 ppm. Namun, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum membuat perubahan signifikan dalam pola makan, terutama saat sedang hamil.
5. Tilefish
- Rata-rata Kandungan Merkuri: 1,123 ppm

Tilefish yang berasal dari Teluk Meksiko tercatat memiliki kadar merkuri tertinggi di antara semua ikan yang disurvei oleh FDA, dengan rata-rata mencapai 1,123 ppm. Berdasarkan panduan EPA Fish Advisory, satu porsi tilefish berukuran besar dapat mengandung hingga 219 mikrogram merkuri, jauh melampaui batas aman harian yang direkomendasikan. Oleh karena itu, FDA secara tegas melarang konsumsi ikan ini bagi ibu hamil.
6. Marlin
- Rata-rata Kandungan Merkuri: 0,485 ppm

Marlin termasuk dalam kategori ikan laut dalam dengan kadar merkuri menengah hingga tinggi, yang sangat dipengaruhi oleh usia dan ukuran ikan. WHO menyarankan agar konsumsi marlin bagi orang dewasa yang sehat tidak lebih dari sekali sebulan. Untuk anak-anak dan ibu hamil, disarankan untuk mengganti konsumsi marlin dengan ikan-ikan yang memiliki kadar merkuri rendah, seperti salmon, sarden, atau trout.
7. Orange Roughy
- Rata-rata Kandungan Merkuri: 0,571 ppm

Orange roughy adalah spesies ikan yang dapat hidup hingga usia 150 tahun. Dengan usia hidup yang panjang, tidak mengherankan jika kadar merkuri pada ikan tua ini dapat melebihi batas aman konsumsi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Additives & Contaminants pada tahun 2011 menemukan rentang kadar merkuri pada orange roughy antara 0,06 hingga 1,1 µg/g (setara dengan ppm). Mengingat variabilitas kandungan merkurinya yang tinggi, FDA tetap menyarankan untuk membatasi konsumsi ikan ini, terutama bagi ibu hamil dan menyusui.
Memilih Ikan yang Aman untuk Keluarga
Meskipun merkuri berbahaya jika menumpuk dalam tubuh, bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi ikan sama sekali. Kunci utamanya adalah memilih ikan yang tepat. Prioritaskan konsumsi ikan berukuran kecil dan memiliki usia hidup yang pendek. Jenis ikan ini umumnya memiliki kandungan omega-3 yang tinggi namun kadar merkurinya rendah, sehingga aman untuk dikonsumsi keluarga 2-3 kali seminggu.
Beberapa contoh ikan yang aman dan direkomendasikan antara lain:
- Salmon: Rata-rata 0,022 ppm
- Sarden: Rata-rata 0,013 ppm
- Lele: Rata-rata 0,025 ppm
- Bandeng: Umumnya di bawah 0,05 ppm
Dengan mengetahui jenis-jenis ikan yang perlu diwaspadai dan memilih alternatif yang lebih aman, Anda dapat terus menikmati manfaat gizi dari ikan tanpa mengkhawatirkan risiko kesehatan akibat paparan merkuri. Selalu perhatikan informasi mengenai asal-usul dan jenis ikan sebelum memutuskan untuk membelinya demi kesehatan seluruh anggota keluarga.

















