Kisah Melda Safitri: Dari Impian Hancur Hingga Kekuatan untuk Bangkit
Setelah kisahnya menjadi sorotan di media sosial, akhirnya terungkap sifat asli Melda Safitri yang membuat sang suami memutuskan untuk menceraikannya. Melda Safitri adalah pemilik akun Facebook Safitri Alshop Aceh yang viral setelah berbagi cerita tentang pernikahannya.
Wanita berusia 33 tahun ini berasal dari Aceh dan sempat mengunggah kisah rumah tangganya yang penuh dengan lika-liku. Ia mengaku diceraikan oleh suaminya, JS, menjelang pelantikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). PPPK merupakan singkatan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, yang merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN) namun memiliki status kepegawaian berbeda dibandingkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena diangkat berdasarkan kontrak.
Sebelum perceraian terjadi, Melda sempat membelikan baju Korpri untuk suaminya. Baju Korpri adalah seragam dinas yang digunakan oleh anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), termasuk dalam lingkup Pegawai Negeri Sipil (PNS), Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Seragam ini bertujuan sebagai simbol profesionalisme, kedisiplinan, dan identitas ASN, serta wajib dikenakan pada acara-acara resmi seperti upacara hari besar nasional dan rapat resmi Korpri.
Baju tersebut dibeli Melda dari hasil jualan cabai dan sayur. Namun, ia justru ditinggalkan oleh suaminya setelah dilantik menjadi PPPK. Ini menjadi titik awal dari kisah pilu yang akan diungkap lebih lanjut.
Sifat Asli Melda Safitri
Sifat asli Melda Safitri kini mulai terungkap, dan hal itu menjadi alasan utama mengapa suaminya memilih untuk menceraikannya. Setelah kisahnya menjadi perbincangan, Melda akhirnya membuka hati dan menjelaskan alasan perpisahan yang disampaikan suaminya, serta kehancuran mental yang ia rasakan.
Keputusan JS untuk menceraikan Melda hanya dua hari sebelum suaminya menerima Surat Keputusan (SK) sebagai PPPK Satpol PP Aceh Singkil. Momentum yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan setelah menemani suami merintis karier dari nol, justru berakhir dengan perpisahan.
Dalam wawancara di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Melda tidak menyangkal jika suaminya menuding sifatnya sebagai pemicu perceraian. “Saya tanya ke dia ‘apa alasan kamu ceraikan saya’, dia bilang saya keras kepala, tidak bisa diatur,” ujarnya menirukan perkataan suaminya.
Meski mengakui kekurangan, kekecewaan Melda memuncak karena perpisahan terjadi di ambang kesuksesan suami. “Mungkin saya memang istri yang kurang sempurna, saya banyak salah. Cuma saya kecewanya setelah saya temani dari nol tapi pas dia sudah sukses dia tinggalin,” katanya.
Faktor Ekonomi yang Mencekik Rumah Tangga
Selain soal tabiat, Melda juga menyebutkan bahwa faktor ekonomi selama ini menjadi bayang-bayang yang mencekik rumah tangganya. Tekanan finansial tersebut bahkan membuatnya sulit merawat diri. “Mungkin dari penampilan saya yang kurang menyenangkan lagi, kurang mengurus diri, karena jujur siapa sih perempuan yang tidak mau cantik? Tapi kan faktor ekonomi juga. Nanti kalau saya usahakan untuk membeli bedak, nanti bagaimana dengan kebutuhan kami,” tambahnya.
Impian Hancur Dua Hari Jelang Pelantikan
Tanggal 15 Agustus 2025 menjadi titik nadir bagi Melda. Pada tanggal itu, suaminya melontarkan kata cerai yang sangat menyakitkan baginya. “Perceraian yang ia lontarkan kepada saya pada 15 Agustus itu sangat menyakitkan bagi saya, impian yang sudah saya harapkan dengan anak-anak kandas,” kenangnya sambil menahan tangis.
Padahal, Melda sudah membayangkan momen indah saat pelantikan suaminya pada 17 Agustus 2025. “Saya membayangkan nanti pas di hari pelantikannya saya datang terus foto bareng seperti keluarga lain,” ujarnya lirih.
Ironisnya, atribut Korpri yang akan dikenakan suami saat pelantikan justru ia belikan dari hasil jualan. Namun, semua pengorbanan itu terasa sia-sia. JS tetap ingin bercerai dan kini sudah membuat surat pernyataan resmi.
Mental Hancur, Kini “Mati Rasa”
Setelah diceraikan dan ditinggalkan, Melda mengaku mentalnya hancur. “Mental hancur, kalau fisik dia tidak pernah kasar tapi kalau batin sudah cukup,” terang Melda.
Namun, di balik kehancuran batin tersebut, Melda kini mencoba bangkit dan menunjukkan ketegarannya. Ia mengungkapkan bahwa perasaannya terhadap sang suami telah hilang sepenuhnya. “Jujur kalo sekarang hati saya ke dia sudah kosong (mati rasa), tapi saya lebih fokus untuk saya,” tegasnya.
Melda kini kembali ke rumah orang tuanya di Meukek, Aceh Selatan, bersama kedua anaknya. Hingga Oktober 2025, ia bertahan menghidupi keluarga kecilnya dari hasil jualan gorengan dan minuman seribuan di depan rumahnya, membuktikan bahwa ia mampu berdiri di atas kaki sendiri meski impian pernikahannya telah pupus.

















